Jumat, 13 Desember 2013

“BEGUNDAL”

“BEGUNDAL”
“Begundal”. Iya kata begundal pertama kali saya dengar dari temanku yang pas mengobrol asik dengannya ia mengatakan itu. Kemudian saya berpikir sebenarnya apa arti begundal itu? Dan mengapa saya begitu asik mengatakan kata itu baik dalam kesaharian saya serta dalam status di twitter (twit-twit saya). Kemudian saya penasaran untuk mencari apak sebenarnya arti dari kata “begundal”.

Di era informasi sekarang ini mencari sesuatu sangatlah gampang tentu saja dengan memanfaatkan teknologi internet. Dalam melakukan selancar didunia maya tak mungkin saya lakukan tanpa membawa “guide” soalnya ibarat pergi jauh ke tempat yang tak dikenal bisa-bisa saya tersesat. Dan kalian tau siapa guide saya selama berselancar di dunia maya? Mungkin kebanyakan dari kalian pasti pernah menggunakannya jasanya dan dan saya yakin bahwa jasanya sudah sangat banyak terutama bagi para mahasiswa terutama saat mengerjakan tugas bahkan sampai saat mengerjakan skripsinya. Iya, guide saya ini bernama “google”. Kalian pasti tahu kan? Betapa berjasanya google bagi kalian? Hehehe J

Btw kenapa ini malah ngomongin tentang mbah google, tulisan mengenai mbah google besok lain kali aja, mari kita fokus lagi ke bahasan kali ini, yaitu “begundal”. Setelah saya browsing diinternet  ternyata begundal adalah nama sebuah band yang memuali karir dari jalanan, begundal yang menyatakan dirinya sebagai band yang bermusik tanpa kepalsuan, mungkin dalam maksudnya dalam bermusik mereka lebih suka dengan kejujuran tentang apa yang sebenarnya atau apa yang mereka ingin tuangkan dalam bermusik jadi sangat berbeda dengan band-band dibawah label yang kebanyakan dari mereka mengeluarkan album yang harus disesuaikan dengan pasar, misalnya sekarang ini lagi musim lagu galau maka lagu yang dipilih untuk diorbitkan adalah lagu-lagu galau saja. Sedangkan begundal tidak mereka bermusik sesuai dengan hatinya, sesuai dengan apa yang hendak disampaikan dalam lagu seperti mengenai kritik-kritik social yang terjadi sehari-hari. Dan jujur tulisan mengenai band begundal ini hanya menurut pandangan saya kalau ada yang tidak benar ya mohon dibenarkan heheheh J

Tak puas sampai disitu kemudian saya ingin tahu lebih jauh tentang apa sebenarnya begundal itu. Saya mencari dikamus besar bahasa Indonesia (KBBI) secara online dan saya mengetahui artinya bahwa begundal itu berarti kaki tangan penjahat sehingga dalam keseharian kata begundal identik dengan keras kepala, urakan, serta semaunya sendiri.  Mungkin secara definisi berbeda dengan pendapat kebanyakan orang, begundal yang secara definisi adalah kaki tangan penjahat dan menurut kebanyakan orang begundal adalah seseorang yang identik dengan urakan, keras kepala, dan semaunya sendiri. Kenapa bahasannya jadi membingungkan begini? Tau lah dan yang pasti sekarang saya juga jauh lebih bingung lagi, hehehe J

Dalam memberikan bahasan mengenai begundal kalo menurut saya begundal tidak selalu identik dengan hal-hal yang negative menurut kebanyakan orang yang mengatakan bahwa begundal itu urakan, keras kepala dan semaunya sendiri, saya mencoba untuk mengulas dari sisi positifnya saja. Begundal menurut saya adalah kejujuran dalam hidup atau hidup dengan penuh kejujuran tanpa embel-embel kemunafikan. Saya menulis ini mungkin saya bercermin dari diri saya pribadi bahwa saya selama hidup seakan selalu hidup dengan penuh kemunafikan. Berbeda dengan begundal mereka hidup dengan penuh kejujuran, meski kelakukan atau penampilan dianggap urakan. Tapi sebenarnya mereka berusaha untuk menunjukan bahwa begitulah hidupnya, mereka menghargai cara hidup orang lain tapi mereka tidak pernah dihargai hidupnya dengan menganggap hal-hal yang ditampilkan dalam keseharian adalah sesuatu yang aneh, urakan dan diluar kebiasaan pada umumnya. Dan itulah begundal, mereka memiliki penampilan seperti itu dan berperilaku seperti itu karena mereka merasa nyaman, dan sekarang liat diri kita terkadang kita memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu yang padahal jelas-jelas tidak sesuai dengan diri kita, apa itu namanya anda jujur dengan diri anda?


Btw kenapa ini jadi semacam pembelaan gitu ya? Dari pada pusing-pusing langsung ke penutup ajabiar cepet hehehe, sebagai penutup tulisan ini adalah mengenai mereka para begundal yang identik dengan urakan dan seenaknnya sendiri, sebenarnya itu adalah bentuk tidak adanya ruang bagi mereka untuk mengekspresikan apa yang menjadi keinginan mereka, mereka sebenarnya orang yang jujur dengan diri mereka sendiri, hidup tanpa kemunafikan, kemudian mengapa banyak yang membenci mereka? Itulah hidup terkadang orang selalu menuntut kejujuran, akan tetapi kebanyakan dari mereka juga tidak terima atau malah membenci dengan kejujuran itu. Seperti halnya begundal yang terkesan urakan, padahal mereka nyaman dengan hal itu serta mereka ingin seperti itu namun kebanyakan dari orang tidak menerima hal itu.