Selasa, 08 Januari 2013

Langkah Kecil

     
            Hidup ini adalah sebuah proses yang harus kita lalui. Karena hidup adalah sebuah proses maka tidak jarang jika kita akan menemui kerikil kecil yang akan membuat hidup kita terjatuh ataupun batu besar yang memaksa hidup kita menjadi sedikit terhambat. Namun demikian baik itu kerikil kecil maupun batu besar yang menghadang dalam hidup kita, percayalah bahwa itu sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah itu pasti ada manfaatnya termasuk dalam bentuk ujian maupun musibah.
            Dalam proses hidup manusia pastilah berawal dari bayi, kemudian terus bertumbuh menjadi dewasa. Dalam proses menuju dewasa akan banyak hal yang ditemui, sehingga hal itulah yang membuat kita sebagai manusia harus terus belajar. Dan perlu kita ketahui segala proses hidup yang kita lalui selama ini tidak ada yang instan kecuali mie instan yang sering kita makan. Semua proses berjalan lambat tapi pasti dan itulah yang menginspirasi saya untuk menulis artikel ini.
            Seorang anak yang baru belajar berjalan tentu saja tidak akan langsung berlari, melainkan melaui tahap demi tahap seperti merangkak, kemudian berdiri, berjalan dengan bantuan orang lain, kemudian baru bisa berjalan sendiri, dan perlu diketahui proses tersebut dilalui secara bertahap. Begitulah proses dalam menjalani hidup ini semua itu berawal dari langkah kecil yang kadang tak seorang pun memperhatikan langkah kecil itu dan ketika sudah berada jauh didepan barulah orang lain menyadarinya. Dan apa yang orang lain katakana ketika kita sudah jauh didepan? Kenapa kamu dengan cepatnya sudah jauh didepan? Iya dengan gampangnya mereka mengucapkan kata “dengan cepatnya”, padahal semua itu berjalan dengan lambat namun terus melangkah dengan pasti. Seperti halnya jika kita bertemu dengan keponakan yang dulu masih kecil kemudian setelah beberapa tahun kemudian dipertemukan lagi, karena kita jarang memperhatikan sehingga apa yang kita bandingkan ialah awal kita bertemu dengan saat kita bertemu saat ini, tanpa menghitung sudah berapa lama jarak antara pertemuan pada awal dan saat ini.
            Perlu kita ketahui bahwa pentingnya sebuah langkah yang kecil, namun mampu membuat orang lain yang dulunya tidak pernah menghiraukan kita menjadi terkejut dengan kita yang sekarang sudah jauh berada didepan dan menganggap itu sebuah percepatan, padahal bukanlah sebuah percepatan akan tetapi hanyalah langkah kecil yang berjalan terus dengan pasti. Ketahuilah langkah-langkah kecil yang tidak pernah dihiraukan oleh orang lain itulah yang menjadikan kita jauh didepan.
            Sudah berulang kali dalam tulisan saya mengambil kutipan dari AA Gym, tentang 3 M, apakah ada yang masih ingat dengan isi 3M dari AA Gym? Kalo tidak ada yang inget coba buka lagi tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Tuhan Bukanlah Pemain Cadangan” pada bagian akhir tepatnya. Iya benar, salah salah satu isi dari 3 M tersebut ialah mulailah dari hal yang kecil, dan saya sangat setuju dengan hal itu dan sangat cocok dengan tema yang saya tulis saat ini, karena semua segala sesuatu tidak ada yang instan dan mau tidak mau kita harus melakukan langkah awal meski itu hanyalah langkah yang kecil.
            Kemudian masih ingatkah kita dengan kata-kata “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit?” tentu kata-kata itu sudah tidak asing lagi ditelinga kita, sejak SD kita sudah dicekoki dengan kata itu, namun kata itu tidak saya kaitkan dengan menabung akan tetapi akan saya kaitkan dengan tema kita saat ini. Yaitu sebuah langkah kecil lama-lama akan menjadi jauh, itu artinya langkah kecil yang dilakukan secara terus menrus dan pasti, lama-lama kita juga akan menempuh jarak yang jauh juga.
            Tunggu apa lagi mari kita lakukan langkah kecil untuk menggapai cita-cita kita, meski pada awalnya tidak ada yang menghiraukan kita dan meski ada yang menghiraukan kita pasti akan memandang rendah kita, namun kita harus tetap melanjutkan langkah kecil itu hingga orang-orang disekitar kita menyadari bahwa kita sudah ada jauh didepan dan apa yang mereka katakana? Iya, “bagaimana kamu bisa secepat itu?”
            Mari kita bersama-sama untuk memulai langkah kecil untuk menuju cita-cita atau impian kita masing-masing dan tetaplah konsisten dan berjalan dengan pasti. Dan mulai langkah kecil hari ini juga, dengan bagaimana? Iya, dengan bangun pagi. jika diantara kalian sudah membiasakan diri bangun pagi, tetaplah jaga kebisaan baik itu dan tingkatkan hal itu dengan mengisi hal-hal yang  berkualitas. Pada awalnya mungkin kita akan sulit untuk bangun pagi, dengan alasan “bangun pagi mau ngapain, hari ini kan tidak ada kuliah pagi”. Nah pertanyaannya adalah, apakah bangun pagi hanya untuk orang-orang yang kuliah pagi? Tidak juga kan? Sadar woy! Sebagai orang muslim itu diwajibkan untuk sholat subuh, sekarang sholat subuh dilakukan pagi atau siang? Pasti pagi, kalo siang itu namanya sholat dhuha. Itu artinya apa? Allah menempatkan sholat subuh sebagai salah satu sholat wajib agar manusia senantiasa bangun pagi dan mengingat Allah diwaktu pagi.  Masih kepengen bangun siang?
            Sekali lagi bangun pagi bukanlah untuk orang-orang yang kuliah pagi, biasakan dari sekarang untuk bangun pagi. Pada awalnya memang agak susah tapi itu akan menjadi biasa jika dilakukan setiap hari. Caranya bagaimana? Setelah bangun pagi dan sholat subuh biasakan untuk tidak tidur lagi, isi untuk hal-hal yang bermanfaat, misalnya bersih-bersih kamar, olahraga ringan atau sekedar baca buku. Banyak yang berpendapat bahwa waktu pagi itu adalah golden time untuk belajar. Tidak percaya? Tanya deh salah satu temen dikampus yang IPK nya diatas rata-rata, kapan dia belajar waktu akan ujian? Kebanyakan dari mereka adalah dini hari atau paling tidak habis subuh. Hal itu bukan tidak beralasan, karea habis tidur otak manusia itu sudah segar kembali, ibaratnya sudah diistirahatkan sehingga dengan mudah menerima informasi baru.
            Meski pada awalnya sulit, akan tetapi bukan berarti tidak bisa, hanya belum terbiasa. Semakin lama-kita melakukan sesuatu hal itu akan membuat kita menjadi terbiasa, seperti halnya dengan kebiasaan bangun pagi. Mari tunggu apa lagi, ayo kita mulai langkah kecil diawal hari kita, dengan bangun pagi dan yang terakhir ialah sampai jumpa di impian kita masing-masing.
Sebuah langkah kecil, mungkin itu awalnya tidak akan diperhitungkan oleh orang lain, namun demikian tetap lanjutkan langkah itu, dengan begitu suatu saat orang lain akan menyadari bahwa kita sudah jauh ada didepan”
Oleh Riki Sholikin Twitter @Rickyyy_23
Top of Form