Kamis, 16 Januari 2014

Don’t Judge a Book by Its Cover

Sore ini langit sore nampak mendung, rasanya mata ini sudah tidak mau membuka dengan jelas. Udara yang dingin membuat rasa kantuk ini harus segera di salurkan hasratnya. Saya memiliki kebiasaan tidur siang, dan hal ini membuat saya merasa pusing jika tidak tidur siang. Dan perlu diketahui bahwa kebiasaan tidur siang yang saya alami bukan lah tidur siang seperti anak-anak kecil yang menghabiskan waktu berjam-jam. Saya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit, biasanya hanya tiduran di atas kasur hingga mata sudah mulai sayu, kemudian sebelum jauh menuju ke alam tidur yang lebih nyenyak, biasanya akan terbangun dan kemudian badan menjadi segar kembali.

Dalam keadaan mata sayu terdengar suara getaran dari Handphone. Kemudian saya buka, ternyata ada pesan singkat dari teman saya yang mengajak untuk membeli jersey bola. Dan saya menyanggupi untuk menemaninya sekalian liat-liat jika ada yang cocok ikut membeli juga. Teman saya fans Liverpool dan bisa dipastikan ia akan membeli jersey Liverpool dan saya goners atau fans arsenal. Meski berbeda dia liverpoldian dan saya gooners tidak jarang saya mengajak dia untuk nobar atau nonton bareng pas arsenal maen. Bisa dibilang kami bukan fans fanatic, namun suka sama bola dan seneng maen futsal juga, dan itu hanya sebagai hiburan saja.

Singkat cerita, jersey dicari sudah ketemu, kami langsung mencari makan di deket kampus. Awalnya bingung mau makan apa, kemudian tanpa melalui sidang isbat layaknya menentukan awal ramadhan dan awal bulan syawal kami memutuskan untuk makan di sate Madura. Sate Madura tentunya yang jual juga orang Madura asli, bukan KW atau bajakan.

Sate kami lahab dengan segera hingga habis dan hanya meninggalkan tusuk-tusuk sate beserta piring kotor. Kemudian saya membayar ke bapak penjualnya. Dan pas saya nanya “Berapa semuanya Pak, sate dua porsi dan minumnya the panas sama esteh?” Bapak penjual sate itu menjawab “semuanya total 25 ribu, Mas” dengan mata melotot disertai dengan nada layaknya preman pasar. Iya kata orang orang Madura orangnya galak-galak dan keras. Namun itu sebenarnya hanya penilaian yang terlalu cepat tanpa melaui sebuah pengenalan apalagi pemahaman, serta melihat kesehariannya.

Orang-orang begitu cepat menilai bahwa orang Madura adalah orang yang galak dan keras, saya yakin bahwa itu adalah pandangan yang salah kaprah. Orang begitu cepat mengambil kesimpulan tentang orang Madura, padahal hanya ketemu sekali. Dan kesimpulan itu meluas sehingga orang Madura dicap sebagai orang yang keras dan galak.

Sepertinya pelajaran tentang pepatah asing “Don’t jugde a book by its cover” (mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisan bahasa inggrisnya J). Sama persis yang saya alami pada waktu ketemu dengan pedagang sate asli orang Madura, awalnya saya menganggap bahwa beliau adalah orang yang galak dan keras namun hal itu langsung dibantah oleh teman saya. Orang Madura memang berbeda dengan orang jawa yang biasanya malu-malu atau besar rasa “pekewuhnya”, sedangkan orang Madura biasanya bersikap terbuka. Orang Madura juga orang yang terkenal dengan pekerja kerasnya karena banyak orang Madura yang merantau ke daerah lain dan dapat survive meski hidup diperantauan.

Pernah sahabat saya bercerita mengenai orang Madura yang sangat menjunjung sopan santun. Jika orang Madura bertamu ke orang lain biasanya ia akan melepaskan alas kakinya sebelum ia masuk ke rumah, meski rumah itu tidak berlantaikan keramik, Itulah orang Madura. Dalam peradaban islam di Indonesia Madura juga merupakan tempat tinggal Kyai yang sangat dihormati di jawa khususnya. Orang menyebutnya dengan Kyai Bangkalan.

Madura adalah bagian dari Indonesia yang mempunyai nilai tradisi sendiri, dalam tulisan ini sebenarnya saya hanya ingin belajar dari pengalaman saya, waktu pertama ketemu dengan orang Madura dan langsung mengambil kesimpulan bahwa orang Madura adalah orang yang keras dan galak. Tanpa berusaha mengenal dan memahami lebih dalam lagi.

Sebagai manusia yang akan selalu berinteraksi dengan sesama manusia, perlu diketahui terkadang kita akan menemui orang-orang baru yang sebelumnya kita tidak mengenalnya. Jangan sampai kita langsung menge-judge seseorang hanya berdasarkan penampilan, intonasi berbicara dan lainnya. Kita adalah manusia yang dibekali akal untuk berpikir, dibekali mulut untuk berbicara, dibekali telinga untuk mendengarkan dan dibekali hati untuk merasakan. Kita tanpa sadar tidak melibatkan semua yang dibekali Tuhan kepada kita, sebelum terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang seseorang. Misalnya ada orang yang bercerita bahwa si adalah orang yang nakal, urakan hanya karena penampilannya yang jauh dari kata sopan, bahkan mirip dengan gelandangan. Kemudian apa yang ia dengar tersebut menjadi standar baku dalam hidupnya tanpa berusaha memahami lebih jauh lagi dengan mulutnya untuk bertanya lebih jauh mengenai orang yang bersangkutan, tidak berusaha menggunakan hatinya untuk melihat lebih jauh jalan hidupnya.

Kemudian apa bedanya dengan makhluk lainnya, jika kita tidak pernah menggunakan apa yang dibekalkan kepada kita. Kita bukan anjing yang akan selalu menggongong ketika ada orang asing masuk kehalaman rumah majikannya, karena anjing hanya mengandalakan instingnya. Sehingga anjing itu cepat mengambil kesimpulan bahwa orang baru itu adalah orang yang hendak berbuat kejahatan seperti mencuri. Atau kita lebih baik dari anjing yang selalu mengenal orang baru disekitarnya dengan mengendus dan menghafal bau orang baru itu, sehingga pas melintas anjing tersebut tidak akan menggonggong karena merasa sudah kenal dengan baunya. Iya anjing mengendus untuk mengenal manusia.

Tulisan ini hanyalah sebagai bahan renungan bagi saya sendiri yang terlalu cepat dalam menilai seseorang. Terlalu cepat menilai seseorang karena tidak melibatkan apa yang dibekalkan Tuhan kepada manusia. Ini adalah renungan bagi saya bahwa manusia dibekali akal untuk berpikir, mata untuk melihat, mulut untuk bicara, telinga untuk mendengarkan, dan hati untuk merasakan. Sungguh sangat beruntung kita semua yang masih dibekali secara lengkap. Pernahkan kita berpikir bahwa ada diluar sana yang terlahir dengan ketidak sempurnaan, dibekali mata namun tidak bisa melihat, dibekali telinga namun tidak bisa mendengar, dibekali mulut namun tidak bisa berbicara. Renungan bagi kita semua yang dibekali Tuhan dengan Akal, mata, mulut dan telinga dan masih berfungsi secara normal apakah kita pergunakan dengan baik? Mari kita renungkan.

Setidaknya pelajaran ini membuat saya menjadi lebih bijak lagi dalam mengenal seseorang, serta terlalu cepat mengambil kesimpulan mengenai seseorang tanpa kenal lebih jauh.


Semoga bermanfaat.
Read more ...

Perpindahan


Kos bagi mahasiswa adalah rumah kedua. Karena alasan capek harus bolak-balik rumah- kampus, kos adalah alternatifnya. Bahkan meski punya saudara deket dengan kampus sekalipun, kos lebih disarankan untuk menghindari hal-hal yang tidak mengenakan hati. Karena dengan kita tinggal dengan saudara itu artinya kita harus menjadi bagian dari keluarganya namun kita juga kehilangan fungsi dari keluarga itu sendiri.

Saya lebih memilih kos meski jika dilihat dari jarak antara rumah dan kampus sebenarnya tidak begitu jauh, paling hanya memakan perjalanan selama kurang lebih satu jam. Namun ada alasan lain yang memutuskan saya untuk kos. Pertama adalah saya tidak mau dicap sebagai anak rumahan, kedua saya ingin disebut sebagai anak kos dan ketiga adalah saya ingin mengatur diri saya sendiri dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Dan dari ketiga alasan itu sepertinya hanya alasan ketiga yang sedikit masuk akal.

Selama saya kuliah dan saat ini masuk semester Sembilan jadi jika dihitung sudah hamper lima tahun saya kuliah saya hanya kos di dua tempat. Kos pertama saya hanya satu tahun disana kemudian pindah ketempat kos yang hingga sekarang masih betah saya tidurin hingga detik ini. Dan saya juga heran kenapa saya bisa betah di kos yang sekarang ini. Ditempat lama saya merasa sulit untuk menyesuaikan diri, sehingga tidak jarang dalam seminggu bisa pulang ampe 2 kali.

Kos yang sekarang meski kecil namun membuat saya merasa nyaman dan entah kenapa tidak pernah berpikir sedikit pun untuk pindah dari kos yang sekarang ini. Saya masih ingat ketika pertama kali kos yang sekarang aku tempati, dan tidak butuh waktu yang lama untuk menyesuaikan diri. Saya langung bisa tidur nyenyak, dan Ibu kosnya juga baik, meski jarang menemui anak-anak kosnya namun beliau sangat baik, terkadang kalo ada makanan lebih dibagikan ke saya dan anak kos yang lain. Dan pernah pas bulan puasa ketika akan mencari makanan buat sahur, tiba-tiba Ibu kos manggil saya agar tidak mencari sahur diluar, dan disuruh sahur bareng ditempatnya, dan belum lagi kalo pas buka, beliau juga sering ngasih cemilan buat buka puasa.

Ibu kos saya adalah Ibu kos terbaik didunia, mengapa bisa menjadi Ibu kos terbaik? Karena menurut saya, Ibu kos yang baik adalah Ibu Kos yang tidak pernah menagih uang bulanan. Dan saya kira hampir semua anak kos didunia pasti sependapat. Dengan tidak pernah menagih uang kos, bukan berarti Ibu kos tidak peduli dengan kos-kosannya atau tidak doyan uang. Namun Ibu kos menyadari bahwa kami para anak kos adalah orang yang sudah besar, serta sudah dewasa baik secara fisik maupun mental. Sehingga sudah menyadari akan tanggung jawabnya, selain itu Ibu kos juga menyadari bahwa kami sebagai anak kos meski sudah hidup mandiri terpisah dari orang tua, namun kami belum belum mandiri secara finansial.

Hal yang pertama paling saya ingat dalam masa adaptasi dilingkungan kos saat ini adalah dulu, pas awal-awal kos disini saya tidak mengalami gangguan pencernaan. Berbeda dengan pas pertama kos di kos pertama, hampir sebulan kos disana saya susah BAB. Susah BAB adalah alarm bagi saya bahwa saya kerasan atau tidak tinggal dilingkungan baru. Dan pas pas pertama kos di kos yang sekarang yaitu tepatnya tiga tahun yang lalu saya langsung lancar-lancar aja BABnya.

Pada intinya adalah saya merasa nyaman dengan kos saya saat ini, meski kos saya sangat sempit hanya berukuran 2x3. Meski kos saya masih tergolong dengan kos yang sangat sederhana dengan minim fasilitas. Meski kos ini mirip dengan sarang teroris atau gembong narkoba, karena jika dilihat dari depan tidak menunjukan bahwa dibelakang rumah tua ada tanda-tanda kehidupan disana (ada kos-kosannya). Namun saya nyaman dengan keadaan ini, tak pernah sedikit pun terbesit dalam pikiran saya untuk pindah dari kos ini.

Kos saya menyimpan banyak hal, mulai dari hal paling baik maupun hal paling konyol sekalipun. Jangan ditanya apa hal baiknya, karena saya tidak mau riya’ dan jangan tanya pula apa hal konyolnya, karena saya tidak akan melawak, hehe J

Saya merasa nyaman dengan kos ini, namun saya juga sadar bahwa saya pasti akan meninggalkan kos ini. Dan perpindahan itu pasti akan terjadi, tinggal menunggu waktu saja. Dan pada saat saya menulis ini, saya sudah menjalani masa-masa skripsi dan itu artinya saya  akan lulus, dan meninggalkan kos ini. Berat untuk untuk meninggalkan kos ini, karena harus saya akui bahwa, karena kos ini saya menjadi mudah melalui malamnya kota solo, hanya dengan memejamkan mata, tiba-tiba malam menjadi pagi. Namun perpindahan harus terjadi. Kamar kos ini akan menjadi semakin sempit, karena tidak selamanya saya akan tinggal di kamar ukuran 2x3 ini. Saya harus mulai merencanakan agar bisa tidur dengan kamar yang lebih besar lagi, karena suatu saat nanti saya tidak akan tidur sendirian lagi. Tentunya dengan pasangan hidup saya, seklaigus partner hidup dalam mengarungi samudera kehidupan. Dan saya juga tidak selamanya akan hidup dengan satu kamar, namun saya harus menyediakan beberapa kamar lagi. Kamar-kamar itu kemudian menjadi satu dalam sebuah rumah. Rumah yang kecil namun menyimpan banyak kebahagian, yang bernama keluarga.

Kos ini akan menjadi saksi bahwa perpindahan itu pasti terjadi, meski sudah merasa nyaman sekalipun. Dan tidak bisa dipungkiri untuk pindah dari kamar yang satu ke kamar yang lain membutuhkan adaptasi atau penyesuian yang agak lama. Namun disitulah saya belajar bahwa saya harus bisa survive dengan segala kemungkinan yang terjadi termasuk perpindahan.

Kos ini juga mengajarkan bahwa meski kos ini hanya berukuran sempit namun pemikiran tidak boleh sempit. Karena dunia bukan hanya berukuran 2x3 seperti kos ini, dunia itu luas dan penuh ketidakpastian. Maka perpindahan pasti tarjadi.


Terima kasih buat Ibu kos yang telah mengizinkan saya untuk menempati kos ini hingga 3 tahun lebih lamanya,  meski bisa dibilang saya adalah anak kos yang sering telat bayar uang kos. Dan saya salut dengan sikap Ibu kos, meski saya sering telat namun Ibu Kos selalu baik, sering member cemilan bahkan hingga diajak makan sahur dirumahnya juga. Setidak hingga saya menyelesaikan skripsi dan bisa lulus, kos ini akan menjadi saksi dari segala pengalamanku di masa kuliah. 
Read more ...

Selasa, 14 Januari 2014

The power of love.


The power of love, bukan bercerita mengenai motivasi yang mampu membangkitkan kita untuk selalu berjuang mendapatkan cinta sejati kita. Sama sekali tidak berhubungan, tulisan ini juga tidak berkisah tentang kisah asmaraku. Namun ini saya tulis berdasarkan pengalaman teman-temanku yang sedang dilanda asmara.

Jatuh cinta atau mencintai seseorang adalah sesuatu yang menjadi kodrat manusia. Setiap orang pasti akan atau sudah mengalami jatuh cinta pada lawan jenisnya. Jatuh cinta (katanya) membuat seseorang menjadi berbunga-bunga, hilang akal sehat, mendadak menjadi sok puitis kemudian segala sesuatu dikait-kaitkan dengan hati, misalnya gini, saya Cuma menyontohin ini ya? “Kok hujannya deres banget ya? Kaya rindu ini, pada doi”. Pernah denger gombalan ini? Gimana? Ada tanda-tanda mau muntah? Perut mules? Hahahaha becanda lho.

Jatuh cinta ternyata menyimpan energy yang sangat besar, jadi sebelum anda jatuh cinta pastikan persediaan cemilan tercukupi. Karena energy anda bakal terkuras pada orang yang anda cintai. Betapa tidak ketika seseorang jatuh cinta maka mau tidak mau seseorang berusaha menjadi orang yang diinginkan si doi. Karena saya sendiri pernah mengalami hal itu! Tapi itu dulu

Dalam cinta memuat kekuatan yang sangat besar, ada salah satu teman saya yang menjadi seorang perokok berat, tiba-tiba menjadi nggak doyan rokok ketika ditawari rokok. Sangat aneh, padahal dulu dia sendiri pernah bilang bahwa dirinya sudah sulit untuk berhenti merokok, dan dia juga bilang kalo dia pernah berhenti merokok dan mulut menjadi pait serta tubuh menjadi masuk angin.

Cinta juga mampu membuat orang yang dulunya termasuk golongan bangsawan (bangsane tangi awan) atau orang sering bangun siang menjadi rajin dan bangun pagi-pagi. Itu demi apa? Demi bisa bangunin pacarnya duluan. Kalo ini pengalaman pribadi saya, karena tiap pagi ada sms selamat pagi gitu lah, padahal  sms bisa diseting kapan kirimnya juga, memang akal sehat masih terkunci.

Selain itu cinta juga mampu membuat orang yang dulunya tidak pernah begadang menjadi suka begadang tiap malam minggu, karena biar bisa nelpon murah, ini juga karena hilangnya akal sehat juga, soalnya pernah saya menemui teman saya yang lagi nelpon pacarnya tengah malam, padahal dia pacaran dengan teman sekelasnya.

Dan yang lebih luar biasa lagi bahwa cinta mampu mendatangkan hidayah, hehehe nggak ding karena Hidayah datangya dari Allah SWT.  Lho kok bisa? Begini ceritanya, salah satu teman saya mendadak akhir-akhir ini menjadi alim dan suka sholat berjamaah di masjid, sering ketemu pas sholat magrib dan iysa, hampir tiap hari ketemu, namun setelah sekian lama dirinya menjadi jarang ke masjid dan tidak pernah lagi. Usut punya usut ternyata ada permintaan dari sang pacar bahwa dirinya suka pada cowok yang rajin ke masjid. Ini cewek atau malaikat bisa ngirim hidayah gitu, saya tidak bermaksud untuk menghina atau menjatuhkan teman saya namun hanya sebagai contoh aja lah. Dan selain bisa membuat rajin sholat, cinta mampu membuat orang yang pemabuk menjadi berhenti mabuk-mabukan, itu juga pernah dialami oleh teman saya yang lagi kasmaran menjadi insyaf gk mabuk lagi, tapi pas tau dia diputus pacarnya, malamnya kumat lagi malah mabuk-mabukan hingga teller. Cinta-cinta energimu sungguh luar biasa.

Betapa besarnya energy dalam cinta itu, cinta mampu membuat orang yang perokok menjadi berhenti merokok, orang yang mbeler atau sering bangun siang menjadi rajin bangun pagi, orang yang dulunya nyium bau bantal langsung tidur menjadi orang yang suka begadang demi nelpon murah, dan yang terkahir ialah cinta mampu mendatangkan hidayah, orang yang dulunya tidak pernah sholat mendadak alim dan rajin sholat, terus ke masjid pula (ngeri lho) dan cinta mampu membuat seorang pemabuk menjadi berhenti mabuk dan sebaliknya juga karena diputus cinta seseorang lari ke minuman keras miras apapun jenisnya.  . . *nyanyi lagu Bang Haji.


Itulah cinta, cinta mampu mendatangkan kebaikan dan cinta pula mampu membuat orang terjatuh, yaitu “jatuh cinta”J  
Read more ...

Senin, 13 Januari 2014

Zodiak dan Weton


Zodiak
Siapa yang tak mengenalnya, semua orang-orang modern pasti mengenal yang namanya zodiac. Terutama bagi remaja yang masih labil sangat tahu betul apa yang namanya zodiac itu. Bahkan dari semua halaman dari majalah yang sangat menarik perhatian bagi para remaja labil adalah kolom zodiac. Sedikit cerita pengalaman saya ketika masih kecil. Setiap minggu siang di salah satu stasiun Tv swasta ada acara namanya palnet remaja dan tahu apa yang saya tunggu? Iya saya hanya tertarik pada ramalan bintangnya aja. Entah setan labil mana yang telah berhasil merasuki diri saya kala itu.


Sebenarnya apa sebenarnya zodiac itu? Sulit bagi saya yang masih awam dengan ilmu astrologi atau ilmu yang berkaitan dengan tata surya atau pergerakan bumi, bulan dan planet-planet lainnya dalam mengelilingi matahari. Dan yang saya tahu adalah dalam zodiak itu ada bebereapa macam istilah yang berdasarkan tanggal dan bulan seperti ada virgo, libra, cancer, capicorn, dan lain-lain.

Zodiak disesuaikan dengan tanggal lahir kita, misalnya tanggal lahir saya adalah 30 september berarti dalam kamus zodiak, zodiak saya adalah libra. Sepertinya hal ini sudah banyak diketahu oleh kebanyakan orang. Ada yang tidak tahu? Tolong dicek KTP nya, dia cetakan tahun berapa. Hehehe

Zodiak memang bukanlah ilmu yang mengandung kebenaran mutlak, karena pada dasarnya sebuah ilmu harus dilakukan pembuktian kebenaran sebagai salah satu syarat dari ilmu pengetahuan. Dan saya juga pernah denger bahwa zodiak sebelumnya juga pernah dipake dalam ilmu psikologi dalam membaca kepribadian seseorang, namun hal itu tidak mampu dibuktikan secara ilmiah dan ada beberapa factor yang mempengaruhi kepribadian seseorang selain factor bawaan ada juga factor lingkungan.

Zodiak mungkin ada yang mempercayai, ada juga yang tidak. Ada sebuah kajian bahwa mempercayai zodiak adalah dosa besar karena sama saja mempercayai ramalab. Hal itu dikiaskan dengan hadis Nabi SAW yang kurang lebih berbunyi barang siapa yang mempercayai dukun atau ramalan maka sholatnya 40 hari akan gugur.  *Hehehe gk bermaksud mau ceramah ini.

Terlepas dari dosakah orang yang mempercayai zodiak atau tidak, bukan itu yang membuat saya ingin menulis ini. Akan tetapi saya hanya ingin mencoba membuka mata saya dalam melihat situasi ini *halah. Mungkin dari beberapa yang (sempat) membaca tulisan ini adalah orang jawa asli. Dan taukah anda bahwa dalam budaya jawa ada yang namanya weton. Iya weton adalah tanggal lahir dalam kalender jawa. Jika dalam kalender masehi ulang tahun hanya satu tahun sekali, lain halnya denga weton. Dalam weton ulang tahun itu diperingati setiap selapan dino (35 hari). Ow iya dalam kalender jawa hari itu ada yang namanya pasaran, pasaran ada lima yaitu legi, pon wage, kliwon pahing. Dalam keseharian orang jawa menkombinasikan kalender jawa dengan kalender masehi. Misalnya ada Rebo pahing dan seterusnya. Dan weton itu selama 35 hari sekali pasti ketemu, misalnya weton saya minggu pahing, nah minggu pahing itu akan terjadi lagi setelah 35 hari atau selapan dino. Bingung? Saya juga bingung mau jelasinnya L.

Memperingati weton, ada bermacam-macam kegiatan yang dilakukan, semisal ada yang menggelar bancakan (bagi-bagi nasi sama lauk sayur gudang ke tetangga), ada yang puasa ada yang melakukan ritual lainnya.

Nah yang menjadi soal adalah, orang jawa tidak mengenal yang namanya zodiak, silakan coba tanyakan masalah zodiak kepada Mbah yang udah sepuh apakah mereka tahu apa yang namanya zodiak? Atau Anda langsung bertanya, “Mbah zodiaknya apa? Atau Mbah bintangnya apa? Saya yakin Mbah Anda malah balik nanya, Zodiak niku nopo? Atau Bintang opo maksude? Kemudian silakan Anda Tanya, “weton Simbah nopo?” saya yakin Mbah Anda pasti bisa jawab.

Zodiak adalah hasil dari budaya barat, namun bisa popular hingga ke orang-orang modern yang ada di Indonesia, namun dilain pihak bangsa Indonesia khususnya Jawa, juga menghasilkan budaya sendiri mengenai hal ini yaitu weton. Weton layaknya zodiak juga mampu membaca karakter orang, misalnya weton A biasanya orangnya galak, weton B biasaynya pelit. Pernah suatu hari Mbah saya bilang, si A itu orangnya galak lumrah soalnya wetonnya bla bla bla.

 Budaya jawa menurut saya keren, pemikiranya tidak kalah dengan bangsa-bangsa barat yang katanya secara ilmu pengetahuan mereka lebih maju dari pada di Indonesia. Namun saya baru sadar bahwa kebudayaan jawa itu sangat maju, meski orang jawa masih menjunjung tinggi adat dan terkesan tradisional serta jauh dari kata modern namun ada satu hal yang perlu diketahui, bahwa kebudayaan sudah mampu menciptakan sebuah pandangan mengenai gambaran kepribadian manusia atau orang jawa menyebutnya dengan istilah watak. Orang jawa zaman dahulu belum mengenal dengan psikologi manusia, namun bisa membuat sutau pandangan mengenai kepribadian manusia yang berdasarkan weton.

Akhir tulisan ini, banyak yang menganggap bahwa orang yang masih menjunjung budaya jawa dianggap senagai orang yang kolot, kurang modern, terlalu klenik dan sebagainya, padahal mereka hanya melihat apa yang nampak sekarang tanpa berusaha membuka sedikit pikirannya mengenai budaya jawa. Orang jawa yang tak pernah kuliah jurusan psikologi, namun mampu memberi gambaran kepribadian manusia berdasarkan weton.





Read more ...

Jumat, 03 Januari 2014

Kenangan Masa SMP

“Jaman Ketika Belajar Ngelap Ingus Sendiri”
Sore itu sehari matahari malu untuk menampakan dirinya, ia hanya sekedar mengintip dibalik awan tebal. Iya, hari ini sehari penuh mendung tanpa ada panas, udara yang sangat mendukung buat malas-malasan. Udara dingin sangat nikmat jika disandingkan dengan kopi hitam panas beserta cemilan biscuit yang baru saja aku beli di warung.

Selagi asyik ngopi dan ngemil tiba-tiba HP-ku terus berbunyi ternyata ada notif  WA (Whats App sejenis aplikasi jejearing social yang sangat popular dengan fitur chatnya). Pertama aku tak begitu peduli dengan notif itu, karena kopi lagi pada suhu yang pas untuk dinikmati. Namun setelah kopi udah mulai habis mulailah saya barulah melihat Handphone, ternyata aku diculik ke sebuah group (di invite) oleh teman-teman SMP. Dan group mulai rame chat-chat yang jika dilihat dari kontennya memang tidak penting namun bukan itu yang menjadi soal, namun disitulah letak keakraban kami. Ternyata dilihat dari cara mereka bercanda masih kaya yang dulu, nggak ada yang berubah.  Dulu orang yang paling cakep diantara cewek lainnya tetap jadi bahan becandaan, padahal uda punya suami dan sekarang anaknya udah berumur 2 tahun, nggak tau deh kalo suaminya liat kalo di grup WA itu istrinya pada di godain,

Group WA itu kemudian aku ubah dengan nama “Alumni SMP (F)”. karena group ini memang berisi mereka yang dulu satu SMP dan duduk dikelas yang sama yaitu “F”. Oh iya, sebenarnya saya juga selama SMP nggak satu kelas dengan mereka selama tiga tahun karena pas kelas 2 SMP aku dideportasi ke  kelas A. Aku juga nggak tahu kenapa aku sampai dideportasi ke kelas A, namun dengar-dengar hal itu dikarenakan aku dapat rangking di kelas satu jadi bukan dideportasi tepatnya tapi di promosikan ke kelas unggulan, hahaha.  Ada rasa sesal saat itu karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru lagi dan harus berpisah dengan teman-teman lama, namun dibalik itu semua aku bias menemukan teman-teman baru lagi, heheheJ.

Setelah naik kekelas tiga akhirnya aku kembali lagi ke kelas F karena semua harus berdasarkan Nomor induk siswa. Aku kembali kekelas lamaku dan teman-teman lamaku lagi, dan hal-hal yang menarik terjadi saat bersama mereka dalam satu kelas yaitu 3F.

Yah meski kita udah berpisah lama, sekitar 8 tahun lebih namun mereka masih tetap ingat bahwa kita pernah bersama. Tigatahun (eh, duatahun ding kan pernah dideportasi waktu kelas dua, hehehe) bersama kalian adalah sesuatu yang berkesan yang mengiringi ketika aku menginjak masa remaja. Iya, masa remaja,  disitulah aku mulai belajar banyak hal, serta di masa itu aku telah melalui banyak hal, mulai dari belajar atau menuntut ilmu bareng (Niatnya),  belajar bandel bareng sampai terlambat dan harus negepel ruang osis, dan yang pasti belajar mencintai orang. Iya di SMP lah aku mulai jatuh cinta dan itu adalah cinta pertama saya, orang lain menamakan cinta monyet, namun lain halnya denganku aku menamainya dengan nama “cintamisterius”, karena aku hanya memendam rasa itu, bukan sok jual mahal atau apalah, karena aku emang dasarnya aku adalah seorang pemalu. Ini kalo diterusin lama-lama jadi curhat bener dah.

Ngomongin masa SMP nggak akan ada habisnya maklum masa remaja bagiku adalah masa dimana aku masih belajar ngelap ingus sendiri. Hehehe iya ngelap ingus sendiri karena masa remajaku diisi dengan hal-hal yang remaja banget pokoknya. Dan distulah aku belajar mandiri, maklum masuk SMP udah mulai dengan nyuci plus nyetrika baju sendiri, hehehehe.

Ada hal yang unik mengenai kisah persahabatanku dengan teman SMP-ku. Namanya Endi atau si bencong, begitu teman-temanku memanggilku. Dan sampai saat ini aku juga bingung mengapa dia dipanggil bencong karena dia dari SMP udah nonton dan beli majalah dewasa.  Eh, malah ngomongin kejelakan orang, gitu-gitu juga sahabata ku. Hehehe (maaf ya Cong). Dan dia juga rutin beli majalah olah raga seperti Bola atau soccer.

Pertama aku kenal dengan Encong (seterusnya Endy als Bencong aku panggil Encong biar agak enak dari pada bencong, soalnya kalo Endy malah aneh, dia jarang dipanggil nama aslinya). Bermula dari upacara pada awal-awal masuk SMP, upacara berjalan dengan sangat biasa saja, namun pas akhir-akhir upacara siswa-siswa udah mulai berisik dan ramai sendiri-sendiri, keusilan pun bermula dari  Encong yang mau melempar kerikil keteman-teman cewek (barisan upacara cewek didepan kemudian cowok dibelakang), nah pada saat itu “Plak” Encong yang berada tepat dibelakangku kerikil itu malah nyasar ke kepalaku. Bagaimana nggak emosi dilempar pake kerikil jarak dekat, dan karena masih dalam keadaan emosi (maklum masih labil) kemudian sebuah bogeman dari kepalan tanganku mengarah kemuka si Encong. Ntah karena dia sudah merasa bersalah dia tidak membalas pukulanku yang hamper beberapa hari terlihat memar. Dan beruntungnya dia juga tidak membalas,  kalo dia membalas lagi, bias jadi kita jadi berantem dan di tonton seluruh siswa, (soalnya masih dalam keadaan upacara yang belum selesai).

Dan karena kejadian itu apakah kami menjadi musuhan? Atau ada rasa dendam? Sama sekali tidak, malah kami semakin akrab dan menjadi sahabat. Sahabat  yang selalu bersama atau nongkrong bareng di kantin saat istirahat kedua meski terkadang saling mengejek. Hehehe

Itulah gambaran bahwa sesutau yang baik harus bermula dengan hal baik, seperti halnya awal pershabatanku dengan si Encong, berawal dari pukulan bogeman kepalan tangan namun hingga saat ini masih berkomunikasi, beberapa hari yang lalu sempat nelpon meski hanya sekedar say helo,  dan pas lebaran juga sempat main kerumahnya meski lebaran tahun lalu nggak sempat maen kesana karena saya pikir dia nggak mudik (hehehe maaf ya).

Jadi pengen ngobrol-ngobrol dengan kalian semua, apalagi kalau bukan topic  yang lebih menarik kecuali obrolan soal bola, iya kami sering ngobrol bola jika malamnya ada bola, paginya udah pada rebut ngomongin pertandingan semalam, dan selain bola yang paling sering diobrolin apalagi kalo bukan soal cewek, hehehe. Ow iya kami pas SMP juga sering main bola antar kelas kadang ada uang taruhan juga buat beli es campur kalo kehausan (kalo menang tapi). Yang judi bola ini nggak boleh ditiru lho yaJ.

Akhir cerita semoga kalian semua diberi kelancaran dalam hidup kalian, semoga sukses dalam keluarga kalian juga dalam karir kalian, buat kalian semua, Endy (Bencong), Hendra yang katanya udah nikah dan nggak undang-undang, Roni yang dulu jelas-jelas nyontek pas ujian tapi nilainya lebih tinggi dari aku, ampe malu pas ketemu aku, hehehe santai bro, Maryadi Konde orang paling gaul dan tua, sugeng yang terganteng yang obsesi jad ianak Band dengan N3 Bandnya hehehe Pisss!!! (^;^)v, Jojon yang wajahnya mirip si Temon (dulu, tapi sekarang udah operasi plastic jadi ganteng, katanya, hehehe) Muhamad, dan semua yang tidak bias akusebutin satuper satu, hehehe udah lupa juga soalnya.
Read more ...