Jumat, 07 Februari 2014

Aku tak bisa Menulis


Hari ini, adalah hari dimana aku harus memulai lagi kegiatan yang baru-baru ini aku jalani. Iya, menulis blog, blog adalah tempat bagiku untuk menampung semua apa yang ada didalam pikiranku. Blog juga tempat dimana aku biasa berbagi tentang keluh kesah, dan aku juga nggak peduli jika orang lain akan menganggapku sedang menulis diary. Diary bagiku bukan hal yang salah, lagian apa yang salah dengan diary? Namun ada hal yang membuat diriku merasa sulit untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiranku saat ini. Saat ini aku merasa sulit mencari ide, tentang apa yang harus saya tulis untuk mengisi blogku minggu ini. Iya, akhir-akhir ini aku baru belajar untuk konsisten menulis diblog minimal satu minggu satu tulisan. Ini adalah caraku yang saya adopsi dari cara teman dalam memulai untuk belajar menulis. Bisa dibilang program “satu minggu satu tulisan”

Hari ini pikiranku seakan jenuh untuk memulai sebuah tulisan. Setiap kalimat yang saya ketik seakan tidak mau terus bersambung menjadi sebuah bahasan yang menarik (menurut pribadi saya). Bahkan terkadang saya harus menghapus tulisan yang susah payah saya bangun hanya karena tidak ada kelanjutan dari tulisan itu.

Saya mencoba terus berpikir untuk menulis apa yang harus saya tulis, namun lagi-lagi tidak ada yang mampu saya tuangkan dalam tulisan. Saya sadar betul betapa sulitnya saat ini untuk membangun sebuah tulisan hingga menjadi paragaraf, kemudian dari paragraph-paragraf itulah akan membuat sebuah bentuk yang berisi tentang gagasan apa yang saya ingin tuangkan dalam tulisan tersebut.

Saya berpikir untuk menulis aktifitasku beberapa hari ini, namun dari aktifitasku beberapa hari ini tidak ada satupun yang menarik untuk ditulis menjadi sebuah catatan di blog. Otakpun tak mau henti-hentinya terus berpikir mengenai tema yang menarik, dan lagi-lagi tak ada membentuk sebuah paragraf.

Lagi-lagi aku menjadi bingung ingin menulis apa, kebingungan ini bisa jadi karena ambisi saya untuk menulis setiap minggunya, sehingga seakan hal ini menjadi sebuah deadline yang harus diselesaikan.

Kata-demi kata kucoba aku rangkai namun berakhir pada tombol “delete”. Hari yang tak biasa, biasanya bisa menulis mengalir seperti air yang mengalir dengan tenang, namun seakan berhenti disebuah danau yang kecil dan keruh, sehingga tak ada yang mempedulikan.

Kemudian aku terhentak sadar, tentang apa yang aku tulis hari ini, ternyata aku bisa menulis meski otak ini sedang susah mencari inspirasi. Dan hingga membentuk tulisan ini, barulah aku tersadar, bahwa tulisan tidak harus produk dari idealisme, atau produk pemikiran yang dalam mengenai suatu hal. Menulis adalah hal yang sederhana, sesederhana kita dalam berpikir. Menulis adalah bahasa otak yang terkadang tak mampu diucapkan dalam serangkaian kata. Menulis bukan hanya sekedar membuat suatu gagasan agar bisa dinikmati oleh kalangan intelektual. Tapi menulis adalah tentang apa yang dipikirkan, dirasakan, dan apa yang telah dialami kemudian dari semua pengalamanan-pengalaman tentang apa yang dipikirkan, dirasakan dan dialaminya kita tuliskan dalam bentuk kata-kata hingga mebentuk sebuah kalimat, dan dari kalimat-kalimat akan membentuk sebuah paragraf, dan hasil dari paragraph itulah akan membentuk sebuah tulisan.

Iya tulisan ini, tulisan inilah hasil dari ketidak bisaan saya dalam menulis namun malah membentuk menjadi sebuah tulisan. Entahlah apa yang sedang saya alami, namun yang pasti saya hanya mencoba untuk menuliskan semua yang saya pikirkan saat ini, saat dimana saya sedang susah mencari inspirasi untuk menulis diblog ini.

Akhir catataan, semoga selalu konsisten dengan apa yang coba kita mulai.


Oleh @Rickyyy_23