Selasa, 30 Juli 2013

Si Jomblo

Salam Jomblo, . . ..
Halo Mblo.  . . , Begitu para teman-teman saya menyapaku. Mengapa dengan kata mblo? Yap itu karena saya memang masih jomblo alias nggak ada pacar dan nggak ada yang di gebet. Tapi ini bukan derita yang harus disesali karena hidup ini tak hanya melulu soal cinta. Masih banyak yang perlu dipikirin dan tidak harus tentang cinta. Jatuh cinta hak semua orang dan setiap orang berhak untuk mencintai serta dicintai akan tetapi hanya kaum-kaum jomblo seperti saya ini yang beruntung karena kaum jomblo hanya memiliki hak untuk mencintai seseorang tanpa dicintai seseorang*Ehh.  Mencintai dan tanpa dicintai oleh seseorang itu bukan pertanda kiamat sob, Jadi jangan diambil pusing, tapi diambil hikmahnya bukankah begitu kata para ustad? Ingat meski jomblo kita harus rajin beribadah, mengaji dan berbakti kepada orang tua. Jadinya besok dapat gelar jomblo masuk surge, hehehehe

Jomblo itu sebeneranya ada beberapa macam akan tetapi menurut saya jomblo itu ada dua macam yaitu yang pertama jomblo karena nasib dan jomblo karena martabat (Baca Jomblo Bermartabat). Nah mari bahas deh satu persatu biar kalian tahu sebenarnya kalian termasuk jomblo yang mana (bagi kalian yang masih jomblo). Pertama adalah jomblo karena nasib yaitu bagi kalian yang merasa sudah banyak usaha yang kalian lakukan untuk mendapatkan gebetan atau pacar namun hanya mencintai tanpa dicintai yang mereka dapatkan. Kalau kata Dewa 19 itu namanya cinya bertepuk sebelah tangan. Namun bagi kalian yang merasa uda gebet sana, gebet sini, nyepik sana, nyepik sini tapi kamu merasa usaha kamu sia-sia jangan berkecil hati, tapi sekali lagi ambil hikmahnya saja, mungkin kamu terlalu baik buat dia (Positif Thinking) atau malah sebaliknya kamu yang terlalu jelek buat dia, hehehehe pis (^-^)v.

Kemudian tipe jomblo yang kedua adalah jomblo yang bermartabat, secara fisik dia memang oke, perilaku oke, dompet pun juga oke punya. Terus mengapa ada seseorang seperti itu dibiarkan menjomblo apa nggak terlalu sayang kalo dikerubutin laler?hehehe. Eitss jangan salah namanya juga jomblo bermartabat dia jomblo bukan seperti orang-orang jomblo yang karena nasib melainkan karena jomblo uda menjadi prinsipnya. Iya mereka berprinsip namanya pernikahan itu nggak harus mengalami proses pacaran segala, namun dia juga tidak mengatakan tidak boleh pacaran lho, karena pacaran itu boleh-boleh saja tapi setelah menikah, jadi uda resmi lagi nggak dosa dan insyaALLAH malah berpahala. Setuju???

Sekarang jika kalian para wanita dihadapkan pada sebuah pilihan pasti saya yakin kalian semua pasti akan memilih para jomblo-jomblo bermartabat. Namun demikian bukan berarti jomblo karena nasib itu adalah orang-orang yang kurang baik lho, namun mereka hanya belum menemukan orang yang tepat disaat yan tepat dan ditempat yang tepat.

Sekali lagi jomblo bukanlah kutukan namun jomblo adalah sebuah pilihan hidup yang harus dilalui. Nah sekarang ada yang bilang saya uda usaha cari pacar dan nggak dapet –dapet, padahal saya tidak memilih untuk hidup menjomblo. Kemudian saya jawab dengan cenges-ngesan ya karena orang yang kamu mau jaidiin pacar milih hidup jomblo dari pada pacaran dengan kamu, hehehehe.

Sekarang marikita bayangkan jika anda adalah seorang wanita yang sedang dihadapkan pada dua pilihan cowok yang masing-masing memiliki criteria yang sama misalnya secara fisik hamper sama (sama guantengnya atau sama parahnya, hehehe) kemudian sikap dan perilakunya hamper sama, begitu juga isi dompetnya (baca hartanya) juga sama pula. Namun yang membedakan keduannya adalah yang satunya pernah pacaran dan yang satunya belum pernah pacaran dengan siapa pun. Kemudian mana yang akan kalian pilih??  Oke mungkin aka ada yang pilih orang yang pernah pacaran dan ada juga yang memilih orang yang tidak pernah pacaran namun emua itu tergantung agamu juga, hehehehe. Jika diibaratkan sebuah mobil apakah kalian lebih memilih mobil bekas atau mobil baru dimana mobil tersebut memiliki tipe yang sama?  Pasti kebanyak dari kalian lebih memilih mobil yang baru kan? Namun demikian keputusan ada ditangan kalian dan saya yakin pasti ada sebuah alasan yang mendasari kalian apakah kalian lebih memilih pria yang yang belum pernah pacaran (Jomblo bermartabat) atau orang yang sudah menikah.

Nah sekarang kalian termasuk orang yang mana??? Pilihan ditangan anda. Jomblo bukanlah suatu aib yang harus disembunyikan dan dirahasikan, jomblo bukan suatu penyakit yang harus diobati melainkan jomblo adalah sebuah pilihan hidup yang harus dijalani.  



Read more ...

Kamis, 25 Juli 2013

“Hom Pim Pah Alahium Gambreng”

Anak sedang bermain "Hom pim pah"
(Gambar diundiuh dari dipaksangeblog.blogspot.com)
“Hom Pim Pah Alahium Gambreng”
Kita semua yang pernah mengalami masa kecil khususnya kita yang lahir di tahun 90an atau bisa dibilang era sembilan puluhan. Ketika kita sedang bermain baik itu kejar-kejaran, petak umpet atau dalam bahasa jawa lebih sering disebut dengan “delikan” pasti diawal permainan akan di awali dengan “Hom pim pah alahium gambreng” dengan diikuti dengan membolak-balikan telapak tangan kemudian berhenti ketika sampai pada kata gambreng dan yang jumlahnya (telapak tangan bagian dalam atau luar) yang sedikit ia yang menang. Serta ada beberapa daerah juga yang menambahi dengan kata “Mpok Ipah pake baju rombeng”. Hom pim pah mungkin hanya sekedar tos buat menentukan siapa yang jaga atau bisa juga dikatakan untuk melakukan tos siapa yang menang dan siapa yang kalah serta yang kalah pasti jaga tentunya. Dan perlu diketahui bahwa Hom pim pah hanya bisa dilakukan ketika persertanya minimal terdiri dari tiga orang, karena jika hanya terdiri dari dua orang maka akan dilakukan “suit”. Dulu saya tidak begitu tahu apa makna dari kalimat “Hom pim pah alahium gambreng”.

Setelah saya mulai beranjak dewasa, kata “Hom pim pah alahium gambreng” sudah mulai tidak terdengar lagi, bahkan sudah sangat jarang sekali saya dengarkan di lingkungan sekitar saya, mengapa demikian? Hal itu terjadi karena sudah sangat jarang anak-anak bermain petak umpet atau kejar-kejaran, dan sekarang anak-anak lebih suka dengan permainan modern semacam play station (PS) atau mereka malah lebih asyik dengan menonton telivisi dan kebetulan untuk saat ini hampir setiap rumah memiliki telivisi sehingga tidak ada kesempatan untuk bermain dengan teman-temannya.

Setelah saya beranjak kuliah, saya diajak oleh salah satu teman saya untuk mengikuti sebuah seminar tentang permainan tradisional yang pembicaranya salah satunya adalah Zaini Alif, beliau adalah seorang peneliti permainan tradisional serta sering mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional yang sudah mulai punah. Kemudian saya tertarik untuk mengikutinya karena saya sebelumnya juga pernah melihat seminar Zaini Alif namun hanya lewqat video dari teman saya dan saya ingin melihatnya secara langsung.

Singkat cerita pada saat seminar dimana Zaini Alif sebagai pembicaranya beliau mengawali pembicaraannya dengan kata “Hom pim pah alahium gambreng” dan itu sudah menjadi ciri khas beliau sebelum memulai untuk mengisi seminar. Mendengar kata itu (Hom Pim pah alahium gambreng) saya dan mungkin hampir semua peserta seminar langsung teringat dengan masa kecilnya dan mulai bernostalgia dengan ingatan tentang masa kecilnya. Dalam seminar itu beliau menjelaskan apa sebenarnya makna dari kalimat “Hom pim pah alahium gambreng” ternyata menurut beliau kalimat itu memiliki arti yang sangat dalam. Kata “Hom pim pah alahium gambreng” berarti  dari Tuhan kembali ke Tuhan. Itu artinya ketika seorang mulai bermain Hom pim pah sebenarnya ia dalam hatinya sudah mempunyai pilhan apakah akan meilih membuka telapak tangan atau menutup telapak tangan, serta setelah itu ia menyerahkan hasilnya kepada Tuhan, apakah akan menang atau kalah itu adalah rahasia Tuhan, karena entah mengapa pada saat bermain itu tidak ada istilah loby-meloby layaknya anggota dewan kita yang terhormat sehingga dapat mengarahkan siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Makna Hom pim pah dari Zainin Alif mungkin menjelaskan berdasarkan kata dan cara bermainnya, dalam hal ini saya agak berbeda dalam menafsirkan mengenai makna dari permainan Hom pim pah. Saya mencoba untuk mengambil  makna dari permainan ini (Hom pim pah alahium gambreng) dalam permainannya setelah kalimat gambreng diucapkan semua bersama-sama menentukan pilihan apakah akan membuka tangan (putih) atau menutup telapak tangan (hitam) dan dalam aturannya entah itu hitam atau putih yang paling sedikit adalah pemenangnya. Hal itu menunjukan bahwa minoritas lah yang menjadi pemenangnya. Kemudian saya tarik penafsiran itu dalam kehidupan disekitar saya, di Indonesia etnis china atau tionghoa adalah kaum minoritas namun dalam etos kerjanya kebanyakan dari mereka adalah berdagang, atau setidaknya memiliki toko dari pada kerja kantoran atau ikut orang lain, mereka tetap bekerja dengan gigih karena ia sadar bahwa ia adalah kaum minoritas sehingga ia harus menunujukan kemampuannya agar ia diakui. Sehingga tidak jarang hampir diseluruh dunia orang-orang etnis tionghoa menjadi orang sukses dan bisa menguasai perekonomian dimana ia manjadi orang minoritas, meski tidak semua orang tinghoa yang merantau sukses semua, namun kebanyakan menjadi orang yang sukses.

Lebih jauh lagi saya teringat dengan hadist Nabi Muhammad SAW, saat itu saya sedang melihat film sang pencerah ada salah satu murid dari KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah)  menyampaikan kutipan yang di ambil dari salah satu hadist “ Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Maka berbahagialah orang yang diasingkan tersebut (HR Muslim)” . yang perlu digaris bawahi ialah kata berbahagialah orang yang diasingkan, jika kita kaitkan dengan permainan hom pim pah tadi, maka sesuai dengan aturan mainnya bahwa orang yang asing atau minoritas adalah orang yang menang (bahagia).

Kemudian ada lagi, masih berasal dari hadist Nabi SAW juga, hadistnya berbunyi “Bahwasannya Rosululloh SAW pernah bersabda bahwa sungguh umatku nanti akan menjadi 73 golongan, 1 golongan akan masuk surga dan 72 golongan akan masuk neraka, kemudian seorang sahabat bertanya siapa yang masuk surga itu ya Rosulalloh? Rosul menjawab yaitu orang-orang yang menghidupkan sunahku  dan para sahabtaku”. Sekarang kita kaitkan lagi dengan permainan hom pim pah bahwa golongan minoritas lah yang menang dimana hanya ada 1 golongan yang akan masuk surga sedangkan 72 golongan (mayoritas) termasuk golongan yang kalah (masuk neraka)

Ternyata di dalam permainan Hom Pim Pah Alahium Gambreng menyimpan banyak makna. Namun demikian dalam memahai ini kita tidak boleh sesuka hati kita, yang saya maksud golongan minoritas adalah orang yang tetap berbuat serta berakhlak baik meski ia berada di lingkungan yang buruk, dengan kata lain ia tetap menjaga akhlak baiknya, menjaga agamanya meski ia berada pada lingkungan yang penuh dengan kemaksiatan. Ingat bahwa Nabi diturunkan oleh Allah pada situasi yang berbeda-beda namun kebanyakan dari nabi diturunkan pada tempat yang penuh dengan kemaksiatan serta penuh kekafiran, sehingga sebagai orang minoritas pilihan Allah Swt ia diutus untuk merubah akhlak mereka sehingga menjadi orang-orang yang berada di jalan Allah.

Sebagai penutup meski keadaan kita sebagai orang yang minoritas asalkan kita masih dalam jalurNya (jalan Allah) maka berusahalah untuk konsisten sebagai minoritas, jika kita tidak bisa mengubah lingkungan mayoritas minimal kita tidak boleh terpengaruh oleh lingkungan mayoritas yang kebanyakan jauh dari agama. Saya tidak mengatakan bahwa semua tempat hanya menoritas lah yang baik namun itu hanya beberapa tempat saja karena pembahasan ini lebih saya tujukan pada orang yang berada di lingkungan yang mayoritas jauh pada agama. Jika diantara kita semua telah berada dalam lingkungan mayoritas memiliki ketqwaan terhadap Allah misalnya di lingkungan pesantren atau majelis ilmu (pengajian) dll patut kita syukuri karena dengan begitu kita akan lebih bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita semua terhadap Allah Swt. Sekian dari saya semoga bermanfaat J

Terima kasih  

Oleh Riki Sholikin (Twitter @Rickyyy_23)                  
Read more ...

Selasa, 23 Juli 2013

Puisi

Puisi ini sebenarnya pernah saya posting di blog lama saya, namun sekedar untuk merefresh lagi saya reblog lagi. Puisi tentang “tangisan kerinduan” saya reblog lagi sebegai nostalgia saya dengan teman lama saya karena bagaimana pun juga dia sampai sekarang masih tetap menjadi teman saya, iya sampai kapanpun, tidak peduli apakah ia masih menganggap teman atau tidak, masih ingat saya atau tidak.

Dan perlu diketahui bahwa teks asli (udah kaya teks proklamasi aja) masih terpasang di kamar kos saya.  Saya berusaha untuk menuliskan dalam blog ini dengan font yang sama dengan aslinya.


“Tangisan Kerinduan”
Indahnya Waktu Bersamamu
Tapi Kini Hanyalah Sebuah Mimpi
Dibenakku Masih Ada Dirimu
Kau Takkan Pernah Tergantikan DIhati Ini                                 

Sekarang Aku Hanya Sendirian
Bersama Kenangan-kenangan Manismu
Tak Dapat Kutahan Tangis Ini
Tangis Rindukan Cintamu Kembali

Kini Hanyalah Sedih Yang Kurasakan
Dan Rasanya Aku Ingin Menangis
Saat Teringat Kata-kata Itu
Aku Hanya Ingin Kembali
Kembali Mengisi Hatimu Kasih
(C.r.z.p.p)

Puisi tersebut dibuat oleh seseorang, lebih tepatnya pada kelas dua SMA yang lalu, kebetulan Orang yang membuat puisi tersebut beda sekolah akan tetapi kami sering berpapasan dijalan. Bisa dibilang yang membuat puisi tersebut adalah seseorang yang pernah dekat denganku, meski sekarang dia sudah jauh meninggalkanku dengan banyak pertanyaan, dan pertanyaan-pertanyaan itu sangat membuatku tak nyaman dan sukar untuk melupakannya. Tidak ada yang salah dalam perjalananku dengannya karena dengan begini aku dan dia mungkin bisa menjadikan pelajaran dan menambah kita menjadi orang yang lebih dewasa.
Emang harus aku akui awalnya aku tidak terima dengan keputusannya, namun jika dipikir-pikir banyak hikmahnya juga dari kejadian itu. Saya berusa mengambil positif dari kejadian itu. Saya kadang berpikir mungkin ini jalan Tuhan agar aku sadar bahwa pada dsarnya kita tidak bisa bersatu karena suatu alasan yang mendasar, yaitu perbedaan agama. Membangun hubungan yang serius mungkin itu hanya sebuah lelucon mengingat usiaku dengannya pada saat itu baru sekitar 17 tahun. 
Bukan bermaksud untuk mengingat kembali saat-saat bersamamu, akan tetapi setidaknya aku pernah belajar banyak hal padamu tentang bagaimana aku bisa memahami orang lain, bagaimana aku harus bersikap dengan orang lain, seta banyak hal yang kau berikan kepadaku.
Sekarang dia sudah bahagia dengan pilihannya, dan aku hanya bisa berdoa agar dirimu selelu diberi kesehatan dan semoga apa yang kamu cita-citakan dapat  tercapai.


“Dari Sahabat Untuk mu “C “(^o^)v
Read more ...

TIKUS KECIL

Tidak seperti biasanya pagi ini saya setelah sahur langsung  tidur lagi karena malam harinya saya merasa tidur saya kurang nyenyak dan secara kuantitas mungkin hanya sekitar 2 jam, padahal paginya saya harus bangun lagi untuk santap sahur. Saya memaksakan diri saya untuk tidur lagi setelah sahur, karena pada saat itu saya sebenarnya tidak merasa ngantuk namun karena paginya saya harus mengantar simbah untuk kontrol ke dokter lagi ya kira-kira hampir membutuhkan waktu sekitar setengah hari karena harus mengantri banyak dan perjalanan juga lumayan jauh. Meski setelah sahur saya tidur lagi namun saya masih bisa bangun sekitar jam 5 pagi, sehingga saya masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah sholat subuh tapi saya melewatkan sholat subuh berjamaah.

Pagi itu saya langsung mandi dan mempersiapkan segala keperluan untuk menuju ke rumah sakit di daerah klaten untuk mengantar kontrol simbah. Segala yang dibutuhkan sudah saya bawa termasuk motor juga sudah saya panasi sehingga tinggal berangkat. Perjalanan menuju kerumah sakit membutuhkan sekitar satu jam perjalanan karena saya tidak berani ngebut karena membawa simbah yang sudah tua, takutnya simbah saya malah senam jantung di jalan, hehehe

Satu jam telah berlalu dan perjalanan lumayan lancar. Setelah saya mulai masuk ke halaman rumah sakit, saya di hentikan oleh petugas parkir. Karena yang mau masuk ke rumah sakit lumayan banyak sehingga antrian lumayan banyak dan petugas parkir agak kewalahan. Sambil menunggu antrian saya mulai melihat-lihat disekita saya, dan saya melihat dikaca tempat petugas parkir mencatat nomor kendaraan ada semacam tarif parkir, yaitu parkir kendaraan roda dua Rp 1.500 dan untuk roda empat Rp 2.500 dan masih ada tarif untuk bus dan mobil box namun saya tidak begitu memperhatikan.

Melihat tarif parkir yang di patugas parkir bagian depan saya tidak begitu memperdulikan, karena tarif parkir segitu adalah tarif yang wajar karena pihak pengelola parkir berani memberikan garansi jika kehilangan akan diganti sehingga mampu membuat  pengunjung rumah sakit merasa lebih aman dengan kendaraannya.

Waktu berjalan dengan cepat, meski mendapat antrian nomor 26 untuk periksa dan konsultasi dengan dokter namun hal tersebut berjalan dengan cepat, mungkin ini hikmah dari puasa, meski lama menunggu dan terkadang rasa kantuk kerap menghampiri namun saya tidak merasa bosan karena hal ini saya lakukan untuk berbakti kepada simbah saya yang sangat sayang terhadap cucunya, termasuk saya sendiri sebagai salah satu cucunya.

Waktu menunjukan pukul 10.45 dan Alhamdulilah cuaca berawan dan agak mendung sehingga jalanan jogja solo tidak begitu panas, saya langsung mengambil motor dan bergegas untuk pulang. Setelah sampai di pintu keluar ada petugas parkir yang sedang bertugas untuk mengecek kartu parkir dan sekaligus membayar biaya parkir. Di pintu belakang agak ramai sehingga saya sesekali melihat kiri kanan untuk mengatasi rasa bosan. Ada sebuah pemandangan yang aneh yang saya lihat, saya melihat daftar biaya parkir di kaca tempat petugas parkir meminta biaya di tutup dengan plester sehingga tidak seperti pada tempat petugas parkir bagian depan yang masih terlihat jelas berapa tarif parkir untuk berbagai macam kendaraan. Saya masih ingat betul bahwa tarif untuk parkir kendaraan roda dua yaitu Rp 1.500. 

Antrian semakin dekat dan sebentar lagi giliran saya untuk membayar parkir saya, namun ada yang aneh dengan petugas parkirnya yaitu petugas parkirnya menarik biaya parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 2.000 padahal seharusnya hanya Rp 1.500. Saya agak mulai curiga dengan petugas parkirnya, kemudian pas giliran saya, saya menyakan “berapa Pak, untuk dua motor? (untuk motor saya dan motor kakak saya) Tukang parkir itu menjawab “Rp 4.000 Mas”. Kemudian sambil memberikan uang lima ribuan saya menanyakan kembali untuk mempertegas “ Empat ribu atau tiga ribu Pak?” tanpa berkata apa-apa Bapak tukang parkir memberikan kembalian kepada saya dua ribu rupiah, padahal saya sering melihat kalau tukang parkir tersebut memberlakukan tarif Rp 2.000. setelah itu saya langsung tancap gas untuk pulang.

Sesampai di rumah kakak saya bertanya kepada “berapa tarif parkir tadi? (Owh iya sebelumnya saya sudah sering bolak-bolak untuk mengantar kontrol namun untuk biaya parkir biasanya kakak saya yang bayar, dan untuk tadi siang kebetulan saya yang membayar) Saya menjawab “Saya kasih lima ribu, Sebelum saya bayar saya tanya dulu katanya empat ribu terus saya tanyakan lagi tiga ribu atau empat ribu terus dia kasih kembalian dua ribu” kemudian kakak saya menjawab “Aku biasanya kalo bayar empat ribu terus wie, tak kasih lima ribu kembalinya seribu terus” kemudian saya jawab “lha pas masuk ke rumah sakit aja, aku liat tarifnya untuk sepeda motor Cuma Rp 1.500 kok jadi kalo dua motor ya berarti Rp 3.000 lah.

Kejadian tentang tukang parkir yang menyalahgunakan profesinya sebagai penagih biaya parkir untuk meminta biaya lebih dari yang seharusnya padahal tarif hanya Rp 1.500 namun petugas parkir dengan seenaknya menarik biaya parkir kepada pengguna jasa parkir dengan menaikan sebesar lima ratus rupiah sehingga pengguna parkir harus membayar sebesar Rp 2.000. Pada dasarnya petugas parkir hanya mengambil lima ratus rupiah tiap kendaraan, namun perlu diketahui bahwa setiap harinya ada seribu lebih kendaraan yang keluar masuk, sehingga bisa kita hitung berapa ratus ribu yang akan mereka kantongi dalam sehari?
Jika kita lihat jauh ke belakang, banyak pejabat-pejabat kita yang terlibat kasus korupsi, mungkin dari pejabat itu hanya menerima suap atau sengaja menyelewengkan uang rakyat hanya sekitar 2% dari nilai proyek, namun perlu diketahui jika nilai proyek itu katakanlah 1 Triliyun, berapa 2% nya? Kurang lebih 20 Milyar bukan?

Mungkin kita selama ini terlalu menganggap sesuatu yang kecil meski itu adalah tindakan yang bisa di bilang tindakan yang melanggar hukum atau bisa dibilang korupsi kecil adalah sesuatu yang wajar, dan kita tidak mau peduli apa yang akan terjadi jika korupsi-korupsi kecil tersebut dibiarkan seperti halnya tukang parkir yang nakal dengan korupsi sebesar lima ratus rupiah kepada tiap pengguna jasa parkir.

Tukang parkir yang nakal mungkin hanyalah tikus-tikus kecil yang doyan korupsi uang recehan, namun jika dibiarkan terus menerus tikus kecil tersebut akan menjelma menjadi tikus besar bahkan menjadi tikus raksasa jika diberi jabatan serta kondisi dan situasi sangat mendukung untuk melakukan tindak korupsi. Bagaimana tidak akan menjadi tikus yang besar, sebagai tukang parkir saja yang ternyata memiliki kesempatan dan kondisi mendukung untuk melakukan tindak korupsi atau bisa dikatakan sebagai penipuan dan itu hanya bernilai lia ratus rupiah, apalagi jika ia diberi kesempatan atau amanah menjadi pejabat, bukan uang recehan lagi yang ia kumpulkan mungkin bisa jutaan atau bahkan milyaran rupiah dengan mencuru uang rakyat.

Bukannya saya pelit, kemudian saya menulis ini, karena tiap kali parkir saya harus membayar Rp 2.000 padahal seharusnya saya hanya bayar Rp 1.500. Sekali lagi saya rela, bahkan sangat rela hanya sekedar merelakan uang lima ratus rupiah. Namun bukan begitu caranya, apa yang dilakukan oleh oknum tukang parkir tersebut adalah cara yang tidak baik, ia menjadi tikus-tikus kecil yang korupsi uang-uang receh, yang mungkin bagi sebagian orang uang lima ratus rupiah sudah tidak berarti lagi dimatanya. Saya hanya merasa kasihan jika uang-uang receh yang mereka kumpulkan dengan cara yang tidak baik dari pengguna jasa parkir dan uang tersebut digunakan untuk menafkai keluarganya. Perlu diketahui bahwa hal tersebut tidak dibenarkan oleh agama manapun, dan dalam agama islam telah mengajarkan bahwa doa orang yang memakan barang haram termasuk rejeki yang diperoleh dengan cara yang haram, 40 hari doanya tidak diterima.

Tak henti-hentinya saya berpikir tentang kasus korupsi yang terjadi di negeri ini, mereka orang-orang yang menghujat koruptor dengan sesuka hatinya, bahwa koruptor itu layak dihukum mati, koruptor itu biadab lebih hina dari pada tikus-tikus got, apakah orang yang menghujat para koruptor tersebut jika di hadapkan pada kondisi dan situasi dimana ia memiliki peluang untuk korupsi, apakah ia juga akan tergoda untuk korupsi? Sederhana saja, ternyata seorang tuklang parkir saja, dan saya yakin jika tukang parkir yang suka mengambil uang receh pengguna jasa parkir tersebut jika ditanyai mengenai koruptor mereka akan menghujatnya matian-matian, namun apa yang terjadi? Mereka ternyata melakukan hal yang sama dengan koruptor ketika diberi ksesempatan untuk mengambil uang yang nilainya hanya sebesar lima ratus rupiah saja, ia juga tergoda untuk mengambilnya kan?

Sudah waktunya kita bangun negera ini sebagai negara anti korupsi, kita tunjukan bahwa kita peduli bahwa kita adalah generasi muda yang peduli dengan kemajuan bangsa ini, yaitu dengan menegur tikus-tikus kecil yang doyan dengan uang recehan seperti si tukan parkir nakal. Jika kita mengetahui adanya tikus-tikus kecil disekitar kita hendaknya kita untuk menegurnya bahwa apa yang dilakukannya adalah perbuatan yang tidak dibenarkan.

Sebagai penutup perlu kita ketahui bahwa tukang parkir nakal yang saya sebut sebagai tikus kecil bukan berarti semua tukang parkir nakal, namun tikus kecil yang doyan uang recehan tersebut adalah salah oknum tukang parkir yang nakal. Dan saya yakin bahwa diluar sana masih banyak tukang parkir yang sangat jujur dan bekerja dengan ikhlas serta bisa di bilang orang yang taat, karena pada dasarnya mereka bekerja untuk mencari nafkah untuk keluarga. Namun saya juga tidak bisa memungkiri bahwa diluar sana masih banyak tikus-tikus kecil yang berkeliaran yang pelakunya adalah oknum-oknum petugas yang melakukan pungutan liar (pungli) baik di pasar-pasar, kantor-kantor kelurahan dan kecamatan serta masih banyak terjadi di instansi pemerintahan terutama untuk instansi pelayanan publik. Dan sekali lagi kita tidak boleh menilai bahwa semua pejabat pemerintah yang melakukan pungli dan saya yakin pejabat yang melakukan opungli hanya beberapa oknum saja, dan masih ada yang jujur. Tegur tikus-tikus kecil itu sebelum ia akan tumbuh menjadi besar.


Terima kasih J
Read more ...

Sabtu, 20 Juli 2013

TUyul atau mbak YUL?


Pagi yang indah ini nampak tak seperti biasa karena entah sudah sadar atau bagaimana aku menjadi agak lebih rajin dari pada biasanya. Biasanya aku bangun dengan disambut oleh teriknya panas matahari akan tetapi untuk pagi ini sangat special seperti nasi goreng tapi ini telurnya nggak cuma satu melainkan telurnya dobel karena saking sangat special. Dan mengapa itu sangat special karena untuk pertama kalinya saya bangun menyambut matahari, selain itu pagi-pagi sehabis sholat subuh saya tidak tidur lagi akan tetapi meluangkan waktu untuk jalan-jalan sebentar disekitar rumah.
Oh iya jika membahas tentang bangun pagi pasti semua orang ingat lagu yang sering dinyanyikan oleh anak-anak TK atau Paud yang katanya dapat mendidik anak agar selalu bangun pagi. Dan lagu itu adalah salah satu liriknya berbunyi  “ Bangun tidur kuterus mandi tidak lupa menggosok gigi” menurutku itu tidak mendidik karena itu menunjukan si anak tidak pernah TPA (Hahahaha), maka aku punya inisiatif biar keliatan mendidik dan sangat religius biar tahu aku dulu juga sempet TPA meski aku di DO gara-gara melebihi umur maksimal. (<= untuk yang ini tidak untuk dicontoh, hahahaha). Setelah saya pikir-pikir lirik yang pantas biar kelihatan kalo anak sering TPA adalah “ Bangun tidur kuterus Wudhu tidak lupa Sholat Subuh” (kalo nggak pantes dipatesin aja lah yang penting maknanya ,=> Ngeles).
Bangun pagi adalah sebuah kebisaan yang baik dan harus diturunkan dari generasi ke generasi maka itulah mengapa ALLAH menempatkan salah satu cara berkomunikasi denganNya yaitu melalui Sholat Shubuh dan dikerjakan sebelum matahari terbit. Karena itu pasti ada manfaatnya kenapa kita harus bangun pagi. Untuk mengetahui apa saja manfaat Tanya kepada dokter untuk dari segi kesehatannya, kalo saya yang jelas manfaatnya nggak pernah yang namanya telat masuk kuliah (<= anak rajin).
Kenapa ini malah bahas bangun pagi? Kembali ke topic permasalahan setelah saya bangun pagi saya jalan-jalan disekitar rumah kemudian ada segerombolan ibu-ibu yang sedang asyik bercengkerama (baca ngrumpi) dan saya perhatikan seksama, saya observasi dengan modal yang saya dapatkan di mata kuliah Psikodoagnostik 1 yaitu observasi ( perlu digaris bawahi mata kuliah Psikodiagnostik saya dapat nilai B) saya melihat obrolan yang sangat serius. Mereka ternyata sedang mengobrolan tentang tuyul, iya tuyul. Dan tuyul kali ini hanya tuyul saja bukan tuyul dan mbak yul seperti judul sinetron zaman dahulu kala. Sebagai orang yang berpendidikan dan orang yang beragama ( kali ini saya serius) saya adalah orang yang tidak mempercayai hal ini namun jika ada orang yang masih mempercayai hal itu jangan dikucilkan dan kita tidak boleh menilai bahwa orang tersebut adalah orang yang kolot atau orang yang sangat primitif karena semua itu tergantung “agamamu” juga. Dari pembicaraan segerombolan ibu-ibu tersebut saya beranikan diri saya untuk bertanya tentang apa yang sedang meraka bicarakan. “Maaf ibu saya mau bertanya maka ijinkan saya bertanya kepada kalian, sedang apa kalian wahai ibu-ibu?”. “Apakah kalian sebagai ibu sudah menjalankan apa yang menjadi tugas kalian?” Maka ada salah satu dari beberapa ibu tersebut menjawab “Hai anak muda apakah engkau tidak tahu tentang kabar dari keluarga ibu Painem ?”. “ Maaf dengan segala hormat ibu, yang saya tahu adalah bahwa ibu painem adalah adik dari bapaknya istri ke tiga ibu Tukijo, ada apa dengan gerangan?” sahut saya. Ibu itu menjawab, “apakah kamu kenal dengan orang itu wahai pemuda?” kemudian dengan sangat terkejut saya menjawab pastilah saya tahu karena dia adalah pembantu yang sangat setia dikeluargaku. Apa yang sebenarnya terjadi?” Sambil menarik nafas dalam-dalam ibu tersebut mendekatiku dan menjelaskan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, “ Painem baru saja kehilangan uangnya dan kemungkinan diambil Tuyul. Saya kaget, mengapa ada yang berpikiran seperti itu apa jangan-jangan di alam ghaib nggak ada sekolahan tuyul kali ya? Emang sekaya apa sih ibu painem dia hanya sebagai pembantu setia dan saya tahu betul berapa gajinya. Jika saya ketemu tuyulnya akan kutanyakan kenapa tidak menyuruh di tempat majikannya saja yang jelas-jelas berduit dari pada di tempat ibu painem. Sayangnya saya tidak mempercayai tuyul apa lagi untuk menemuinya.
Sebelum melanjutkan cerita ini sebelumnya saya ingin bertanya, apakah ada sebagian dari kita yang masih mempercayai hal-hal yang magis sperti fenomen tuyul?. jika ada yang masih percaya maka saya akan mencoba menjelaskna secara nalar saya dan insyaALLAH saya akan menjelaskan dengan nalar dan logika saya mengapa saya tidak mempecayai hal itu.
Pertama, pernahkah kalian semua mendengar tentang kasus-kasus pencurian, perampokan, serta kasus korupsi di hari ini? Jika ada orang yang menjawab “tidak”. Maka sudah dapat dipastikan, pasti dia tidak mempunyai telivisi atau dia pasti anak kos yang isi kamarnya hanya buku-buku kuliah sama fotokopian materi kuliah, masih mending mau baca koran diwarung, baca materi kuliah aja cuma pas mau belajar kalo ada ujian saja. (Bukan nyindir). Kenapa saya menanyakan hal itu? Sekarang saya tidak akan langsung menjawab akan tetapi saya akan kembali bertanya. Apakah perbuatan mencuri, merampok dan korupsi adalah perbuatan yang dosa?. Pasti jawabannya semua sepakat termasuk palakunya, bahwa semua tindakan itu adalah perbuatan yang dosa kecuali orang yang dulu nggak pernah TPA. Kemudian saya akan kembali kepada anda apakah tindakan mencuri, merampok atau korupsi itu penuh resiko? Pasti, semua tindakan tersebut penuh resiko bahkan nyawa pun jadi taruhannya. Kemudian satu pertanyaan lagi, apakah hasil dari mencuri, merampok dan korupsi besar hasilnya? Mungkin untuk mencuri dan merampok masih kecil jika dibandingkan dengan korupsi akan tetapi hasil dari perbuatan tersebut tidak pasti. Jika tuyul itu ada mengapa orang-orang yang melakukan tindakan pencurian, perampokan kemudian korupsi? Mengapa mereka yang katanya sangat gila harta tidak memilihara tuyulsaja, kemudian menyuruh tuyul-tuyulnyamencuri ditempatnya pengusaha-pengusaha kelas kakap atau kalu tidak suruh ambil uang di bank saja yang sudak dipastikan disitu tempat berkumpulnya uang. Toh juga sama-sama dosa dan yang jelas minim resiko serta hasilnya juga menjanjikan. Pernahkan anda berpikir hal itu? Dan masihkan anda percaya pada tuyul? Jika anda bertanya kepada saya apakah saya percaya pada tuyul maka sesuai dengan jawaban sebelumnya pasti akan saya jawab dengan lantang “TIDAK” selama ada kasus korupsi, pencurian, perampokan meraja-lela saya tetap pada keyakinan saya bahwa saya TIDAK mempercayai hal itu.
Kedua jika tuyulitu benar-benar ada pasti pemenang WMM (Wirausaha Muda Mandiri) bukan berasal dari kalangan pengusaha kreatif seperti Saptuari (Beliau adalah Bosnya kedai digital). Akan tetapi akan dimenangkan seorang peternak atau pengembak biak dengan omset milyaran rupiah perhari dan dalam kurang dari waktu satu tahun akan menjadi orang terkaya didunia. Orang tersebut ialah seorang peternak dan pengembang biak tuyul. Dan saya sebagai orang pertama yang akan melakukan itu, karena modalnya dikit tapi untung melimpah (hehehe Becanda). Intinya jika masih ada orang yang mengeluarkan keringat untuk mencari uang saya tidak mempercayai adanya tuyul, karena pada dasarnya manusia maunya kerja bentar atau bahkan tidak bekerja tetapi uang terus mengalir.
Ketiga, apakah anda mengetahui berapa jumlah total hutang Indonesia di bank dunia? Saya pastikan hanya beberapa orang yang tahu, soalnya ngutang ke temen sendiri saja lupa apalagi sok-sok’an peduli dengan Negara kita ini. (nyindir diri sendiri). Katakan saja sekian trilliun atau sekian milyar dolar AS. Namun apa yang dilakukan pemerintah untuk melunasi utang-utang Negara? Salah satunya adalah pajak dari seluruh masyarakat Indonesia. Kalau tuyul itu ada mengapa presiden nggak bikin satu menteri lagi yang ngurusi pajak pendapatan bagi para tuyul biar cepet lunas thu utang-utangnya. Kalau mau lebih kejam lagi kenapa tidak mengerahkan semua tuyul yang ada dipelosok negeri ini dari sabang sampai merauke buat mencuri uang yang ada di bank dunia terus uangnya buat lunasi utang-utang Negara kita ini. Nah sekarang masih percaya pada tuyul?
Jika kamu masih percaya pada tuyul untuk yang keempat mungkin akan membuat anda mengoreksi lagi keyakinan anda tentang tuyul. Masih ingatkah dikepala kalian tentang penyiksaan TKI oleh majikannya yang bekerja di luar negeri? Atau yang baru-baru ini tentang pemerkosaan TKW Indonesia yang dilakukan oleh oknum polisi di Malaysia? Nah itulah potret tentang betapa sulitnya mecari uang hingga merantau ke negeri orang meski hanya sebgai pembantu atau buruh tapi mereka sangat terkesan dengan gaji yang besar dari pada kerja di dalam negeri. Dan perlu anda ketahui bahwa para TKI dan TKW yang bekerja diluar negeri dijuluki sebagai pahlawan devisa. Karena pajak yang didapat pemerintah sangat besar. Jika tuyulitu ada saya sangat yakin mereka yang bekerja diluar negeri sebagai TKI atau TKW akan lebih memilih dirumah duduk manis pelihara tuyul dari pada susah-susah bekerja.
Kemudian bagi yang beragama karena saya adalah seorang muslim saya akan menanyakan kepada mereka yang muslim, apakah kalian pernah mendengar atau membaca dalam riwayatnya maupun dalam Al-Quran ada yang menyebutkan tentang tuyul? Saya rasa tidak ada, kemudian atas dasar apa anda mempercayai hal itu? Tanyakan pada diri anda sendiri.
Kemudian mengapa tuyulhanya popular di Indonesia sedangkan diluar negeri tidak popular? Hal ini tidak lain karena factor budaya yang berpengaruh terhadap kepercayaan-kepercayaan yang berbau mistis seperti ini. Dan karena merupakan suatu budaya mereka beranggapan bahwa budaya adalah sesuatu hal yang harus dilestarikan jadi tidak heran hingga saat ini ada disuatu daerah yang mempercayai bahkan menjadi perkampungan tuyul.
Beginilah potret masyarakat yang terjadi di Indonesia yang terlalu gampang menilai orang jika ada orang yang kelihatan kaya mereka selalu beranggapan bahwa mereka kaya karena memelihara tuyul. Padahal mereka hanya iri mengapa mereka bisa kaya, namun demikian inilah hidup, hidup ini penuh dengan keseimbangan ada kaya ada juga yang miskin, ada sedih ada bahagia, ada duka ada bahagia. Bisa dibayangkan jika hidup ini tidak seimbang maka tidak akan interaksi dengan sesame manusia mereka karean pada dsarkan manusia saling membutuhkan, orang kaya juga butuh orang lain begitujuga orang miskin juga butuh orang  kaya maka akan terciptalah suatu keseimbangan hidup.
Kembali lagi ke percakapan saya dengan sekumpulan ibu-ibu tadi setelah ibu-ibu tadi mendengarkan penjelasan saya mengapa saya tidak percaya pada tuyul semua ibu-ibu hanya memandang saya penuh kebingungan. Setelah beberapa saat datanglah mbak yul. Mabk yul adalah anak dari ibu painem yang baru saja dari pasar kemudian semua ibu-ibu member yahu bahwa uang ibunya baru saja telah dicuri oleh tuyul. Mendengar berita tersebut dengan sedikit tertawa mbak yul malah senyum-senyum sendiri. Kemudian salah satu ibu memberanikan diri untuk bertanya “mbak yul, denger berita kalo ibunya baru saja di curi uangnya malah senyum-senyum sendiri?”. Dengan sedikit menahan senyum mbak yul menjawab “lha wong yang ambil duitnya ibu itu saya buat belanja ke pasar soalnya ibu tadi masih tidur takut ganggu jadi saya langsung ambil saja”… kemudian semua gerombolan ibu-ibu tanpa hitungan aba langsung bilang Oooooo…….. mirip paduan suara. Jadi apa yang tadi diomongin bukan diambil tuyul tapi diambil mbak Yulll.

Sekian cerita dari saya ada kurangnya jangan ditagih, jiak ada lebihnya tolong dikembalikan………….. TAMAT.
Read more ...

Saling (Menuntut) Menghormati

Pada awal puasa tahun ini seperti pada tahun-tahun yang sebelumnya terjadi perbedaan dalam menentukan awal ramadhan, ada yang berkeyakinan tanggal satu ramadhan jatuh pada tanggal 9 juli 2013 dan ada juga yang berkeyakinan jatuh pada tanggal 10 juli 2013. Saya melihat bahwa umat muslim khususnya di indonesia sudah mulai dewasa dalam menyikapi perbedaan tersebut, karena mungkin sudah paham betul bahwasannya perbedaan tersebut terjadi karena masing-masing meiliki dasar yang kuat.
Jangankan secara nasional untuk wilayah yang paling kecil saja juga terjadi perbedaan dalam awal puasa, dikeluarga saya, saya dan sepupu saya yang kebetulan tinggal satu atap dengan saya memilih untuk puasa pada tanggal 10 sedangkan saya sudah memantapkan hati untuk puasa pada tanggal 9. Namun kita semua tidak saling mempermasalahkan hal itu serta tidak menganggap drinya paling benar.

Saya yakin terjadinya perbedaan dalam menentukan awal puasa tidak menjadi masalah bagi umat muslim, karena kita semua tahu bahwa sejak jaman Rosulullah SAW juga pernah terjadi perbedaan pendapat. Dan orang-orang yang mempermasalahkan tentang perbedaan ini adalah orang-orang yang berasal dari kalangan nonmuslim yang tidak senang dengan perkembangan orang muslim serta ingin memecah belah umat muslim dengan memperbesar isu-isu semacam ini. Namun hal itu semoga saja hanya pendapat saya saja dan sebenarnya semua manusia baik dari umat muslim itu sendiri maupun dari kalangan nonmuslim sama-sama saling menghargai.

Untuk toleransi umat beragama indonesia mungkin termasuk negara yang paling toleran, hal itu di tandai dengan diterimanya penghargaan oleh Presiden RI yaitu Presiden SBY sebagai kepala negara yang mampu menciptakan toleransi antar umat beragama. Meski hal itu beberapa kali menjadi headline news beberapa media di telivisi dan media cetak di Indonesia tentang layakkah Presiden SBY menerima penghargaan tersebut, mengingat masih adanya kasus-kasus atau konflik-konflik yang berbau agama semacam kasus Ahmadiyah dan Syiah yang kemarena-kemaren pernah menjadi pembahasan di seluruh media di indonesia. Hal tersebut harus menjadikan Presiden lebih cepat dalam menyikapi persoalan-persoalan tersebut karena dengan begitu Presiden mampu menunjukan kepada masyarakat luas bahwasanannya beliau layak mendapatkan penghargaan itu.

Masalah-masalah nasional bukanlah menjadi titik tolak pembahasan tulisan ini, karena ilmu saya masih jauh kurang dari kata kurang. Saya masih dalam proses belajar dalam memahai apa yang sedang terjadi dalam negeri ini, sehingga permasalaha-permasalahan di awal hanyalah sebagai pendahuluan dalam tulisan ini.

Kata saling menghargai selama menjalankan ibadah puasa ini sering saya dengar tanpa ada yang tahu apa sebenarnya arti dari kata “saling menghargai”. Saling menghargai adalah salah satu bentuk kata yang menuntuk kedua belah pihak harus sama-sama menghormati satu sama lain bukan hanya satu pihak saja yang harus menghormati sedang pihak lain tidak.

Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang berjalan-jalan dengan temannya saya, ketika itu cuaca memang lagi panas, untuk orang-orang yang baru berpuasa yang ada di pikirannya adalah nanti jika buka, pertama kali yang ia minum adalah es buah atau minuman dingin lainnya yang menyegarkan. Pada saat yang bersamaan ada seseorang yang sedang melintas didepan kami dan orang tersebut sambil membawa esbuah yang sesekali ia menghirupnya, bagi yang lagi berpuasa mungkin hanya mampu membayangkan kesegarannya saja. Kemudian teman saya yang kebetulan berpuasa berkata dengan saya dengan agak  keras dengan maksud menyindir orang yang membawa es buah tersebut. “enak ya, yang lagi nggak puasa, panas-panas gini membawa es terus di minum sesuka hatinya tanpa memperdulikan kalo ini bulan ramadhan, nggak tau apa? Kalo disini banyak yang lagi puasa”. Saya tahu benar bahwa teman saya berniat untuk menyindir orang lewat barusan, saya sedikit melirik kepada orang baru saja lewat tersebut, ia hanya melemparkan senyum. Saya kemudian memberikan nasehat kepada teman saya agar sabar mungkin itu ujian untuk puasa kit hari ini.

Pada saat perjalanan pulang saya mulai berpikir apa yang salah dengan kejadian tersebut, apakah orang yang tidak berpuasa wajib menghormati atau menghargai orang yang lagi berpuasa? Kemudian bagaimana dengan hak mereka? Apakah kita yang lagi berpuasa juga telah menghormati hak mereka yang tidak berpuasa? Ternyata saya merasa bahwa selama ini kita terlalu egois, kita hanya menuntut orang lain yang tidak berpuasa untuk selalu menghormati orang yang lagi berpuasa, namun kita tidak menghormati mereka yang tidak berpuasa, karena selain mereka yang tidak berpuasa adalah orang-orang yang nonmuslim karena memang tidak berkewajiban mereka untuk berpuasa, bisa juga orang yang tidak berpuasa adalah orang-orang yang muslim namun sedang berhalangan atau tidak berpuasa dengan alasan yang dibenarkan oleh agama.

Sudah sepatutnya kita sebagai muslim untuk berbuat baik kepada siapa pun baik itu sesama muslim maupun nonmuslim dan sudah sepantasnya kita untuk menghormati mereka semua, kita tidak boleh menuntut orang lain untuk menghormati kita namun kita tidak menghormati orang lain, dan kita seharusnya menghormati orang lain tanpa memperdulikan apakah orang lain akan membalas hal sama pada kita dengan menghormati kita juga.

Puasa adalah ibadah kepada Allah dan mengharap ridhlo dari Allah, bukan pada manusia, jadi apakah iman kita runtuh dan kita langsung membatalkan puasa hanya dengan kepengin orang lain yang makan minum didepan kita? Tidak juga kan? Perlu kita ketahui makna puasa sebanarnya bukanlah menahan haus dan lapar, jika puasa hanyalah menahan haus dan lapar maka hewan pun juga bisa berpuasa, tinggal dikandang dan dikandang tersebut tidak diberi makan dan minum. Puasa yang sebenarnya adalah menahan hawa nafsu pada diri kita, berpuasa adalah proses belajar untuk mengendalikan hawa nafsu kita sendiri karena musuh terbesar kita semua adalah hawa nafsu.

Semoga dengan menjalankan ibadah puasa ini kita semua mampu menjadi orang yang bertaqwa, karena pada dasarnya tujuan dari ibadah puasa di bulan ramadhan ini adalah menjadikan kita semua orang-orang yang bertaqwa sesuai dengan yang tercantum dalam surat Al Baqaroh ayat 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas  orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
Selamat menjalankan ibadah puasa semoga kita semua menjadi orang yang bertaqwa

Oleh Riki Sholikin (twitter @Rickyyy_23)


Read more ...

Ada Cahaya Dirumah Sakit

Pagi itu tidak seperti pagi-pagi biasanya saya dapat bangun lebih awal dari pada biasanya. Saya bangun kurang lebih pukul setengah empat, berhubung belum memasuki sholat shubuh saya menyempatkan sholat tahajud dan saya tutup dengan sholat witir. setelah sholat witir selesai saya lohat jam baru menunjukan pukul empat lebih dan saya melihat Al quran yang tergeletak di atas meja, kemudian hati saya tergugah untuk membaca Al quran sembari menanti adzan shubuh. Lantunan ayat-ayat suci Al quran mengema di kamar kos yang hanya berukuran 3 x 3. Saya merasa hari itu adalah hari yang sangat tenang semua saya lalui tanpa ada beban.

Setelah beberapa saat terdengarlah adzan subuh saya langsung mengakhiri membaca ayat-ayat Al quran dan langsung mengambil air wudhlu lagi serta sholat fajar 2 rekaat di kos, kenapa sholat fajar dikos dan tidak sekalian di masjid? Karena saya ingat betul pada saat kajian bahwa sebaik-baiknya sholta sunah itu dirumah, sedangkan sebaik-baiknya sholat wajib adalah di masjid. Setelah sholat fajar, saya langsung bergegas ke masjid, dan seperti biasanya jamaah sholat shubuh kurang dari satu shaf dan kurang lebih hanya 6 orang.
Singkat cerita setelah saya selesai sholat shubuh saya, langsung kembali ke kos dan menonton televisi untuk mengisi kegiatan luang di pagi hari, setelah beberapa saat terdengarlah suara ringg tone dari handphone saya ternyata sms dari kakak saya, isi pesan tersebut adalah saya disuruh untuk segera pulang pagi itu juga dan tanpa memberikan alasan atau sebab mengapa saya diharuskan pulang pagi itu juga. Kemudian saya langsung telpon balik kakak saya untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dirumah, ternyata simbah kakung saya sakit dan dirawat di RSST Klaten, setelah beberapa saat kemudian Om saya juga menelpon saya dan menyuruh pulang pada pagi itu juga, akhirnya pagi itu juga saya pulang ke rumah Om saya yang berada di boyolali dan bareng kerumash sakit bersama-sama.

Setelah sampai rumah sakit saya langsung ketempat simbah dirawat untuk memastikan apa yang sedang dialami simbah, ternyata sakitnya simbah adalah sakit mata, yang dulu-dulu dianggap hanya sebagai sakit mata biasa, ternyata mengalami pendarahan sehingga nampak simbah saya seperti nangis darah, dan ada seseorang yang bilang bahwa bola matanya lepas serta ada juga yang bilang bahwa bola matanya pecah, namun yang jelas simbah harus segera dilakukan tindakan operasi.
Jadwal operasi sudah di tentukan dan semua dari dokter dan anastesi sudah siap namun ada satu hal yang menyebabkan simbah harus ditunda operasinya yaitu kondisi tekanan darah simbah terlalu tinggi serta simbah sudah berusia tua kurang lebih 80 tahun sehingga dokter tidak berani untuk melakukan tindakan. Meski sempat ditunda Alhamdulillah operasi dapat berjalan lancar dan tinggal melakukan perawatan untuk memulihkan kondisi simbah pasca operasi.

Selama merawat simbah pasca operasi ada banyak cerita di rumah sakit, namun dari sekian cerita tersebut hanya satu yang membuat hatu saya tersentuh, yaitu waktu saya jalan-jalan disekitar rumah sakit saya melihat bahwa di rumah sakit tersebut tidak ada mushola kecil namun adanya hanya masjid yang lumayan besar namun letaknya dibelakang rumah sakit sehingga jaraknya lumayan jauh dengan ruang rawat inap. Saya melihat ada ruangan dipojok dan itu hanya ruangan kosong ada ibu-ibu yang sedang melakukan sholat. Perlu diketahui bahwa ruangan itu bukanlah smushola namun ahnya ruangan yang berada di pojokan. Saya perhatikan ruangan itu sangat jarang sekali yang melakukan sholat, kemudian saya memberanikan diri untuk meminjam sajadah untuk sholat juga. Setelah sholat akhirnya saya punya kesempatan untuk berbincang-bincang dengan beliau, bahwa beliau sedang menunggu bapaknya yang sedang sakit kulit karena alah obat atau alergi saya juga tidak begitu paham masalah penyakit. Saya perhatikan ibu tersebut sangat telaten dalam merawat bapaknya, tanpa ada rasa canggung sedikit pun, dan saya perhatikan keluarga dari ibu-ibu tersebut adalah termasuk orang yang taat beribadah, karena saya perhatikan baik itu yang nunggu maupun orang yang sakit sedikit sekali orang yang melakukan sholat dan bisa dibilang hampir semua yang ada disana tingkat kesadaran beragamanya kurang, namun ada keluarga ibu-ibu tadi yang membuat saya merasa iri dengannya. Dalam keadaan seperti itu beliau selalu sholat tepat waktu sedangkan saya juga sama-sama menunggu pasien terkadang masih menunda-nunda sholat, dan satu yang membuat saya merinding waktu saya menemui bapak dari ibu-ibu tadi yaitu yang sedang sakit, beliau melakukan sholat meski terbaring ditempat tidur, dan saya baru menemui orang seperti itu dirumah sakit pada saat itu.

Dalam hati saya sempat bertanya bahwa masih ada orang-orang yang masih tetap istiqomah menjalankan ibadah meski dalam keadaan sakit, sedangkan saya? Yang masih diberi kesehatan serta diberi nikmat sempat namun terkadang masih sering menunda-nunda sholat, sholat yang menjadi tiang agama, namun kita sering menunda-nunda sholat kita, apakah akan kokoh agama kita? Sholat yang pada dasarnya adalah kunci surga sedangkan kita masih sering menunda-nunda, apakah yang kita inginkan adalah Allah menunda-nunda kita semua masuk surga? Inilah yang harus kita semua renungkan, terkadang Allah memberikan cobaan kepada kita agar kita dapat menjadi orang yang lebih bertaqwa. Mari kita semua perbaiki sholat kita, karena sholat adalah tiang agama, sholat adalah kunci surga, dan salah satu fungsi dari sholat seperti yang disebutkan dalam Al quran bahwa sholat mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga keberkahan ramadhan menghampiri kita semua.


Oleh Riki Sholikin (Twitter @Rickyyy_23)


Read more ...