Kamis, 27 Februari 2014

Alasan saya Tidak Merokok


Coba kalian perhatikan baik-baik iklan rokok di jalan-jalan sekarang ini. Ada sesuatu yang berbeda tidak? Iya, di bagian bawah iklan ada tulisan kurang lebih berbunyi "Peringatan merokok membunuhmu". Kenapa sekarang tulisan lebih sedikit mengancam begitu? Apa tulisan peringatan merokok sebelumnya kurang menakuti-nakuti? Dan peringatan sekarang lebih menakutkan? Saya rasa tidak, soalnya bagi perokok, merokok sekarang sudah menjadi kebutuhan. Ibarat makan, sehari tidak makan nasi akan terasa lapar. Bahkan makan akan menjadi nomor dua bagi seorang perokok berat. Tubuh mereka sudah terbiasa dengan adanya zat-zat yang terkandung di dalam rokok, yang menurut beberapa orang zat tersebut bersifat racun. Dan katanya tubuh mereka akan mengalami sesuatu yang aneh jika tidak merokok dalam sehari, lebih jelasnya tanyakan kepada seorang perokok.

Saya tidak akan mengutuk bahwa perokok adalah meracuni diri sendiri, dan saya juga bukan orang anti rokok meski saya sendiri bukanlah perokok.  Saya juga tidak pernah melarang orang di sekitar agar tidak merokok, karena menurut saya orang yang merokok bukanlah orang yang bodoh dan tidak bisa baca tulis. Peringatan tentang larangan merokok juga tertera di bungkus-bungkus rokok itu sendiri. Terus kenapa perokok tidak menghiraukan itu? Saya juga tidak tahu, tapi yang jelas larangan atau peringatan merokok adalah sesuatu yang tidak efektif atau bisa dibilang gagal dalam mengurangi jumlah perokok. 

Lantas kenapa saya tidak merokok? Saya tidak bermaksud untuk pencitraan atau apalah. Kalo saya pencitraan toh saya posting di blog saya yang tidak ada yang baca tulisan saya. Menurut saya pribadi pencitraan juga hanya dilakukan oleh orang-orang yang berkepentingan. Dan saya juga fine-fine aja jika ada orang yang melakukan pencitraan, Karena dalam pencitraan tidak ada yang dirugikan.

Kembali ke mengapa saya tidak merokok? Saya bukan seorang perokok, tapi bukan berarti saya tidak pernah merokok. Saya juga pernah merokok pada saat masih kecil, karena sekedar ingin coba-coba. Seperti halnya mencoba makan, tidak akan mengkonsumsi lagi jika ternyata makanan tersebut tidak enak di lidah saya. Begitu juga dengan rokok, ketika saya mencoba rokok, saya tidak merasakan apa yang enak dari rokok, yang saya rasakan hanya pait, serta di lidah terasa aneh. Saya masih ingat ketika saya mencoba merokok, ada yang aneh di mulut saya, hingga saya gosok gigi lagi untuk menghilangkan rasa aneh di mulut tersebut. 

Dan keinginan menjadi perokok berkurang ketika saya mengamati teman-teman saya yang merokok begitu cepat capek dan ngos-ngosan saat berolahraga. Teman-teman saya merokok cinderung mudah lelah dan nafasnya cepat lelah serta daya tahan tubuhnya juga ikut melemah, jadi terlihat mudah loyo ketika main bola bareng. Hal itu menjadikan saya semakin kuat untuk tidak merokok. 

Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak merokok namun tidak anti rokok. Banyak dari teman-teman saya yang merokok, saya tetap bersikap biasa saja ketika mereka merokok di depan saya. Saya tahu mereka menghormati saya yang tidak merokok, dan sudah semestinya saya juga menghormati mereka dengan tidak melarang merokok di dekat saya.  

Banyak orang yang bukan perokok menuntut dirinya agar perokok menghormarti dirinya yang bukan perokok, namun apakah dirinya yang bukan perokok telah menghormati orang yang merokok? Saya tidak bermaksud membela perokok, toh saya juga bukan perokok. 

Sudah waktunya kita harus bersikap dewasa, jangan menuntut orang lain menghormati hak kita sedang kita tidak pernah menghormati hak mereka. Kita tidak boleh egois, menuntut orang lain menjadi benar semua, yaitu benar hanya menurut standar hidup kita sendiri

Sebagai akhir catatan ini, sayangilah hidup ini, karena hidup cuma sekali. Dan mari hidup sehat dengan berolah raga. 

Sekian semoga bermanfaat.


Tulisan ini sebenarnya tulisan yang berada di catatan dalam facebook saya, namun catatan tersebut tidak saya publikasikan secara umum sehingga tidak bisa dibaca oleh semua orang. dan pada kesempatan hari ini saya posting di blog pribadi saya ini, harapan saya tidak lebih dari sekedar berbagi dengan tulisan-tulisan. dan semoga saya bisa tetap konsisten dalam menulis.