Sabtu, 20 Juli 2013

Saling (Menuntut) Menghormati

Pada awal puasa tahun ini seperti pada tahun-tahun yang sebelumnya terjadi perbedaan dalam menentukan awal ramadhan, ada yang berkeyakinan tanggal satu ramadhan jatuh pada tanggal 9 juli 2013 dan ada juga yang berkeyakinan jatuh pada tanggal 10 juli 2013. Saya melihat bahwa umat muslim khususnya di indonesia sudah mulai dewasa dalam menyikapi perbedaan tersebut, karena mungkin sudah paham betul bahwasannya perbedaan tersebut terjadi karena masing-masing meiliki dasar yang kuat.
Jangankan secara nasional untuk wilayah yang paling kecil saja juga terjadi perbedaan dalam awal puasa, dikeluarga saya, saya dan sepupu saya yang kebetulan tinggal satu atap dengan saya memilih untuk puasa pada tanggal 10 sedangkan saya sudah memantapkan hati untuk puasa pada tanggal 9. Namun kita semua tidak saling mempermasalahkan hal itu serta tidak menganggap drinya paling benar.

Saya yakin terjadinya perbedaan dalam menentukan awal puasa tidak menjadi masalah bagi umat muslim, karena kita semua tahu bahwa sejak jaman Rosulullah SAW juga pernah terjadi perbedaan pendapat. Dan orang-orang yang mempermasalahkan tentang perbedaan ini adalah orang-orang yang berasal dari kalangan nonmuslim yang tidak senang dengan perkembangan orang muslim serta ingin memecah belah umat muslim dengan memperbesar isu-isu semacam ini. Namun hal itu semoga saja hanya pendapat saya saja dan sebenarnya semua manusia baik dari umat muslim itu sendiri maupun dari kalangan nonmuslim sama-sama saling menghargai.

Untuk toleransi umat beragama indonesia mungkin termasuk negara yang paling toleran, hal itu di tandai dengan diterimanya penghargaan oleh Presiden RI yaitu Presiden SBY sebagai kepala negara yang mampu menciptakan toleransi antar umat beragama. Meski hal itu beberapa kali menjadi headline news beberapa media di telivisi dan media cetak di Indonesia tentang layakkah Presiden SBY menerima penghargaan tersebut, mengingat masih adanya kasus-kasus atau konflik-konflik yang berbau agama semacam kasus Ahmadiyah dan Syiah yang kemarena-kemaren pernah menjadi pembahasan di seluruh media di indonesia. Hal tersebut harus menjadikan Presiden lebih cepat dalam menyikapi persoalan-persoalan tersebut karena dengan begitu Presiden mampu menunjukan kepada masyarakat luas bahwasanannya beliau layak mendapatkan penghargaan itu.

Masalah-masalah nasional bukanlah menjadi titik tolak pembahasan tulisan ini, karena ilmu saya masih jauh kurang dari kata kurang. Saya masih dalam proses belajar dalam memahai apa yang sedang terjadi dalam negeri ini, sehingga permasalaha-permasalahan di awal hanyalah sebagai pendahuluan dalam tulisan ini.

Kata saling menghargai selama menjalankan ibadah puasa ini sering saya dengar tanpa ada yang tahu apa sebenarnya arti dari kata “saling menghargai”. Saling menghargai adalah salah satu bentuk kata yang menuntuk kedua belah pihak harus sama-sama menghormati satu sama lain bukan hanya satu pihak saja yang harus menghormati sedang pihak lain tidak.

Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang berjalan-jalan dengan temannya saya, ketika itu cuaca memang lagi panas, untuk orang-orang yang baru berpuasa yang ada di pikirannya adalah nanti jika buka, pertama kali yang ia minum adalah es buah atau minuman dingin lainnya yang menyegarkan. Pada saat yang bersamaan ada seseorang yang sedang melintas didepan kami dan orang tersebut sambil membawa esbuah yang sesekali ia menghirupnya, bagi yang lagi berpuasa mungkin hanya mampu membayangkan kesegarannya saja. Kemudian teman saya yang kebetulan berpuasa berkata dengan saya dengan agak  keras dengan maksud menyindir orang yang membawa es buah tersebut. “enak ya, yang lagi nggak puasa, panas-panas gini membawa es terus di minum sesuka hatinya tanpa memperdulikan kalo ini bulan ramadhan, nggak tau apa? Kalo disini banyak yang lagi puasa”. Saya tahu benar bahwa teman saya berniat untuk menyindir orang lewat barusan, saya sedikit melirik kepada orang baru saja lewat tersebut, ia hanya melemparkan senyum. Saya kemudian memberikan nasehat kepada teman saya agar sabar mungkin itu ujian untuk puasa kit hari ini.

Pada saat perjalanan pulang saya mulai berpikir apa yang salah dengan kejadian tersebut, apakah orang yang tidak berpuasa wajib menghormati atau menghargai orang yang lagi berpuasa? Kemudian bagaimana dengan hak mereka? Apakah kita yang lagi berpuasa juga telah menghormati hak mereka yang tidak berpuasa? Ternyata saya merasa bahwa selama ini kita terlalu egois, kita hanya menuntut orang lain yang tidak berpuasa untuk selalu menghormati orang yang lagi berpuasa, namun kita tidak menghormati mereka yang tidak berpuasa, karena selain mereka yang tidak berpuasa adalah orang-orang yang nonmuslim karena memang tidak berkewajiban mereka untuk berpuasa, bisa juga orang yang tidak berpuasa adalah orang-orang yang muslim namun sedang berhalangan atau tidak berpuasa dengan alasan yang dibenarkan oleh agama.

Sudah sepatutnya kita sebagai muslim untuk berbuat baik kepada siapa pun baik itu sesama muslim maupun nonmuslim dan sudah sepantasnya kita untuk menghormati mereka semua, kita tidak boleh menuntut orang lain untuk menghormati kita namun kita tidak menghormati orang lain, dan kita seharusnya menghormati orang lain tanpa memperdulikan apakah orang lain akan membalas hal sama pada kita dengan menghormati kita juga.

Puasa adalah ibadah kepada Allah dan mengharap ridhlo dari Allah, bukan pada manusia, jadi apakah iman kita runtuh dan kita langsung membatalkan puasa hanya dengan kepengin orang lain yang makan minum didepan kita? Tidak juga kan? Perlu kita ketahui makna puasa sebanarnya bukanlah menahan haus dan lapar, jika puasa hanyalah menahan haus dan lapar maka hewan pun juga bisa berpuasa, tinggal dikandang dan dikandang tersebut tidak diberi makan dan minum. Puasa yang sebenarnya adalah menahan hawa nafsu pada diri kita, berpuasa adalah proses belajar untuk mengendalikan hawa nafsu kita sendiri karena musuh terbesar kita semua adalah hawa nafsu.

Semoga dengan menjalankan ibadah puasa ini kita semua mampu menjadi orang yang bertaqwa, karena pada dasarnya tujuan dari ibadah puasa di bulan ramadhan ini adalah menjadikan kita semua orang-orang yang bertaqwa sesuai dengan yang tercantum dalam surat Al Baqaroh ayat 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas  orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
Selamat menjalankan ibadah puasa semoga kita semua menjadi orang yang bertaqwa

Oleh Riki Sholikin (twitter @Rickyyy_23)