Selasa, 04 Juni 2013

Pelajaran Dari Mengejar Layang-layang Putus

Gambar diunduh dari google image
            Suatu sore hari hari, saya sudah sangat lelah karena habis muter-muter di sebuah pasar antik, lho kenapa pasar antik? Bukan pasar tradisional atau pasar buah kek, soalnya saya mau cari keris, bukan sayur atau buah. Pada penasaran kenapa saya mencari keris? Atau ada yang ngira saya adalah orang kejawen yang percaya hal-hal yang mistis? Hehehe nggak lah, insya Allah saya muslim yang taat (semoga J) meski sholat kadang nggak pernah tepat waktu saya berusaha untuk tidak meninggalkan sholat lima waktu (wajib sob). Dan saya mencari keris hanya sekedar menemani teman saya yang kebetulan dia sangat suka dengan keindahan keris, karena menurutnya dalam ukiran keris itu ada sebuah makna didalamnya. Dan saya tidak tahu apa makna yang terdapat didalam keris tersebut, namun yang terpenting buat saya adalah keris tersebut tidak dipercayai akan mendatangkan keuntungan atau menolak bala atau apalah yang mengandung unsur-unsur kemusyrikan. Jadi mungkin alasan teman saya untuk mengoleksi keris adalah alasan keindahan dari ukiran yang terdapat pada keris tersebut.
            Setelah saya selesai muter-muter nyari keris, baru lah saya mampir kesebuah pasar tepatnya dipasar gedhe (orang solo pasti mengetahuinya) saya mencari ikan untuk mengisi akurium baru saya (baru minjem lebih tepatnya, hehehe). Jadi sekarang saya memiliki teman hidup saya berupa ikan-ikan kecil yang setidaknya mampu menemani waktu saya menjalani kesendirian saya di kosan.
            Singkat cerita ketika saya akan pulang saya merasa lapar dan saya bersama teman saya memutuskan untuk mampir di sebuah warung angkringan tempat biasa saya makan atau sekedar ngemil dan wedhangan. Pas saya lagi asyik makan tiba-tiba saya dikejutkan dengan suara teriakan kegembiraan anak-anak yang sedang bermain bersama. Hal tersebut membuat saya ingin tahu, apa yang sedang dilakukan anak-anak tersebut sehingga suasana Nampak gaduh dan ramai. Setelah saya lihat ternayata anak-anak tersebut sedang mengejar layang-layang yang jatuh karena terputus. Mereka mengejar layang-layang dengan penuh semangat dan dengan antusias meski terkadang mereka tidak mendapat apa-apa karena kalah berebut dengan anak-anak yang lain.
            Kejadian anak-anak yang sedang mengejar layang-layang tersebut membuat saya berpikir (padahal sok mikir) anak-anak tersebut begitu antusias mengejarnya, mereka yang mendapatkan layangan putus tersebut sangat gembira dan anak-anak yang lain yang tidak mendapatkan juga tidak ada wajah dendam karena gagal serta tidak berusaha untuk merusak atau merobek layangan yang didapat oleh temannya karena merasa jengkel atau iri, serta mereka juga masih tetap berusaha mendapatkan layang-layang yang putus dengan tetap menunggu apakah ada layangan lagi yang putus. Dari situlah saya mulai merenung ternyata dalam kejadian tersebut ada sebuah pelajaran yang dapat kita ambil dalam menjalani hidup ini.
            Pelajaran yang dapat kita ambil dari kejadian tersebut diantaranya ialah pertamaialah terdapat nilai sportifitas dalam kejadian tersebut. Seorang anak yang mendapatkan layangan putus meski dia melihat ekspresi kesenangan yang berlebihan kadang sedikit memaki yang gagal mendapatkan layangan putus, namun teman-teman yang gagal mendapatkan layangan tersebut tidak merasa jengkel ataupun iri, mereka bisa menerima meski mereka juga memiliki usaha yang sama ketika merebut layangan tersebut. Dan mereka juga tidak berusaha merusak atau merobek layangan yang didapatkan oleh temannya karena merasa jengkel dan iri. Kedua adalah semangat pantang menyerah, meski mereka telah gagal mendapatkan layangan mereka tidak putus asa dan masih semangat dalam menunggu dan mengejar layang-layang yang putus. Begitulah seharusnya dalam menjalani hidup ini, meski terkadang kita gagal dalam mencapai tujuan tertentu hendaknya kita tidak boleh putus asa atau putus harapan, apalagi kita merasa iri dengan rejeki orang lain, mending sifat iri atau dengki itu buang jauh-jauh karena itu tidak sehat bagi pikiran dan kesehatan kita Sob. Kita harus menyikapi kegagalan dengan percaya bahwa suatu saat Tuhan akan percaya pada kita bahwa kita layak mendapatkan apa yang kita inginkan, mungkin kita gagal karena kita belum layak mendapatkan itu semua, ingat dalam sebuah ayat (saya lupa ayat berapa, kalo nggak salah surah Al Baqoroh) bahwa apa yang terbaik menurut kita (manusia) belum tentu baik menurut Tuhan, karena Tuhan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi umatnya. Dan buanglah jauh-jauh prasangka buruk terhadap Tuhan.
             Ketiga, ialah mengenai kerja keras, anak-anak tersebut hanya mengingingkan layangan namun bisa kita lihat usaha yang dilakukan adalah dengan lari-lari serta balapan dengan teman-temannya, selain itu mereka juga berarti tanpa resiko mereka ada kemungkinan untuk terjatuh atau tertabrak kendaraan karena kadang mereka mengejar layangan dijalan. Ternyata hal itu mengajarkan kita bahwa jika kita ingin mendapatkan sesuatu maka kita harus kerja keras dan berusaha. Dan perlu kita ketahui bahwa anak kecil yang hanya menginginkan layangan saja perlu kerja keras apalagi kita yang menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar laying-layang? Apakah kita tidak malu sama anak-anak tersebut? Kita terkadang terbuai dalam lamunan atau khayalan bahwa sesuatu yang kita inginkan akan datang begitu saja tanpa melalui usaha apapun. Sudah saatnya kita bangun dari lamunan. Peristiwa anak kecil yang mengejar layang-layang tersebut seharusnya mampu memberikan isyarat kepada kita bahwa kerja keras itu harus.
            Keempat, yang keempat inilah yang membuat saya merenung, jika saya lihat gerombolan  anak-anak yang mengejar layang-layang dilihat dari segi ekonomi mereka adalah orang yang mampu, dan untuk anak-anak saat ini apalagi mereka adalah orang-orang yang tinggal diperkampungan saya yakin mereka masih punya uang untuk sekedar membeli layang-layang, soalnya uang jajan mereka perhari saja kurang lebih 5rb Cuma membeli layang-layang mungkin bisa dapet lima bahkan lebih, apalagi anak kecil kalo sudah mempunyai kemauan susah diganggu gugat. Dan orang yang mendapatkan layang-layang putus tersebut nampak bahagia. Dan hal itulah yang membuat saya tersadar, bahwa apa yang kita peroleh meski sesuatu yang kadang nilainya sangat kecil dimata orang lain namun diperoleh melalui sebuah proses kerja keras, usaha keras serta kadang harus bersaing dengan teman dekat kita namun justru hal kecil itulah yang membuat seseorang bahagia. Bisa jadi orang yang memiliki motor buntut tapi orang yang memilikinya sangat bahagia karena motor tersebut dibeli dengan jerih payah dan keringetnya  sendiri, lain halnya dengan orang yang berkendaraan model terbaru bahkan bukan cuma motor tapi mobil sekalian, mereka mungkin saja bisa bangga karena mereka bisa lebih dari pada yang teman-teman yang lainnya, namun siapa yang berani menjamin bahwa ia bahagia dengan mobil pemberian orang tuanya, nggak ada yang berani jamin kan? karena sebenarnya tidak ada yang bisa dibanggakan dari sesuatu yang diperoleh tanpa kerja keras.
            Tidak ada yang bisa dibanggakan dari sesuatu yang diperoleh tanpa kerja keras”
            Ternyata dari sekedar kejar-kejaran layangan putus banyak pelajaran yang dapat kita ambil. Ada sebuah nilai hidup dari kejadian mengejar layangan putus. Dan saya bersyukur ditengah berkembangnya permainan yang sudah mulai canggih dimana dunia computer sudah mulai berkembang termasuk dunia game. Akan tetapi permainan tradisional khususnya layang-layang masih eksis dari saya kecil hingga saya saat ini, meski lahan mereka untuk bermain sudah tidak ada namun mereka masih bisa bermain di jalan-jalan perkampungan dan terkadang layang-layang mereka tersangkut kabel listrik. Dan saya turut ternyata ada sekumpulan anak muda yang ditengah kesibukan mereka dalam menyelesaikan studinya masih peduli dengan permainan tradisional yang bisa dibilang hampir punah, komunitas tersebut adalah “Komunitas Anak Bawang” yang berada disolo, meski saya sendiri bisa dibilang tidak pernah bergabung dengan sebuah komunitas permainan tradisional tersebut secara langsung karena saya hanya tergabung dalam group di jejaring social seperti facebook dan twitternya, namun saya sangat apresiasi kepada mereka, masih muda namun mempunyai kepedulian terhadap permainan tradisional. Dan bagi kalian yang sempat membaca ini silakan gabung atau follow twitternya @AnakBawangSolo untuk tau lebih banyak atau pengen tau apa aja kegiatannya dan dimana lokasi biasanya ngumpul, hehehe (promosi terselubung).  
            Perlu kita ketahui bahwa itu hanya sekedar mengejar layang-layang putus namun banyak pelajaran yang bisa kita ambil, padahal masih banyak lagi permainan-permainan tradisional yang didalamnya memiliki nilai-nilai tentang hidup ini. Sekian pengalaman dan saya hanya berbagi, bukan berbagi duit pastinya, hehehe tetapi berbagai melaui tulisan ini, semoga bermanfaat dan selamat beraktifitas lagi.
Terima Kasih


Oleh Riki Sholikin Twitter @Rickyyy_23