Jumat, 11 Januari 2013

Jodoh Ditangan Tuhan



     Sebagai manusia yang sudah beranjak dewasa dan sudah mapan secara ekonomi pastilah menginginkan dirinya untuk segera menikah. Karena menikah adalah sunah Nabi SAW, dan itu berarti menikah adalah suatu kebaikan, jadi untuk melakukan sesuatu yang baik itu tidak perlu ditunda-tunda lagi. Bagi yang sudah siap menikah maka di sunahkan untuk mengsegerakan menikah  namun jika sudah siap untuk menikah namun belum ada calon yang dinikahi maka disunahkan untuk berpuasa, karena dengan begitu akan mencegah dari perbuatan zina. Perlu diketahui juga bahwa perbuatan zina adalah salah satu dosa besar.
Eits jangan pada kabur dulu, kali ini saya tidak akan bercerita tentang zina, karena dalam hal agama saya masih harus banyak belajar, jadi tetap lanjutkan untuk membaca artikel ini. Kali ini saya akan brcerita sedikit mengenai jodoh. Sebelum bercerita banyak hal tentang jodoh, mungkin diantara kita pasti lah pernah dengar dengan kata-kata “kalo emang jodoh nggak bakalan kemana” atau “Jodoh tak akan lari jika dikejar” dan yang lebih saya sukai adalah “jodoh itu ditangan Tuhan”. Dan tema kali ini adalah jodoh ditangan Tuhan, istilah kerenya Jodi.
Jodoh adalah salah satu rejeki besar yang diberikan oleh Tuhan kepada hanbanya. Seperti halnya dengan rejeki lainnya, jodoh juga memerlukan usaha jadi harus aktif bukan pasif. Dan tidak sedikit pula yang salah mengartikan tentang istilah jodoh ditangan Tuhan, sehingga mereka menganggap bahwa jodoh ditangan Tuhan sehingga mereka tidak mau usaha. Dan mereka beralasan “Toh jodoh uda ditentuin ama yang di atas jadi sudah saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan”. Sebenernya bukan begitu juga dalam memahami itu, memang pada dasarnya hidup manusia itu sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Namun dalam firmannya Allah juga memberitahu bahwa apa yang sudah digariskan oleh Allah (Nasib) masih bisa di ubah, bukankah Allah juga berfirman bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka yang mengubah dengan sendirinya. Itu artinya manusia wajib berusaha (aktif) tidak hanya menunggu atau pasrah(pasif) dengan apa yang sudah digariskan Allah karena ditakutkan itu bukanlah pasrah namun putus asa.
Sekali lagi manusia harus berusaha karena disamping apa yang sudah digariskan oleh Allah, usaha manusia juga ikut menentukan nasib manusia, setuju? Sepertinya halnya halnya untuk urusan jodoh, meski pada dasarnya Allah sudah menetapkan kapan kita akan dipertemukan jodoh kita, bukan berarti kita hanya duduk diam dan menunggu momen itu. Kita sebagai manusia wajib berusaha dalam menjemput jodohnya, ingat menjemput jodohnya bukan mencari. Mungkin ada yang bertanya kok menjemput bukan mencari? Emang sudah tahu calonnya? Sekali lagi jodoh itu dijemput bukan dicari, kalo mencari susah ketemunya kalo menjemput sudah ada tapi belum tentu mau atau tidak, hehehehe. Tapi itu benar menjemput jodoh dan saya tidak sedang salah ketik, kemudian bagaimana caranya? Caranya ialah dengan memantaskan diri, bukan memantaskan diri dihadapan manusia akan tetapi memantaskan diri dihadapan Allah. Karena Allah juga berfirman Bahwa yang baik itu hanya untuk yang baik dan yang keji hanya untuk yang keji. Itu artinya jika kita ingin jodoh yang baik untuk kita, maka jemput jodoh kita dengan memperbaiki amal kita. Dengan begitu Allah akan memberikan jodoh yang paling tidak sama dengan amal kita. Intinya ingin jodoh kita adalah orang yang baik, ya perbaiki dulu diri kita, setuju?
Saya jadi teringat dengan kata-kata seorang motivator, yaitu Ippho Santosa, ia berkata “Jodoh itu ditangan Tuhan, makanya kita harus minta kepada Allah. Kalo nggak dikasih? Ya makanya kita ambil biar cepet”. Saya sangat sependapat dengan pernyataan itu, bahwa pada dasarnya jodoh kita ada ditangan Tuhan,  maka kita harus berdoa kepada Allah agar diberikan jodoh yang terbaik bagi kita, selain berdoa kita juga harus berusaha dengan memantaskan diri dihadapanNya.
Sebagi penutup, Memang pada dasarnya nasib manusia sudah digariskan Oleh Allah SWt, namun demikian kita masih bisa mengubahnya agar yang seharusnya buruk berubah menjadi nasib baik, yaitu dengan berusaha untuk menjadi yang lebih baik, namun juga perlu diketahui apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah,dan sebaliknya apa yang menurut kita buruk, bisa jadi itu adalah yang terbaik bagi kita dan ingat bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi umatnya. Mari kita sama-sama belajar karena harus saya akui saya juga masih dalam proses belajar, namun tidak ada salahnya disamping saya belajar saya juga turut berbagi cerita.  Semoga bermanfaat.
“Jodoh Itu ditangan Tuhan, makanya kita minta pada Allah dengan banyak berdoa, jika belum dikasih-kasih? makanya kita harus ambil (Baca usaha)”  
(Oleh Riki Sholikin Twitter @Rickyyy_23)