Senin, 13 Januari 2014

Zodiak dan Weton


Zodiak
Siapa yang tak mengenalnya, semua orang-orang modern pasti mengenal yang namanya zodiac. Terutama bagi remaja yang masih labil sangat tahu betul apa yang namanya zodiac itu. Bahkan dari semua halaman dari majalah yang sangat menarik perhatian bagi para remaja labil adalah kolom zodiac. Sedikit cerita pengalaman saya ketika masih kecil. Setiap minggu siang di salah satu stasiun Tv swasta ada acara namanya palnet remaja dan tahu apa yang saya tunggu? Iya saya hanya tertarik pada ramalan bintangnya aja. Entah setan labil mana yang telah berhasil merasuki diri saya kala itu.


Sebenarnya apa sebenarnya zodiac itu? Sulit bagi saya yang masih awam dengan ilmu astrologi atau ilmu yang berkaitan dengan tata surya atau pergerakan bumi, bulan dan planet-planet lainnya dalam mengelilingi matahari. Dan yang saya tahu adalah dalam zodiak itu ada bebereapa macam istilah yang berdasarkan tanggal dan bulan seperti ada virgo, libra, cancer, capicorn, dan lain-lain.

Zodiak disesuaikan dengan tanggal lahir kita, misalnya tanggal lahir saya adalah 30 september berarti dalam kamus zodiak, zodiak saya adalah libra. Sepertinya hal ini sudah banyak diketahu oleh kebanyakan orang. Ada yang tidak tahu? Tolong dicek KTP nya, dia cetakan tahun berapa. Hehehe

Zodiak memang bukanlah ilmu yang mengandung kebenaran mutlak, karena pada dasarnya sebuah ilmu harus dilakukan pembuktian kebenaran sebagai salah satu syarat dari ilmu pengetahuan. Dan saya juga pernah denger bahwa zodiak sebelumnya juga pernah dipake dalam ilmu psikologi dalam membaca kepribadian seseorang, namun hal itu tidak mampu dibuktikan secara ilmiah dan ada beberapa factor yang mempengaruhi kepribadian seseorang selain factor bawaan ada juga factor lingkungan.

Zodiak mungkin ada yang mempercayai, ada juga yang tidak. Ada sebuah kajian bahwa mempercayai zodiak adalah dosa besar karena sama saja mempercayai ramalab. Hal itu dikiaskan dengan hadis Nabi SAW yang kurang lebih berbunyi barang siapa yang mempercayai dukun atau ramalan maka sholatnya 40 hari akan gugur.  *Hehehe gk bermaksud mau ceramah ini.

Terlepas dari dosakah orang yang mempercayai zodiak atau tidak, bukan itu yang membuat saya ingin menulis ini. Akan tetapi saya hanya ingin mencoba membuka mata saya dalam melihat situasi ini *halah. Mungkin dari beberapa yang (sempat) membaca tulisan ini adalah orang jawa asli. Dan taukah anda bahwa dalam budaya jawa ada yang namanya weton. Iya weton adalah tanggal lahir dalam kalender jawa. Jika dalam kalender masehi ulang tahun hanya satu tahun sekali, lain halnya denga weton. Dalam weton ulang tahun itu diperingati setiap selapan dino (35 hari). Ow iya dalam kalender jawa hari itu ada yang namanya pasaran, pasaran ada lima yaitu legi, pon wage, kliwon pahing. Dalam keseharian orang jawa menkombinasikan kalender jawa dengan kalender masehi. Misalnya ada Rebo pahing dan seterusnya. Dan weton itu selama 35 hari sekali pasti ketemu, misalnya weton saya minggu pahing, nah minggu pahing itu akan terjadi lagi setelah 35 hari atau selapan dino. Bingung? Saya juga bingung mau jelasinnya L.

Memperingati weton, ada bermacam-macam kegiatan yang dilakukan, semisal ada yang menggelar bancakan (bagi-bagi nasi sama lauk sayur gudang ke tetangga), ada yang puasa ada yang melakukan ritual lainnya.

Nah yang menjadi soal adalah, orang jawa tidak mengenal yang namanya zodiak, silakan coba tanyakan masalah zodiak kepada Mbah yang udah sepuh apakah mereka tahu apa yang namanya zodiak? Atau Anda langsung bertanya, “Mbah zodiaknya apa? Atau Mbah bintangnya apa? Saya yakin Mbah Anda malah balik nanya, Zodiak niku nopo? Atau Bintang opo maksude? Kemudian silakan Anda Tanya, “weton Simbah nopo?” saya yakin Mbah Anda pasti bisa jawab.

Zodiak adalah hasil dari budaya barat, namun bisa popular hingga ke orang-orang modern yang ada di Indonesia, namun dilain pihak bangsa Indonesia khususnya Jawa, juga menghasilkan budaya sendiri mengenai hal ini yaitu weton. Weton layaknya zodiak juga mampu membaca karakter orang, misalnya weton A biasanya orangnya galak, weton B biasaynya pelit. Pernah suatu hari Mbah saya bilang, si A itu orangnya galak lumrah soalnya wetonnya bla bla bla.

 Budaya jawa menurut saya keren, pemikiranya tidak kalah dengan bangsa-bangsa barat yang katanya secara ilmu pengetahuan mereka lebih maju dari pada di Indonesia. Namun saya baru sadar bahwa kebudayaan jawa itu sangat maju, meski orang jawa masih menjunjung tinggi adat dan terkesan tradisional serta jauh dari kata modern namun ada satu hal yang perlu diketahui, bahwa kebudayaan sudah mampu menciptakan sebuah pandangan mengenai gambaran kepribadian manusia atau orang jawa menyebutnya dengan istilah watak. Orang jawa zaman dahulu belum mengenal dengan psikologi manusia, namun bisa membuat sutau pandangan mengenai kepribadian manusia yang berdasarkan weton.

Akhir tulisan ini, banyak yang menganggap bahwa orang yang masih menjunjung budaya jawa dianggap senagai orang yang kolot, kurang modern, terlalu klenik dan sebagainya, padahal mereka hanya melihat apa yang nampak sekarang tanpa berusaha membuka sedikit pikirannya mengenai budaya jawa. Orang jawa yang tak pernah kuliah jurusan psikologi, namun mampu memberi gambaran kepribadian manusia berdasarkan weton.