Jumat, 28 Februari 2014

Kenapa Jumat Keramat?


Hari ini adalah hari jumat. Seperti biasa, kicauan di twitter tidak jauh dengan Jumat Berkah, jumat Mubarak. Iya, hari jumat identik dengan twit-twit fatwa jumat yang isinya tidak jauh dari kata-kata atau quotes yang berisi tentang nasehat-nasehat.

Namun jumat berkah tidak berarti bagi kaum wartawan yang senantiasa menunggu di halaman gedung KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Tentu mereka tidak menunggu untuk hal-hal yang sia-sia, melainkan menunggu jadwal pemanggilan tersangka atau tersangka yang tertunda. Kenapa tersangka yang tertunda? Karena biasanya KPK sebelum menetapkan sebagai tersangka, KPK memberi label saksi terlebih dahulu untuk memudahkan pemeriksaan agar bisa lebih kooperatif. Padahal penetapan saksi oleh KPK hanyalah sebuah modus sebelum menaikan level menjadi tersangka. Sebagai contoh misalnya, Menpora Bapak Andi Malarangeng, sebalum beliau ditetapkan sebagai tersangka beliau adalah saksi atas dugaan korupsi pembangunan wisma atlet dan gelanggan olah raga di Hambalang. Selain itu, ada sahabatnya di partai berlambang mersi, sebut saja Partai Demokrat, yaitu Anas Urbaningrum, sebelum beliau di tetapkan sebagai tersangka, beliau juga ditetapkan sebagai saksi terlebih dahulu.

Jumat keramat, adalah nama yang kini menjadi sebuah episode yang ditunggu-tunggu oleh kalangan wartawan. Kenapa namanya jumat keramat, nama jumat keramat adalah nama yang ditafsirkan oleh media karena banyak tersangka korupsi yang ditahan pada hari jumat. Entah itu karena kebetulan atau sebauh kesengajaan, namun yang jelas sudah banyak koruptor yang ditahan pada hari jumat.

Seperti yang kita ketahui bahwa hari jumat bagi kalangan muslim adalah hari rayanya hari. Artinya dalam setiap hari itu ada hari yang melibihi hari-hari lainya, yaitu hari jumat. Hari jumat bisanya umat muslim mengadakan sholat jumat, terutama bagi muslimin. Jadi tidak jarang jika hari jumat bagi kita yang masih sekolah, khusus hari jumat pulang lebih awal, biasanya jam 11.00.

Selain untuk orang yang masih sekolah, bagi kalangan pedagang atau pebisnis lainnya tidak jarang kalo hari jumat libur, seperti yang dilakukan oleh bengkel langganan saya, bengkel tersebut setiap hari jumat malah libur dan minggu malah buka.

Jumat yang seharusnya hari yang lebih mulia dari pada hari lainya, mengapa harus ada istilah jumat keramat? Sepertinya itu hanya sebuah istilah yang ditafsirkan oleh beberapa kalangan dan anehnya karena pengaruh media istilah tersebut seakan menjadi popular, terutama di media berita.

Kali ini saya akan berbicara sedikit mengenai jumat keramat dan apakah sekeramat seperti namanya? Memang ada sekelompok orang malam jumat ada salah satu yang dianggap keramat yaitu malam jumat kliwon, namun saya tidak akan membahas malam jumat kliwon yang katanya dianggap keramat itu.

Jumat keramat! Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah keramat bagi siapa? Bagi kita? Padahal telah kita ketahui semua bahwa hari jumat adalah hari rayanya hari
Bukan? Semua sekolah dipulangkan lebih awal, kantor-kantor istirahat kerja lebih awal dan lebih lama, serta ada beberapa usaha yang sengaja untuk tutup di hari jumat, itu semua untuk menghormati kita sebagai muslim karena diwajibkan untuk mendirikan sholat jumat secara berjamaah. Lantas apakah menurut kita itu keramat? Tentu saja tidak. Jumat keramat dalam konteks ini hanya diperuntukan mereka para koruptor. Sedangkan kita sebagai rakyat bukan jumat keramat lagi, melainkan jumat berkah, Karena berita tentang ditahankannya koruptor adalah berita bahagia bagi kita semua. Karena orang yang selama ini dianggap maling uang Negara dapat ditahan.

Jadi jumat keramat berlaku bagi mereka yang tersandung kasus korupsi, sedangkan rakyat? Jumat tetap menjadi jumat berkah, karena dengan adanya penangkapan koruptor oleh KPK menunjukan bahwa Indonesia sedang mengalami proses pembersihan hama dari tikus-tkus berdasi. Berita penangkapan korupsi bukanlah berita buruk, namun berita baik karena justru dengan begitu kita semua tahu bahwa koruptor adalah musuh kita semua, jadi sudah semestinya kita bahagia dengan banyaknya koruptor yang sudah tertangkap, dan ada beberapa yang sudah divonis oleh pengadilan tipikor.

Ibarat petani yang sedang meracuni tikus-tkus di sawah, sudah menjadi hal yang wajar jika banyak bau bangkai tikus di mana-mana, namun dibalik bau bangkai tersebut ada kebahagian di wajah petani, karena hal itu menandakan bahwa tikus-tikus yang menjadi musuh petani sekarang berkurang. Namun kebanyakan saat ini, orang malah banyak yang menghujat karena banyaknya bau bangkai tikus tersebut tanpa pernah berpikir bahwa bau bangkai adalah tanda bahwa tikus telah mati, dan itu artinya hama tikus telah berkurang.

Akhir catatan ini,
mari sholat jumat J