Sabtu, 20 Juli 2013

TUyul atau mbak YUL?


Pagi yang indah ini nampak tak seperti biasa karena entah sudah sadar atau bagaimana aku menjadi agak lebih rajin dari pada biasanya. Biasanya aku bangun dengan disambut oleh teriknya panas matahari akan tetapi untuk pagi ini sangat special seperti nasi goreng tapi ini telurnya nggak cuma satu melainkan telurnya dobel karena saking sangat special. Dan mengapa itu sangat special karena untuk pertama kalinya saya bangun menyambut matahari, selain itu pagi-pagi sehabis sholat subuh saya tidak tidur lagi akan tetapi meluangkan waktu untuk jalan-jalan sebentar disekitar rumah.
Oh iya jika membahas tentang bangun pagi pasti semua orang ingat lagu yang sering dinyanyikan oleh anak-anak TK atau Paud yang katanya dapat mendidik anak agar selalu bangun pagi. Dan lagu itu adalah salah satu liriknya berbunyi  “ Bangun tidur kuterus mandi tidak lupa menggosok gigi” menurutku itu tidak mendidik karena itu menunjukan si anak tidak pernah TPA (Hahahaha), maka aku punya inisiatif biar keliatan mendidik dan sangat religius biar tahu aku dulu juga sempet TPA meski aku di DO gara-gara melebihi umur maksimal. (<= untuk yang ini tidak untuk dicontoh, hahahaha). Setelah saya pikir-pikir lirik yang pantas biar kelihatan kalo anak sering TPA adalah “ Bangun tidur kuterus Wudhu tidak lupa Sholat Subuh” (kalo nggak pantes dipatesin aja lah yang penting maknanya ,=> Ngeles).
Bangun pagi adalah sebuah kebisaan yang baik dan harus diturunkan dari generasi ke generasi maka itulah mengapa ALLAH menempatkan salah satu cara berkomunikasi denganNya yaitu melalui Sholat Shubuh dan dikerjakan sebelum matahari terbit. Karena itu pasti ada manfaatnya kenapa kita harus bangun pagi. Untuk mengetahui apa saja manfaat Tanya kepada dokter untuk dari segi kesehatannya, kalo saya yang jelas manfaatnya nggak pernah yang namanya telat masuk kuliah (<= anak rajin).
Kenapa ini malah bahas bangun pagi? Kembali ke topic permasalahan setelah saya bangun pagi saya jalan-jalan disekitar rumah kemudian ada segerombolan ibu-ibu yang sedang asyik bercengkerama (baca ngrumpi) dan saya perhatikan seksama, saya observasi dengan modal yang saya dapatkan di mata kuliah Psikodoagnostik 1 yaitu observasi ( perlu digaris bawahi mata kuliah Psikodiagnostik saya dapat nilai B) saya melihat obrolan yang sangat serius. Mereka ternyata sedang mengobrolan tentang tuyul, iya tuyul. Dan tuyul kali ini hanya tuyul saja bukan tuyul dan mbak yul seperti judul sinetron zaman dahulu kala. Sebagai orang yang berpendidikan dan orang yang beragama ( kali ini saya serius) saya adalah orang yang tidak mempercayai hal ini namun jika ada orang yang masih mempercayai hal itu jangan dikucilkan dan kita tidak boleh menilai bahwa orang tersebut adalah orang yang kolot atau orang yang sangat primitif karena semua itu tergantung “agamamu” juga. Dari pembicaraan segerombolan ibu-ibu tersebut saya beranikan diri saya untuk bertanya tentang apa yang sedang meraka bicarakan. “Maaf ibu saya mau bertanya maka ijinkan saya bertanya kepada kalian, sedang apa kalian wahai ibu-ibu?”. “Apakah kalian sebagai ibu sudah menjalankan apa yang menjadi tugas kalian?” Maka ada salah satu dari beberapa ibu tersebut menjawab “Hai anak muda apakah engkau tidak tahu tentang kabar dari keluarga ibu Painem ?”. “ Maaf dengan segala hormat ibu, yang saya tahu adalah bahwa ibu painem adalah adik dari bapaknya istri ke tiga ibu Tukijo, ada apa dengan gerangan?” sahut saya. Ibu itu menjawab, “apakah kamu kenal dengan orang itu wahai pemuda?” kemudian dengan sangat terkejut saya menjawab pastilah saya tahu karena dia adalah pembantu yang sangat setia dikeluargaku. Apa yang sebenarnya terjadi?” Sambil menarik nafas dalam-dalam ibu tersebut mendekatiku dan menjelaskan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, “ Painem baru saja kehilangan uangnya dan kemungkinan diambil Tuyul. Saya kaget, mengapa ada yang berpikiran seperti itu apa jangan-jangan di alam ghaib nggak ada sekolahan tuyul kali ya? Emang sekaya apa sih ibu painem dia hanya sebagai pembantu setia dan saya tahu betul berapa gajinya. Jika saya ketemu tuyulnya akan kutanyakan kenapa tidak menyuruh di tempat majikannya saja yang jelas-jelas berduit dari pada di tempat ibu painem. Sayangnya saya tidak mempercayai tuyul apa lagi untuk menemuinya.
Sebelum melanjutkan cerita ini sebelumnya saya ingin bertanya, apakah ada sebagian dari kita yang masih mempercayai hal-hal yang magis sperti fenomen tuyul?. jika ada yang masih percaya maka saya akan mencoba menjelaskna secara nalar saya dan insyaALLAH saya akan menjelaskan dengan nalar dan logika saya mengapa saya tidak mempecayai hal itu.
Pertama, pernahkah kalian semua mendengar tentang kasus-kasus pencurian, perampokan, serta kasus korupsi di hari ini? Jika ada orang yang menjawab “tidak”. Maka sudah dapat dipastikan, pasti dia tidak mempunyai telivisi atau dia pasti anak kos yang isi kamarnya hanya buku-buku kuliah sama fotokopian materi kuliah, masih mending mau baca koran diwarung, baca materi kuliah aja cuma pas mau belajar kalo ada ujian saja. (Bukan nyindir). Kenapa saya menanyakan hal itu? Sekarang saya tidak akan langsung menjawab akan tetapi saya akan kembali bertanya. Apakah perbuatan mencuri, merampok dan korupsi adalah perbuatan yang dosa?. Pasti jawabannya semua sepakat termasuk palakunya, bahwa semua tindakan itu adalah perbuatan yang dosa kecuali orang yang dulu nggak pernah TPA. Kemudian saya akan kembali kepada anda apakah tindakan mencuri, merampok atau korupsi itu penuh resiko? Pasti, semua tindakan tersebut penuh resiko bahkan nyawa pun jadi taruhannya. Kemudian satu pertanyaan lagi, apakah hasil dari mencuri, merampok dan korupsi besar hasilnya? Mungkin untuk mencuri dan merampok masih kecil jika dibandingkan dengan korupsi akan tetapi hasil dari perbuatan tersebut tidak pasti. Jika tuyul itu ada mengapa orang-orang yang melakukan tindakan pencurian, perampokan kemudian korupsi? Mengapa mereka yang katanya sangat gila harta tidak memilihara tuyulsaja, kemudian menyuruh tuyul-tuyulnyamencuri ditempatnya pengusaha-pengusaha kelas kakap atau kalu tidak suruh ambil uang di bank saja yang sudak dipastikan disitu tempat berkumpulnya uang. Toh juga sama-sama dosa dan yang jelas minim resiko serta hasilnya juga menjanjikan. Pernahkan anda berpikir hal itu? Dan masihkan anda percaya pada tuyul? Jika anda bertanya kepada saya apakah saya percaya pada tuyul maka sesuai dengan jawaban sebelumnya pasti akan saya jawab dengan lantang “TIDAK” selama ada kasus korupsi, pencurian, perampokan meraja-lela saya tetap pada keyakinan saya bahwa saya TIDAK mempercayai hal itu.
Kedua jika tuyulitu benar-benar ada pasti pemenang WMM (Wirausaha Muda Mandiri) bukan berasal dari kalangan pengusaha kreatif seperti Saptuari (Beliau adalah Bosnya kedai digital). Akan tetapi akan dimenangkan seorang peternak atau pengembak biak dengan omset milyaran rupiah perhari dan dalam kurang dari waktu satu tahun akan menjadi orang terkaya didunia. Orang tersebut ialah seorang peternak dan pengembang biak tuyul. Dan saya sebagai orang pertama yang akan melakukan itu, karena modalnya dikit tapi untung melimpah (hehehe Becanda). Intinya jika masih ada orang yang mengeluarkan keringat untuk mencari uang saya tidak mempercayai adanya tuyul, karena pada dasarnya manusia maunya kerja bentar atau bahkan tidak bekerja tetapi uang terus mengalir.
Ketiga, apakah anda mengetahui berapa jumlah total hutang Indonesia di bank dunia? Saya pastikan hanya beberapa orang yang tahu, soalnya ngutang ke temen sendiri saja lupa apalagi sok-sok’an peduli dengan Negara kita ini. (nyindir diri sendiri). Katakan saja sekian trilliun atau sekian milyar dolar AS. Namun apa yang dilakukan pemerintah untuk melunasi utang-utang Negara? Salah satunya adalah pajak dari seluruh masyarakat Indonesia. Kalau tuyul itu ada mengapa presiden nggak bikin satu menteri lagi yang ngurusi pajak pendapatan bagi para tuyul biar cepet lunas thu utang-utangnya. Kalau mau lebih kejam lagi kenapa tidak mengerahkan semua tuyul yang ada dipelosok negeri ini dari sabang sampai merauke buat mencuri uang yang ada di bank dunia terus uangnya buat lunasi utang-utang Negara kita ini. Nah sekarang masih percaya pada tuyul?
Jika kamu masih percaya pada tuyul untuk yang keempat mungkin akan membuat anda mengoreksi lagi keyakinan anda tentang tuyul. Masih ingatkah dikepala kalian tentang penyiksaan TKI oleh majikannya yang bekerja di luar negeri? Atau yang baru-baru ini tentang pemerkosaan TKW Indonesia yang dilakukan oleh oknum polisi di Malaysia? Nah itulah potret tentang betapa sulitnya mecari uang hingga merantau ke negeri orang meski hanya sebgai pembantu atau buruh tapi mereka sangat terkesan dengan gaji yang besar dari pada kerja di dalam negeri. Dan perlu anda ketahui bahwa para TKI dan TKW yang bekerja diluar negeri dijuluki sebagai pahlawan devisa. Karena pajak yang didapat pemerintah sangat besar. Jika tuyulitu ada saya sangat yakin mereka yang bekerja diluar negeri sebagai TKI atau TKW akan lebih memilih dirumah duduk manis pelihara tuyul dari pada susah-susah bekerja.
Kemudian bagi yang beragama karena saya adalah seorang muslim saya akan menanyakan kepada mereka yang muslim, apakah kalian pernah mendengar atau membaca dalam riwayatnya maupun dalam Al-Quran ada yang menyebutkan tentang tuyul? Saya rasa tidak ada, kemudian atas dasar apa anda mempercayai hal itu? Tanyakan pada diri anda sendiri.
Kemudian mengapa tuyulhanya popular di Indonesia sedangkan diluar negeri tidak popular? Hal ini tidak lain karena factor budaya yang berpengaruh terhadap kepercayaan-kepercayaan yang berbau mistis seperti ini. Dan karena merupakan suatu budaya mereka beranggapan bahwa budaya adalah sesuatu hal yang harus dilestarikan jadi tidak heran hingga saat ini ada disuatu daerah yang mempercayai bahkan menjadi perkampungan tuyul.
Beginilah potret masyarakat yang terjadi di Indonesia yang terlalu gampang menilai orang jika ada orang yang kelihatan kaya mereka selalu beranggapan bahwa mereka kaya karena memelihara tuyul. Padahal mereka hanya iri mengapa mereka bisa kaya, namun demikian inilah hidup, hidup ini penuh dengan keseimbangan ada kaya ada juga yang miskin, ada sedih ada bahagia, ada duka ada bahagia. Bisa dibayangkan jika hidup ini tidak seimbang maka tidak akan interaksi dengan sesame manusia mereka karean pada dsarkan manusia saling membutuhkan, orang kaya juga butuh orang lain begitujuga orang miskin juga butuh orang  kaya maka akan terciptalah suatu keseimbangan hidup.
Kembali lagi ke percakapan saya dengan sekumpulan ibu-ibu tadi setelah ibu-ibu tadi mendengarkan penjelasan saya mengapa saya tidak percaya pada tuyul semua ibu-ibu hanya memandang saya penuh kebingungan. Setelah beberapa saat datanglah mbak yul. Mabk yul adalah anak dari ibu painem yang baru saja dari pasar kemudian semua ibu-ibu member yahu bahwa uang ibunya baru saja telah dicuri oleh tuyul. Mendengar berita tersebut dengan sedikit tertawa mbak yul malah senyum-senyum sendiri. Kemudian salah satu ibu memberanikan diri untuk bertanya “mbak yul, denger berita kalo ibunya baru saja di curi uangnya malah senyum-senyum sendiri?”. Dengan sedikit menahan senyum mbak yul menjawab “lha wong yang ambil duitnya ibu itu saya buat belanja ke pasar soalnya ibu tadi masih tidur takut ganggu jadi saya langsung ambil saja”… kemudian semua gerombolan ibu-ibu tanpa hitungan aba langsung bilang Oooooo…….. mirip paduan suara. Jadi apa yang tadi diomongin bukan diambil tuyul tapi diambil mbak Yulll.

Sekian cerita dari saya ada kurangnya jangan ditagih, jiak ada lebihnya tolong dikembalikan………….. TAMAT.