Selasa, 15 Januari 2013

Bangun Pagi

Masih ingat dengan tulisan saya tentang “langkah Kecil”? jika belum silahkan baca dulu sebelum membaca artikel ini, tapi kalau tidak mau lanjutin baca aja, dari pada langsung kabur tidak jadi baca, hehehe. Iya salah satu cara kita untuk memulai langkah kecil di pagi hari dengan bangun pagi. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang bangun pagi, dan perlu diketahui bangun pagi termasuk dalam resolusi saya di Tahun 2013 untuk selalu bangun pagi meski tidak ada kuliah pagi, karena harus saya akui, bahwa sebelum-sebelumnya saya sangat sulit bangun pagi, bukan berarti saya melewatkan sholat shubuh lho ya, karena meski saya sedikit malas bangun pagi namun saya masih waras bahwa sholat subuh itu wajib hukumnya (maklum dulu waktu kecil pernah TPA juga).
Dan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang bangun pagi,di masalah adalah sehabis sholat shubuh saya melanjutkan mimpi yang tertunda (baca: tidur lagi) jangan ditanya dulu apa manfaatnya bangun pagi, tapi coba lakuin aja dulu kemudian rasakan sendiri manfaatnya. Yang jelas manfaatnya yang saya rasakan adalah saya tidak pernah telat jika ada kuliah pagi. Untuk masalah kesehatan tanyakan langsung  pada ahli kesehatan saja lebih jelasnya.hehehehe dari pada saya jawab asal nanti malah menyesatkan.
Ketika orang malas untuk bangun pagi, apa yang biasa mereka katakana? Iya mereka sering beralasan “Buat apa bangun pagi, hari ini kan saya tidak ada kuliah pagi” atau “ketika saya bangun pagi saya bingung mau ngapain, mending tidur lagi aja” dan ada yang lebih gila lagi jika ditanya orang tua mengapa tidak pernah bangun pagi dan bangunnya siang terus, mereka dengan santainya menjawab “Saya bangun siang karena saya lagi belajar jadi boss karena boss itu berangkatnya siang dan sebagai bos tidak ada kata selamat pagi, yang ada selamat siang” hehehehe, tapi perlu diketahui juga meski seorang Boss itu datang ke kantornya siang, bukan berarti pula dia bangunnya siang juga lho. Seorang boss bangunnya pagi, lebih pagi malahan, karena sebagai seorang boss sudah terbiasa mendisiplinkan diri,  kamu percaya jika ada seorang boss dulunya orang yang malas seperti kita ini? Tidak mungkin, meski dia anak penguasaha sekalipun, karena tidak ada seorang pengusaha yang mau mewarisi perusahaannya kepada anaknya yang malas. Soalnya seorang pengusaha tidak mau bisnis yang dibangunnya hancur ditangan orang lain termasuk ditangan anaknya sendiri. 
Sebagai seorang muslim memang sudah seharusnya untuk bangun pagi, karena salah satu sholat wajib yaitu sholat shubuh dilakukan pada pagi hari jadi tidak ada alasan seorang muslim untuk bangun siang, kalau siang bukan sholat shubuh lagi namanya, akan tetapi sholat dhuha. Paling tidak sholat shubuhnya dulu dikerjakan masalah nanti habis sholat shubuh tidur lagi itu bukan masalah, namun harus dibiasakan untuk tidak tidur lagi. Untuk memulai suatu kebiasan memang pada mulanya agak sulit, namun itu hanya belum terbiasa saja, lama-lama kalau sudah terbiasa dan akan menjadi kebiasaan.
Pengalaman pribadi saya, dulu memang saya sulit untuk bangun pagi, saya bangun pagi hanya melakukan sholat shubuh sehabis itu saya tidur lagi. namun sekarang saya sudah menjadi biasa untuk bangun pagi, dan perlu dicatat saya bangun tepat sebelum alarm HP saya berbunyi. Kemudian bagaimana saya menjadi rajin bangun pagi? Untuk kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman saya bagaimana cara saya yang dulunya malas bangun pagi hingga sekarang menjadi rajin bangun pagi, bukan rajin juga sih, akan tetapi setidaknya agak lebih rajin dari pada yang dulu. Dan ada beberapa cara untuk menjadi terbiasa bangun pagi. Untuk lebih jelasnya lanjutkan membaca artikel ini.
Pertama, sebelum tidur niatin dulu kalau besok kita harus bangun pagi sambil setting alarm karena dengan begitu akan masuk ke alam bawah sadar kita. Jadi tidak heran jika kita akan terbangun dengan sendirinya tepat sebelum alarm kita berbunyi.   saya membuat alarm pada kedua HP saya, dan dari kedua HP itu jarak alarm hanya 5 menit dan saya taruh jauh dari tempat tidur , lebih tepatnya di atas meja, sehingga ketika alarm berbunyi saya akan bangun dari tempat tidur Saya membuat alarm sekita jam 03.30. Kenapa jam segitu? Karena dengan begitu saya masih punya waktu untuk sholat tahajud dan sholat witir. Untuk menunggu sholat subuh saya baca-baca Al-quran. Setelah terdengar adzan shubuh baru ke masjid buat sholat subuh. Ow iya sebelum sebelum berangkat ke masjid alangkah baiknya jika kita sholat fajar terlebih dahulu, kenapa tidak di masjid sekalian aja? Ingat bahwa sebaik-baiknya sholat sunah itu dikerjakan dirumah namun demikian bukan berarti tidak boleh di masjid lho. Dan dalam hadist Nabi pernah diriwayatkan bahwa sholat fajar dua rekaat sebelum shubuh itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya, pengen nggak? Makanya bangun pagi terus biar bisa sholat Tahajud, Witir, Fajar dan Shubuh berjamaah, Mantabs pokoknya. Kembali lagi ke tema kita, dengan melakukan aktifitas tersebut kita tidak akan mengantuk lagi karena sudah banyak hal yang kita lakukan.
Kedua, berusahalah untuk tidur lebih awal, karena dengan begitu bangun pagi tidak akan mengurangi kuantititas tidur kita. Dengan kata lain tidur lebih awal, bangunnya juga lebih awal. Secara matematika tidur yang paling baik buat manusia adalak sekitar 8 jam sudah termasuk tidur siang. Nah baru deh kita hitung mundur,misalnya kita akan bangun pagi jam 03.30  pagi, berarti kita harus tidur sekitar  jam 21.00, agar kuantitas tidur kita menjadi sekitar 8 jam maka ditambah lagi tidur siang.
Ketiga, jika masih mengantuk setelah melakukan aktifitas mending mandi pagi aja, banyak mereka yang beralasan males mandi pagi cuma gara-gara dingin, perlu diketahui dingin itu cuma pada awalnya setelah siraman air ketiga tubuh sudah terbiasa, tidak percaya? Coba aja deh.  Selain itu mandi pagi juga menyehatkan lho, bayangkan kesegarannya jika pagi-pagi sudah mandi dan badan terasa segar ditambah lagi kesegaran udara di pagi, karena udara di pagi hari adalah udara yang paling bagus buat pernapasan, maklum belum banyak polusi. Dan saya juga pernah mendengar salah satu kajian dari Usatdz yang menerangkan bahwa Nabi SAW mandi sore ketika matahari sebelum terbenam dan  mandi pagi sebelum matahri terbit. Dan percaya aja deh apa yang dicontohkan Nabi SAW jangan ditanya lagi manfaatnya, langsung lakukan dan rasakan manfaatnya.
Keempat, jika kita adalah anak kos seperti saya ini, mungkin kegiatan tidak sebanyak anak rumahan, meski demikian cari kegiatan untuk mengisi pagi kita dengan hal positif, misalnya dengan bersih-bersih kamar dan merapikan kamar, nyetrika baju, kemudian nyalain computer buat nyicil tugas kuliah atau online buat nulis diblog atau sekedar buka jejaring social. Dan perlu diketahui jika kita membuka jejaring social di pagi hari itu tidak seperti dimalam hari karena pagi hari jejaring social masih sepi dan hal itu membuat kita tidak akan berlama-lama asyik dijejaring social.
Keempat cara tersebut membuat saya yang dulunya malas bangun pagi menjadi tidak lagi malas dan sampai sekarang masih melakukan  cara-cara tersebut, tentu saja agar diri saya lebih terbiasa lagi untuk bangun pagi.
Sebagai penutup, saya tidak henti-hentinya untuk berkata bahwa disini saya hanya sekedar berbagi dan tidak bermaksud untuk menggurui, karena saya sadar bahwa saya masih banyak kekurangan dan masih perlu banyak belajar, namun tidak ada salahnya jika saya mengajak kalian semua yang sempat membaca tulisan saya ini untuk sama-sama belajar yaitu bersemangat menjalani hidup dengan mengawalinya dengan bangun pagi. Sebuah langkah yang sederhana namun itu adalah bukti bahwa kita memiliki semangat yang luar biasa untuk memulai hari ini. Mari kita semua tunjukan kepada dunia bahwa kita bersemagat untuk menjalani hidup ini dengan mengawalinya yaitu dengan bangun pagi. Sekian dari saya semoga bermanfaat

(Oleh Riki Sholikin Twitter @Rickyyy_23)
                


Read more ...

Jumat, 11 Januari 2013

Jodoh Ditangan Tuhan



     Sebagai manusia yang sudah beranjak dewasa dan sudah mapan secara ekonomi pastilah menginginkan dirinya untuk segera menikah. Karena menikah adalah sunah Nabi SAW, dan itu berarti menikah adalah suatu kebaikan, jadi untuk melakukan sesuatu yang baik itu tidak perlu ditunda-tunda lagi. Bagi yang sudah siap menikah maka di sunahkan untuk mengsegerakan menikah  namun jika sudah siap untuk menikah namun belum ada calon yang dinikahi maka disunahkan untuk berpuasa, karena dengan begitu akan mencegah dari perbuatan zina. Perlu diketahui juga bahwa perbuatan zina adalah salah satu dosa besar.
Eits jangan pada kabur dulu, kali ini saya tidak akan bercerita tentang zina, karena dalam hal agama saya masih harus banyak belajar, jadi tetap lanjutkan untuk membaca artikel ini. Kali ini saya akan brcerita sedikit mengenai jodoh. Sebelum bercerita banyak hal tentang jodoh, mungkin diantara kita pasti lah pernah dengar dengan kata-kata “kalo emang jodoh nggak bakalan kemana” atau “Jodoh tak akan lari jika dikejar” dan yang lebih saya sukai adalah “jodoh itu ditangan Tuhan”. Dan tema kali ini adalah jodoh ditangan Tuhan, istilah kerenya Jodi.
Jodoh adalah salah satu rejeki besar yang diberikan oleh Tuhan kepada hanbanya. Seperti halnya dengan rejeki lainnya, jodoh juga memerlukan usaha jadi harus aktif bukan pasif. Dan tidak sedikit pula yang salah mengartikan tentang istilah jodoh ditangan Tuhan, sehingga mereka menganggap bahwa jodoh ditangan Tuhan sehingga mereka tidak mau usaha. Dan mereka beralasan “Toh jodoh uda ditentuin ama yang di atas jadi sudah saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan”. Sebenernya bukan begitu juga dalam memahami itu, memang pada dasarnya hidup manusia itu sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Namun dalam firmannya Allah juga memberitahu bahwa apa yang sudah digariskan oleh Allah (Nasib) masih bisa di ubah, bukankah Allah juga berfirman bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka yang mengubah dengan sendirinya. Itu artinya manusia wajib berusaha (aktif) tidak hanya menunggu atau pasrah(pasif) dengan apa yang sudah digariskan Allah karena ditakutkan itu bukanlah pasrah namun putus asa.
Sekali lagi manusia harus berusaha karena disamping apa yang sudah digariskan oleh Allah, usaha manusia juga ikut menentukan nasib manusia, setuju? Sepertinya halnya halnya untuk urusan jodoh, meski pada dasarnya Allah sudah menetapkan kapan kita akan dipertemukan jodoh kita, bukan berarti kita hanya duduk diam dan menunggu momen itu. Kita sebagai manusia wajib berusaha dalam menjemput jodohnya, ingat menjemput jodohnya bukan mencari. Mungkin ada yang bertanya kok menjemput bukan mencari? Emang sudah tahu calonnya? Sekali lagi jodoh itu dijemput bukan dicari, kalo mencari susah ketemunya kalo menjemput sudah ada tapi belum tentu mau atau tidak, hehehehe. Tapi itu benar menjemput jodoh dan saya tidak sedang salah ketik, kemudian bagaimana caranya? Caranya ialah dengan memantaskan diri, bukan memantaskan diri dihadapan manusia akan tetapi memantaskan diri dihadapan Allah. Karena Allah juga berfirman Bahwa yang baik itu hanya untuk yang baik dan yang keji hanya untuk yang keji. Itu artinya jika kita ingin jodoh yang baik untuk kita, maka jemput jodoh kita dengan memperbaiki amal kita. Dengan begitu Allah akan memberikan jodoh yang paling tidak sama dengan amal kita. Intinya ingin jodoh kita adalah orang yang baik, ya perbaiki dulu diri kita, setuju?
Saya jadi teringat dengan kata-kata seorang motivator, yaitu Ippho Santosa, ia berkata “Jodoh itu ditangan Tuhan, makanya kita harus minta kepada Allah. Kalo nggak dikasih? Ya makanya kita ambil biar cepet”. Saya sangat sependapat dengan pernyataan itu, bahwa pada dasarnya jodoh kita ada ditangan Tuhan,  maka kita harus berdoa kepada Allah agar diberikan jodoh yang terbaik bagi kita, selain berdoa kita juga harus berusaha dengan memantaskan diri dihadapanNya.
Sebagi penutup, Memang pada dasarnya nasib manusia sudah digariskan Oleh Allah SWt, namun demikian kita masih bisa mengubahnya agar yang seharusnya buruk berubah menjadi nasib baik, yaitu dengan berusaha untuk menjadi yang lebih baik, namun juga perlu diketahui apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah,dan sebaliknya apa yang menurut kita buruk, bisa jadi itu adalah yang terbaik bagi kita dan ingat bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi umatnya. Mari kita sama-sama belajar karena harus saya akui saya juga masih dalam proses belajar, namun tidak ada salahnya disamping saya belajar saya juga turut berbagi cerita.  Semoga bermanfaat.
“Jodoh Itu ditangan Tuhan, makanya kita minta pada Allah dengan banyak berdoa, jika belum dikasih-kasih? makanya kita harus ambil (Baca usaha)”  
(Oleh Riki Sholikin Twitter @Rickyyy_23)
Read more ...

Kamis, 10 Januari 2013

Belajar Ikhlas


                Ikhlas adalah sesuatu yang sangat mudah diucapkan akan tetapi sulit untuk dilakukan. Namun demikian, sulit bukan berarti tidak bisa, karena segala sesuatu itu pasti ada prosesnya. Dan ketahuilah bahwa ikhlas berawal dari ketidak ikhlasan.
                Orang pada awalnya merasa bahwa apa yang telah ia lakukan seperti ada seuatu yang mengganjal, dan menganggap apa yang dirasakan adalah suatu ketidak ikhlasan, padahal itu hanya belum biasa, sekali lagi itu hanyalh belum biasa. Seperti mau ketemu calon mertua pada awalnya kita merasa grogi namun apa kita berhenti begitu saja hanya karena grogi? Tidak juga kan, kita hanyalah belum terbiasa. setelah beberapa lama kemudian akan menjadi terbiasa dan bisa bersikap biasa terhadap calon mertua atau bahkan sudah menjadi mertua.
                Sebagai contoh misalnya waktu kecil apa yang kita harapkan puasa di bulan ramadhan sebulan penuh? Atau apa yang kalian harapkan jika kita bisa menjaga sholat lima waktu kita?  Apakah kita melaksanakan sholat lima waktu karena takut dosa dan masuk neraka? Apakah kita berpuasa sebulan penuh karena takut dosa, dan mengharapkan pahala dari Allah? Saya yakin tidak, karena pada awalnya mungkin kita menjaga sholat lima waktu kita hanya karena ingin ditambah uang jajannya oleh ibu kita, dan kita melaksanakan puasa ramadhan sebulan penuh hanya karena ingin dibelikan baju baru buat lebaran bukan? sekali lagi ingat waktu kita masih kecil pasti semua ibadah yang kita lakukan bukan semata-mata Karena Allah bukan? sekarang coba kita lihat diri kita ? Semakin bertambah dewasa apa yang terjadi? Apa yang kita lakukan semasa kecil beribadah hanya mengharapkan imbalan dari orang tua kini berubah kita menjadi lebih ikhlas dan beribadah hanya semata-mata karena Allah.
                Begitu juga dengan ikhlas pada awalnya mungkin kita tidak ikhlas dalam menerima keadaan, akan tetapi semakin lama seiring dengan berjalannya waktu, kita menjadi ikhlas bukan? dan itulah yang dinamakan proses menuju keikhlasan. Sekarang bagaimana dengan ikhlas dalam bersedekah dan dalam berbagi? Mungkin pada awalnya kita sangat tidak rela mengeluarkan sesuatu kepada orang lain dan saya yakin itu hanya awalnya saja, setelah dilakukan berulang kali apa yang terjadi? semua menjadi biasa dan menjadi lebih ihklas, kenapa bisa menjadi ikhlas? sekali lagi itu hanyalah masalah waktu.
                Bicara soal ikhlas, saya jadi teringat dengan salah satu celotehan salah satu teman saya, kebetulan saya lupa namanya siapa (maklum teman saya kan banyak), dia pernah ngomong kurang lebihnya begini “Ikhlas itu emang gampang diomongin tapi sulit untuk dilakukan, belajarlah dari filosofis orang yang lagi boker (Baca : BAB), ketika kita megeluarkan seuatu, jangankan melihat, mencium baunya pun kita tak mau”. Mohon maaf sedikit jorok tapi begitulah keadaannya. Namun saya pikir filosofis itu benar juga, ikhlas dalam artian memberi, ketika kita sudah memberikan sesuatu kepada orang lain kita tidak boleh pamrih dan apalagi selalu mengungkit-ngungkitnya, seperti kata orang bijak jika tangan kanan memberi maka jangan sampai tangan kiri mengetahuinya.
                Sekali lagi sudah saatnya kita bersama-sama untuk belajar lebih ikhlas, meski emang pada awalnya kita masih merasa ragu atau kurang ikhlas namun demikian tetaplah berusaha menerima keadaan dan tetaplah memberi serta berbagi meski pada awalnya tidak ikhlas, karena sekali lagi keikhlasan itu berawal dari ketidakikhlasan semua itu ada prosesnya. Bersabar dalam berproses untuk mencapai level keikhlasan. Mari kita sama-sama belajar.

(Oleh Riki Sholikin twitter @Rickyyy_23) 
Read more ...

Rabu, 09 Januari 2013

Budayakan Ontime


Budayakan Ontime
Kebanyakan dari orang, saya yakin mereka semua sepakat, bahwa menunggu itu sangat menjenuhkan. Dan kebanyakan teman-teman dari mereka pasti saran yang mereka rekomendasikan pasti “sabar dong, mungkin masih dijalan”. Nah, begitulah fenomena yang terjadi di Indonesia tercinta ini, dimana molor menjadi suatu kebudayaan yang harusnya datang jam tujuh akan tetapi dengan sengaja baru sampai  dilokasi jam setengah delapan. Kemudian salah siapa ini? Jangan terlalu terburu-buru menyalahkan orang lain dulu, mari kita instropeksi diri kita terlebih dahulu apakah kita sering terlambat? Apakah kita selalu ontime dengan janji-janji kalian? Dan apakah ketika anda mengadakan suatu acara anda memulai sesuai dengan jadwal? Silahkan jawab pertanyan tersebut maka kalian akan mengetahui mengapa molor menjadi budaya baru di Indonesia.
            Mari kita gali lebih dalam lagi mengapa molor menjadi budaya di Indonesia tercinta ini, karena saya yakin ada asap pasti ada api. Sebelumnya pernahkan anda semua menghadiri suatu acara kemudian anda sudah datang lima menit sebelum acara dimulai namun pada akhirnya acara tersebut malah molor hingga 30 menit sehingga mengharuskan untuk menunggu agak lama? Jika anda pernah, apakah yang akan anda lakukan, jika anda mendapatkan undangan serupa? Jawabannya pasti anda tidak akan datang lima menit sebelum acara dimulai atau setidaknya ontime, akan tetapi anda malah sengaja datang 30 menit lebih dari yang seharusnya misalnya undangan jam tujuh anda sengaja datang jam setengah delapan, karena beranggapan acaranya nanti juga pasti akan molor, bukan begitu? Kemudian mengapa ada suatu acara yang harusnya acaranya jam sembilan harus dimulai, namun harus diundur hingga setengah jam kemudian? Jawabannya tidak lain adalah karena peserta yang diundang belum memenuhi target. Nah sekarang pasti anda sudah paham mengapa molor menjadi budaya, bukan?
            Mengilangkan budaya molor atau tidak ontime di Indonesia tercinta ini adalah sesuatu yang sulit, namun jika kita semua sudah mengetahui apa yang menjadi penyebabnya maka kita kan mudah menghilangkan kebudayaan molor tersebut. Jika ada asap pasti ada api, maka agar api tidak segera menjalar yang harus kita lakukan adalah mematikan api tersebut, bukan? Nah untuk menghilangkan budaya molor tersebut mari kita sama-sama melakukan dari kita seindiri, karena bukankah semua itu berawal dari diri kita sendiri? Sebagi orang orang yang mendapat undangan kita harus datang ontime sehingga panitia tidak akan menunggu hingga target peserta undangan terpenuhi, dan acara berjalan sesuai dengan jadwal, setuju?  Begitu juga dengan panitia yang mengundang, mereka harus konsisten dengan apa yang telah ditentukan yaitu dengan memulai acara sesuai jadwal yang tertera dalam undangan meski pesertanya masih sedikit. Hal ini setidaknya akan membuat orang yang sudah datang ontime akan terus datang ontime dan orang yang suka molor datangnya merasa dirinya terlambat dan tidak akan mengulanginya lagi. Sehingga fenomena budaya molor ini tidak mendarah daging lagi di negeri kita tercinta ini.
            Mari kita sama-sama bergerak untuk memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dengan budaya ontime. Menjadikan budaya molor saja bisa kenapa kita tidak bisa menjadikan budaya ontime? Salah satu caranya adalah dengan memunculkan budaya ontime, karena dengan munculnya budaya ontime insyaALLAH,  yang namanya molor lama-lama juga punah, namun demikian saya juga tidak  yakin seratus persen semua orang juga akan menjadi ontime karena pada dasarnya orang datang terlambat bukan hanya karena sudah menjadi kebiasaannya, melainkan ada factor lain yang menyebabkan dia terlambat. Mungkin ada suatu alasan yang mengharuskan seseorang mengharuskan datang terlambat seperti mendapat suatu halangan dan lain sebaginya,  namun itu hanya beberapa saja, tidak akan seperti saat ini. Hampir semua molor termasuk panitianya juga ikut-ikutan datang molor. (nyindir).
            Nah kapan kita memulai budaya ontime? Ingat 3M nya AA Gym, bukan 3M iklan yang ada dipuskesmas itu, yang menguras, menutup dan mengubur (iklan untuk menghentikan mata rantai nyamuk penyebab demam berdarah) akan tetapi Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, dan Mulai dari sekarang juga.
Sekali lagi mari kita terus bergerak membudayakan budaya ontime dengan mulai dari diri sendiri jangan menyuruh orang lain untuk ontime sedangkan kita masih molor terus. Kemudian memulai dari hal yang kecil, misalnya kita selalu datang ontime waktu kuliah walaupun bukan rahasia umum jika kebanyakan dari dosen datang terlambat, meski ada beberapa dosen juga yang datangnya sangat ontime, dan dosen yang begitulah yang harus kita contoh bukan yang sering molor, setuju? Kemudian mulai dari sekarang jangan menunggu besok apa lagi menunggu sampai lusa keburu jamuran dan dikerubutin laler, hehehehe,
Sekian dari saya, disini saya juga baru proses tahap belajar untuk membudayakan ontime terutama pada diri saya sendiri, namun tidak ada salahnya jika saya juga ikut berbagi dengan banyak orang. Karena dengan begitu kita semua juga bisa belajar bersama untuk membudayakan ontime. Mari terus bergerak untuk membudayakan ontime. Terima kasih
“Janganlah kamu menurunkan kualitas, integritas dan standar hidupmu dengan datang terlambat, karena kamu tahu kebanyakan dari orang datang terlambat, namun jadilah pioner untuk menjadikan budaya ontime (Anonim)”

(Oleh: Riki Sholikin, Twitter @Rickyyy_23)
Read more ...

Selasa, 08 Januari 2013

Langkah Kecil

     
            Hidup ini adalah sebuah proses yang harus kita lalui. Karena hidup adalah sebuah proses maka tidak jarang jika kita akan menemui kerikil kecil yang akan membuat hidup kita terjatuh ataupun batu besar yang memaksa hidup kita menjadi sedikit terhambat. Namun demikian baik itu kerikil kecil maupun batu besar yang menghadang dalam hidup kita, percayalah bahwa itu sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah itu pasti ada manfaatnya termasuk dalam bentuk ujian maupun musibah.
            Dalam proses hidup manusia pastilah berawal dari bayi, kemudian terus bertumbuh menjadi dewasa. Dalam proses menuju dewasa akan banyak hal yang ditemui, sehingga hal itulah yang membuat kita sebagai manusia harus terus belajar. Dan perlu kita ketahui segala proses hidup yang kita lalui selama ini tidak ada yang instan kecuali mie instan yang sering kita makan. Semua proses berjalan lambat tapi pasti dan itulah yang menginspirasi saya untuk menulis artikel ini.
            Seorang anak yang baru belajar berjalan tentu saja tidak akan langsung berlari, melainkan melaui tahap demi tahap seperti merangkak, kemudian berdiri, berjalan dengan bantuan orang lain, kemudian baru bisa berjalan sendiri, dan perlu diketahui proses tersebut dilalui secara bertahap. Begitulah proses dalam menjalani hidup ini semua itu berawal dari langkah kecil yang kadang tak seorang pun memperhatikan langkah kecil itu dan ketika sudah berada jauh didepan barulah orang lain menyadarinya. Dan apa yang orang lain katakana ketika kita sudah jauh didepan? Kenapa kamu dengan cepatnya sudah jauh didepan? Iya dengan gampangnya mereka mengucapkan kata “dengan cepatnya”, padahal semua itu berjalan dengan lambat namun terus melangkah dengan pasti. Seperti halnya jika kita bertemu dengan keponakan yang dulu masih kecil kemudian setelah beberapa tahun kemudian dipertemukan lagi, karena kita jarang memperhatikan sehingga apa yang kita bandingkan ialah awal kita bertemu dengan saat kita bertemu saat ini, tanpa menghitung sudah berapa lama jarak antara pertemuan pada awal dan saat ini.
            Perlu kita ketahui bahwa pentingnya sebuah langkah yang kecil, namun mampu membuat orang lain yang dulunya tidak pernah menghiraukan kita menjadi terkejut dengan kita yang sekarang sudah jauh berada didepan dan menganggap itu sebuah percepatan, padahal bukanlah sebuah percepatan akan tetapi hanyalah langkah kecil yang berjalan terus dengan pasti. Ketahuilah langkah-langkah kecil yang tidak pernah dihiraukan oleh orang lain itulah yang menjadikan kita jauh didepan.
            Sudah berulang kali dalam tulisan saya mengambil kutipan dari AA Gym, tentang 3 M, apakah ada yang masih ingat dengan isi 3M dari AA Gym? Kalo tidak ada yang inget coba buka lagi tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Tuhan Bukanlah Pemain Cadangan” pada bagian akhir tepatnya. Iya benar, salah salah satu isi dari 3 M tersebut ialah mulailah dari hal yang kecil, dan saya sangat setuju dengan hal itu dan sangat cocok dengan tema yang saya tulis saat ini, karena semua segala sesuatu tidak ada yang instan dan mau tidak mau kita harus melakukan langkah awal meski itu hanyalah langkah yang kecil.
            Kemudian masih ingatkah kita dengan kata-kata “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit?” tentu kata-kata itu sudah tidak asing lagi ditelinga kita, sejak SD kita sudah dicekoki dengan kata itu, namun kata itu tidak saya kaitkan dengan menabung akan tetapi akan saya kaitkan dengan tema kita saat ini. Yaitu sebuah langkah kecil lama-lama akan menjadi jauh, itu artinya langkah kecil yang dilakukan secara terus menrus dan pasti, lama-lama kita juga akan menempuh jarak yang jauh juga.
            Tunggu apa lagi mari kita lakukan langkah kecil untuk menggapai cita-cita kita, meski pada awalnya tidak ada yang menghiraukan kita dan meski ada yang menghiraukan kita pasti akan memandang rendah kita, namun kita harus tetap melanjutkan langkah kecil itu hingga orang-orang disekitar kita menyadari bahwa kita sudah ada jauh didepan dan apa yang mereka katakana? Iya, “bagaimana kamu bisa secepat itu?”
            Mari kita bersama-sama untuk memulai langkah kecil untuk menuju cita-cita atau impian kita masing-masing dan tetaplah konsisten dan berjalan dengan pasti. Dan mulai langkah kecil hari ini juga, dengan bagaimana? Iya, dengan bangun pagi. jika diantara kalian sudah membiasakan diri bangun pagi, tetaplah jaga kebisaan baik itu dan tingkatkan hal itu dengan mengisi hal-hal yang  berkualitas. Pada awalnya mungkin kita akan sulit untuk bangun pagi, dengan alasan “bangun pagi mau ngapain, hari ini kan tidak ada kuliah pagi”. Nah pertanyaannya adalah, apakah bangun pagi hanya untuk orang-orang yang kuliah pagi? Tidak juga kan? Sadar woy! Sebagai orang muslim itu diwajibkan untuk sholat subuh, sekarang sholat subuh dilakukan pagi atau siang? Pasti pagi, kalo siang itu namanya sholat dhuha. Itu artinya apa? Allah menempatkan sholat subuh sebagai salah satu sholat wajib agar manusia senantiasa bangun pagi dan mengingat Allah diwaktu pagi.  Masih kepengen bangun siang?
            Sekali lagi bangun pagi bukanlah untuk orang-orang yang kuliah pagi, biasakan dari sekarang untuk bangun pagi. Pada awalnya memang agak susah tapi itu akan menjadi biasa jika dilakukan setiap hari. Caranya bagaimana? Setelah bangun pagi dan sholat subuh biasakan untuk tidak tidur lagi, isi untuk hal-hal yang bermanfaat, misalnya bersih-bersih kamar, olahraga ringan atau sekedar baca buku. Banyak yang berpendapat bahwa waktu pagi itu adalah golden time untuk belajar. Tidak percaya? Tanya deh salah satu temen dikampus yang IPK nya diatas rata-rata, kapan dia belajar waktu akan ujian? Kebanyakan dari mereka adalah dini hari atau paling tidak habis subuh. Hal itu bukan tidak beralasan, karea habis tidur otak manusia itu sudah segar kembali, ibaratnya sudah diistirahatkan sehingga dengan mudah menerima informasi baru.
            Meski pada awalnya sulit, akan tetapi bukan berarti tidak bisa, hanya belum terbiasa. Semakin lama-kita melakukan sesuatu hal itu akan membuat kita menjadi terbiasa, seperti halnya dengan kebiasaan bangun pagi. Mari tunggu apa lagi, ayo kita mulai langkah kecil diawal hari kita, dengan bangun pagi dan yang terakhir ialah sampai jumpa di impian kita masing-masing.
Sebuah langkah kecil, mungkin itu awalnya tidak akan diperhitungkan oleh orang lain, namun demikian tetap lanjutkan langkah itu, dengan begitu suatu saat orang lain akan menyadari bahwa kita sudah jauh ada didepan”
Oleh Riki Sholikin Twitter @Rickyyy_23
Top of Form

Read more ...

Rabu, 02 Januari 2013

Bersahabat Dengan Waktu



            Hari ini adalah hari kedua ditahun 2013, dan masih anget-angetnya dengan beberapa resolusi ditahun yang baru ini. Semoga semangat diawal tahun terus terjaga hingga akhir tahun. Tidak hanya kenceng diawal tahun dan semakin kendor dengan berjalannya waktu.
            Namun kali ini saya tidak akan bercerita  mengenai tahun baru atau resolusi apa yang akan saya lakukan di tahun baru 2013 ini. Saya bercerita mengenai waktu. Waktu terus berjalan dan tidak pernah berhenti untuk istirahat seperti layaknya manusia dan makhluk hidup lainya. Ada beberapa kutipan mengenai waktu yang sangat populer antara lain, waktu adalah pedang, waktu adalah uang dan ada sebagian lagi menyatakan bahwa waktu adalah ibadah, karena segala sesuatu yang mereka lakukan diniatkan untuk ibadah.
            Sedikit pengalaman yang baru-baru ini saya alami betapa saya harus berusaha sebaik mungkin untuk memaksimal waktu agar tidak terbuang sia-sia. Saya harus benar-benar membagi waktu saya untuk belajar karena ada ujian, kemudian juga harus mengerjakan tugas, serta dalam waktu yang bersamaan pula salah satu keluarga saya harus menjalani operasi dan adik-adik saya dirumah tidak ada yang mengurusi. Dalam situasi seperti itu baru saya menyadari bahwa betapa berharganya waktu, yang mungkin selama ini hanya saya gunakan untuk bermalas-malasan sambil nonton televisi atau hanya berdiam didepan computer untuk main game atau asyik dengan jejaring social. Dan semua itu sedikit sekali manfaatnya.
            Memaksimal waktu akan membuat hidup kita lebih bermakna dan lebih efisien, karena dengan begitu kita sudah termasuk mensyukuri nikmat waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita semua. Iya mensyukuri waktu dengan cara bersahabat dengan waktu sehingga dengan begitu kta mampu untuk memaksimalkan waktu sebaik mungkin serta seefisien mungkin.
            Kemudian bagaimana cara untuk bersahabat dengan waktu agar kita dapat memaksimalkan waktu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin? Berdasarkan pengalaman saya, seperti halnya jika kita ingin mencari pacar maka kita harus mengetahui karakteristik seseorang yang ingin dijadikan pacar bukan? Begitu juga dengan waktu kita harus mengenal karakteristik waktu dan setiap orang mungkin berbeda-beda dalam memahami waktu. Namun saya akan menjelaskan dengan lebih rinci agar mudah untuk dipahami.
Waktu dalam sehari adalah 24 jam bukan? Jika ada yang tidak sependapat pastikan apakah dia hidup dibumi bukan di planet lain, hehehehehe, becanda. Semua orang dalam sehari memiliki waktu selama 24 jam. Kemudian dalam 24 jam itu apa yang akan dilakukan? Semua tergantung dengan kita yang akan menggunakan apakah itu hal yang bermanfaat atau untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Namun untuk bersahabat dengan waktu tidak hanya cukup mengetahui karakteristik waktu namun lebih kepada apa yang akan kamu lakukan terhadap waktu itu. Misalnya dalam 24 jam itu kita ambil kurang lebih 8 jam untuk istirahat kita. Kenapa 8 jam? Saya kira 8 jam cukup untuk mengistirahatkan tubuh kita. Sehingga dengan begitu ada banyak waktu produktif kita, kemudian yang tidak kalah pentingnya yaitu waktu untuk beribadah kepada Allah, misalnya setiap sholat membutuhkan kurang lebih 10 menit jadi dikalikan lima waktu jadi sekitar 50 menit datambah sholat sunah jadi dibulatkan 1 jam. Sehingga waktu yang kita miliki sekarang ialah 15 jam. Dan katakanalah 15 jam itu adalah waktu produktif anda.
            Kemudian ada pertanyaan mengapa waktu produktif saya sangat kurang dan terkadang harus mengorbankan waktu istirahat kita? Maka teruskanlah membaca bagaimana bersahabat dengan waktu ini.
            Kedua jika kita sudah mengetahui waktu produktif kita misalnya 15 jam, waktu produktf 15jam itu katakanlah dikurangi selama kuliah selama 6 sks, jadi sekitar 5 jam jadi sekarang kita benar-benar memiliki waktu produktif selama 10 jam. Sekarang apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Tulislah apa saja yang akan anda lakukan selama 10 jam tersebut, apakah harus belajar, mengerjakan tugas, ngegame, internetan (baca Twitteran atau facebookan) atau melakukan hal-hal lain seperti harus mengurusi rumah serta menunggu keluarga dirumah sakit seperti yang pernah saya lakukan. Kemudian setelah ditulis kerjakan satu persatu dengan mengutamakan hal-hal yang dianggap penting menjadi prioritas kita, dan begitu seterusnya, sehingga jika waktu tidak mencukupi untuk mengerjakan semua kita sudah melakukan hal terbaik.
            Ketiga jangan terbiasa mengerjakan sesuatu harus menunggu deadline misalnya h -1 baru dikerjakan dan saya pastikan kita akan mengalami kepanikan serta hasil kerjaan kurang maksimal. Dan perlu diketahui itu sudah sering saya alami. Serta tidak kalah pentingnya metode atau cara bersahabat dengan waktu agar waktu kita gunakan semaksimal mungkin dan seefisien mungkin adalah dengan tidak menunda-nunda pekerjaan atau prokrastinasi, jika prokrastinasi masih menjadi kebiasaan kita maka bisa saya pastikan hal ini kan membuat anda tidak lagi bersahabat dengan waktu, melainkan waktu serasa mengejar-ngejar anda.
            Dengan bersahabat dengan waktu, maka kita akan lebih bisa memahami akan pentingnya waktu dengan begitu kita alan lebih memaksimalkan waktu serta memanfaatkan wakti sebaik dan seefisien mungkin. Dan tidak kalah pentingnya dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin itu berarti kita sudah mensyukuri nikmat waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita semua.
            “Waktu adalah ibadah, maka niatkan apa yang akan kita lakukan sebagai ibadah karena dengan begitu Insyaallah apa yang kita lakukan akan bernilai ibadah”

Oleh    Riki  Sholikin Twitter @Rickyyy_23
Read more ...