Rabu, 02 Januari 2013

Bersahabat Dengan Waktu



            Hari ini adalah hari kedua ditahun 2013, dan masih anget-angetnya dengan beberapa resolusi ditahun yang baru ini. Semoga semangat diawal tahun terus terjaga hingga akhir tahun. Tidak hanya kenceng diawal tahun dan semakin kendor dengan berjalannya waktu.
            Namun kali ini saya tidak akan bercerita  mengenai tahun baru atau resolusi apa yang akan saya lakukan di tahun baru 2013 ini. Saya bercerita mengenai waktu. Waktu terus berjalan dan tidak pernah berhenti untuk istirahat seperti layaknya manusia dan makhluk hidup lainya. Ada beberapa kutipan mengenai waktu yang sangat populer antara lain, waktu adalah pedang, waktu adalah uang dan ada sebagian lagi menyatakan bahwa waktu adalah ibadah, karena segala sesuatu yang mereka lakukan diniatkan untuk ibadah.
            Sedikit pengalaman yang baru-baru ini saya alami betapa saya harus berusaha sebaik mungkin untuk memaksimal waktu agar tidak terbuang sia-sia. Saya harus benar-benar membagi waktu saya untuk belajar karena ada ujian, kemudian juga harus mengerjakan tugas, serta dalam waktu yang bersamaan pula salah satu keluarga saya harus menjalani operasi dan adik-adik saya dirumah tidak ada yang mengurusi. Dalam situasi seperti itu baru saya menyadari bahwa betapa berharganya waktu, yang mungkin selama ini hanya saya gunakan untuk bermalas-malasan sambil nonton televisi atau hanya berdiam didepan computer untuk main game atau asyik dengan jejaring social. Dan semua itu sedikit sekali manfaatnya.
            Memaksimal waktu akan membuat hidup kita lebih bermakna dan lebih efisien, karena dengan begitu kita sudah termasuk mensyukuri nikmat waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita semua. Iya mensyukuri waktu dengan cara bersahabat dengan waktu sehingga dengan begitu kta mampu untuk memaksimalkan waktu sebaik mungkin serta seefisien mungkin.
            Kemudian bagaimana cara untuk bersahabat dengan waktu agar kita dapat memaksimalkan waktu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin? Berdasarkan pengalaman saya, seperti halnya jika kita ingin mencari pacar maka kita harus mengetahui karakteristik seseorang yang ingin dijadikan pacar bukan? Begitu juga dengan waktu kita harus mengenal karakteristik waktu dan setiap orang mungkin berbeda-beda dalam memahami waktu. Namun saya akan menjelaskan dengan lebih rinci agar mudah untuk dipahami.
Waktu dalam sehari adalah 24 jam bukan? Jika ada yang tidak sependapat pastikan apakah dia hidup dibumi bukan di planet lain, hehehehehe, becanda. Semua orang dalam sehari memiliki waktu selama 24 jam. Kemudian dalam 24 jam itu apa yang akan dilakukan? Semua tergantung dengan kita yang akan menggunakan apakah itu hal yang bermanfaat atau untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Namun untuk bersahabat dengan waktu tidak hanya cukup mengetahui karakteristik waktu namun lebih kepada apa yang akan kamu lakukan terhadap waktu itu. Misalnya dalam 24 jam itu kita ambil kurang lebih 8 jam untuk istirahat kita. Kenapa 8 jam? Saya kira 8 jam cukup untuk mengistirahatkan tubuh kita. Sehingga dengan begitu ada banyak waktu produktif kita, kemudian yang tidak kalah pentingnya yaitu waktu untuk beribadah kepada Allah, misalnya setiap sholat membutuhkan kurang lebih 10 menit jadi dikalikan lima waktu jadi sekitar 50 menit datambah sholat sunah jadi dibulatkan 1 jam. Sehingga waktu yang kita miliki sekarang ialah 15 jam. Dan katakanalah 15 jam itu adalah waktu produktif anda.
            Kemudian ada pertanyaan mengapa waktu produktif saya sangat kurang dan terkadang harus mengorbankan waktu istirahat kita? Maka teruskanlah membaca bagaimana bersahabat dengan waktu ini.
            Kedua jika kita sudah mengetahui waktu produktif kita misalnya 15 jam, waktu produktf 15jam itu katakanlah dikurangi selama kuliah selama 6 sks, jadi sekitar 5 jam jadi sekarang kita benar-benar memiliki waktu produktif selama 10 jam. Sekarang apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Tulislah apa saja yang akan anda lakukan selama 10 jam tersebut, apakah harus belajar, mengerjakan tugas, ngegame, internetan (baca Twitteran atau facebookan) atau melakukan hal-hal lain seperti harus mengurusi rumah serta menunggu keluarga dirumah sakit seperti yang pernah saya lakukan. Kemudian setelah ditulis kerjakan satu persatu dengan mengutamakan hal-hal yang dianggap penting menjadi prioritas kita, dan begitu seterusnya, sehingga jika waktu tidak mencukupi untuk mengerjakan semua kita sudah melakukan hal terbaik.
            Ketiga jangan terbiasa mengerjakan sesuatu harus menunggu deadline misalnya h -1 baru dikerjakan dan saya pastikan kita akan mengalami kepanikan serta hasil kerjaan kurang maksimal. Dan perlu diketahui itu sudah sering saya alami. Serta tidak kalah pentingnya metode atau cara bersahabat dengan waktu agar waktu kita gunakan semaksimal mungkin dan seefisien mungkin adalah dengan tidak menunda-nunda pekerjaan atau prokrastinasi, jika prokrastinasi masih menjadi kebiasaan kita maka bisa saya pastikan hal ini kan membuat anda tidak lagi bersahabat dengan waktu, melainkan waktu serasa mengejar-ngejar anda.
            Dengan bersahabat dengan waktu, maka kita akan lebih bisa memahami akan pentingnya waktu dengan begitu kita alan lebih memaksimalkan waktu serta memanfaatkan wakti sebaik dan seefisien mungkin. Dan tidak kalah pentingnya dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin itu berarti kita sudah mensyukuri nikmat waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita semua.
            “Waktu adalah ibadah, maka niatkan apa yang akan kita lakukan sebagai ibadah karena dengan begitu Insyaallah apa yang kita lakukan akan bernilai ibadah”

Oleh    Riki  Sholikin Twitter @Rickyyy_23