Selasa, 14 Januari 2014

The power of love.


The power of love, bukan bercerita mengenai motivasi yang mampu membangkitkan kita untuk selalu berjuang mendapatkan cinta sejati kita. Sama sekali tidak berhubungan, tulisan ini juga tidak berkisah tentang kisah asmaraku. Namun ini saya tulis berdasarkan pengalaman teman-temanku yang sedang dilanda asmara.

Jatuh cinta atau mencintai seseorang adalah sesuatu yang menjadi kodrat manusia. Setiap orang pasti akan atau sudah mengalami jatuh cinta pada lawan jenisnya. Jatuh cinta (katanya) membuat seseorang menjadi berbunga-bunga, hilang akal sehat, mendadak menjadi sok puitis kemudian segala sesuatu dikait-kaitkan dengan hati, misalnya gini, saya Cuma menyontohin ini ya? “Kok hujannya deres banget ya? Kaya rindu ini, pada doi”. Pernah denger gombalan ini? Gimana? Ada tanda-tanda mau muntah? Perut mules? Hahahaha becanda lho.

Jatuh cinta ternyata menyimpan energy yang sangat besar, jadi sebelum anda jatuh cinta pastikan persediaan cemilan tercukupi. Karena energy anda bakal terkuras pada orang yang anda cintai. Betapa tidak ketika seseorang jatuh cinta maka mau tidak mau seseorang berusaha menjadi orang yang diinginkan si doi. Karena saya sendiri pernah mengalami hal itu! Tapi itu dulu

Dalam cinta memuat kekuatan yang sangat besar, ada salah satu teman saya yang menjadi seorang perokok berat, tiba-tiba menjadi nggak doyan rokok ketika ditawari rokok. Sangat aneh, padahal dulu dia sendiri pernah bilang bahwa dirinya sudah sulit untuk berhenti merokok, dan dia juga bilang kalo dia pernah berhenti merokok dan mulut menjadi pait serta tubuh menjadi masuk angin.

Cinta juga mampu membuat orang yang dulunya termasuk golongan bangsawan (bangsane tangi awan) atau orang sering bangun siang menjadi rajin dan bangun pagi-pagi. Itu demi apa? Demi bisa bangunin pacarnya duluan. Kalo ini pengalaman pribadi saya, karena tiap pagi ada sms selamat pagi gitu lah, padahal  sms bisa diseting kapan kirimnya juga, memang akal sehat masih terkunci.

Selain itu cinta juga mampu membuat orang yang dulunya tidak pernah begadang menjadi suka begadang tiap malam minggu, karena biar bisa nelpon murah, ini juga karena hilangnya akal sehat juga, soalnya pernah saya menemui teman saya yang lagi nelpon pacarnya tengah malam, padahal dia pacaran dengan teman sekelasnya.

Dan yang lebih luar biasa lagi bahwa cinta mampu mendatangkan hidayah, hehehe nggak ding karena Hidayah datangya dari Allah SWT.  Lho kok bisa? Begini ceritanya, salah satu teman saya mendadak akhir-akhir ini menjadi alim dan suka sholat berjamaah di masjid, sering ketemu pas sholat magrib dan iysa, hampir tiap hari ketemu, namun setelah sekian lama dirinya menjadi jarang ke masjid dan tidak pernah lagi. Usut punya usut ternyata ada permintaan dari sang pacar bahwa dirinya suka pada cowok yang rajin ke masjid. Ini cewek atau malaikat bisa ngirim hidayah gitu, saya tidak bermaksud untuk menghina atau menjatuhkan teman saya namun hanya sebagai contoh aja lah. Dan selain bisa membuat rajin sholat, cinta mampu membuat orang yang pemabuk menjadi berhenti mabuk-mabukan, itu juga pernah dialami oleh teman saya yang lagi kasmaran menjadi insyaf gk mabuk lagi, tapi pas tau dia diputus pacarnya, malamnya kumat lagi malah mabuk-mabukan hingga teller. Cinta-cinta energimu sungguh luar biasa.

Betapa besarnya energy dalam cinta itu, cinta mampu membuat orang yang perokok menjadi berhenti merokok, orang yang mbeler atau sering bangun siang menjadi rajin bangun pagi, orang yang dulunya nyium bau bantal langsung tidur menjadi orang yang suka begadang demi nelpon murah, dan yang terkahir ialah cinta mampu mendatangkan hidayah, orang yang dulunya tidak pernah sholat mendadak alim dan rajin sholat, terus ke masjid pula (ngeri lho) dan cinta mampu membuat seorang pemabuk menjadi berhenti mabuk dan sebaliknya juga karena diputus cinta seseorang lari ke minuman keras miras apapun jenisnya.  . . *nyanyi lagu Bang Haji.


Itulah cinta, cinta mampu mendatangkan kebaikan dan cinta pula mampu membuat orang terjatuh, yaitu “jatuh cinta”J