Kamis, 27 Februari 2014

Lupa Tanggal Lahir Ibu.


Apakah diantara kalian yang masih ingat dengan tanggal lahir pacar atau gebetan kalian? Sepertinya banyak yang hafal dengan tanggal lahir pacar atau gebetan kalian. Kemudian anda juga ingat dengan tanggal lahir Ibu kalian yang melahirkan kalian ke dunia dengan mengorbankan nyawanya sendiri? Saya berharap diantara kalian tidak ada yang lupa dengan tanggal lahir Ibu kalian sendiri. Dan jika ada anak yang lupa dengan tanggal lahir ibunya sendiri dianggap sebagai durhaka dengan orangtua, maka celakalah saya. Iya, saya lupa dengan tanggal lahir Ibu saya sendiri. Ibu yang telah melahirkan saya ke dunia, Ibu yang selama ini telah membesarkan saya, Ibu yang telah mendidik saya hingga seperti ini, tapi saya sampai lupa dengan tanggal lahir ibu saya sendiri.

Kenapa saya bisa lupa dengan tanggal lahir Ibu saya sendiri? Sebelumnya jangan ada yang menganggap bahwa saya adalah anak pungut ya? Meski saya dan Ibu saya tidak pernah tes DNA, tapi saya yakin 100% bahwa saya anak kandung dari Ibu saya, dan saya tidak pernah diadopsi oleh orang lain, yakin! Saya lupa dengan tanggal lahir atau ulang tahun Ibu emang karena Ibu lahir di sebuah desa kecil, dan Mbah saya juga orang desa yang tidak pernah merayakan ulang tahun anak-anaknya, jadi wajar jika Ibunya sendiri (Mbah) lupa dengan ulang tahun anak-anaknya. Yang diingat oleh Mbah adalah wetonnya, bukan tanggal lahirnya.

Kejadian yang membuat saya sampai saat ini masih terus mengingatnya adalah ketika ada pemberitahuan dari Pak RT agar segera melakukan pembaruan Kartu Keluarga atau KK, nah saya sendiri yang mengurus ke kantor kelurahan dan ke kantor kecematan. Ketika saya mengisi formulir kebetulan nama Ibu saya dan Bulek saya belum tercantum di KK lama, sehingga saya mempunyai alternatif untuk sekalian memperbarui KK sekaligus memasukan Ibu dan Bulek ke KKnya Mbah. Kebetulan Ibu sama Bulek masih hidup serumah dengan Mbah. Ketika mengisi formulir saya bingung dengan tanggal lahir bulek dengan Ibu, kemudian saya menanyakan kepada Mbah, tapi Mbah tidak tahu, kemudian saya suruh memperkirakan umurnya dan saya karang sendiri tanggal lahirnya. Ketika memasukan ternyata terjadi kesalahan dan baru sadar ketika KK sudah jadi. Kesalahannya sangat fatal sebenarnya, namun keluarga terutama Ibu sama Bulek tidak begitu mempermasalahannya, karena bagi mereka yang penting bisa punya KTP. Dan apakah kalian tahu kesalahannya apa? Ternyata saya salah memasukan tanggal lahir dan mengakibatkan Ibu dan Bulek saling bertukar posisi, yaitu Ibu yang seharusnya anak kedua namun menjadi anak ketiga. Dan sebaliknya, Bulek yang seharusnya anak ketiga malah jadi anak kedua, sehingga terjadi pertukaran tanggal lahir. Jika hal itu dibuat sebuah sinetron, maka judul yang tepat adalah “Tanggal lahir yang tertukar”. Sebenarnya lucu juga, cuma gara-gara saya salah masukan tanggal lahir, tapi yang terjadi saya harus panggil Bu Dhe bukan Bulek lagi, hehehe.

Itulah kenapa saya lupa dengan tanggal lahir Ibu saya sendiri, jadi boro-boro mau ngucapin selamat ulang tahun kepada Ibu, ulang tahunnya kapan saja saya juga tidak tahu. Namun untungnya ada perayaan nasional yang menetapkan hari Ibu, yaitu tanggal 22 Desember, dan apakah saya juga merayakan hari Ibu dengan mengucapkan selamat dengan Ibu? Jelas tidak! Lagi-lagi tradisi dalam keluarga saya tidak ada hal-hal seperti itu kecuali sungkem ketika hari lebaran.

Perayaan hari ibu atau tanggal hari Ibu sebenarnya juga hal yang bukan wajib dilakukan, sebagai wujud kasih sayang dengan orangtua yang telah susah payah melahirkan dengan membesarkan dengan penuh kasih sayang. Dan sudah menjadi barang wajib bagi kita semua sebagai anak untuk terus menghormati beliau, dan tentu saja terus mendoakannya setiap hari.

Saya lupa dengan tanggal lahir Ibu, karena memang sedari awal saya sebelumnya tidak pernah tahu kapan tanggal lahirnya. Namun jika tanya weton mungkin Mbah saya masih hafal betul kapan weton anak-anaknya, bahkan weton cucunya termasuk saya beliau hafal betul.   

Sebagai akhir catatan, menunjukan kasih sayang dan perhatian tidak harus menunggu hari lahir atau ulang tahunnya, namun akan lebih baik jika kasih sayang dan perhatian kita terhadap orangtua bisa kita tunjukan setiap hari, untuk mendoakan orangtua saya yakin kalian setiap hari selalu menyisipkan doa untuk kedua orangtua kita. Saya juga tidak menyalahkan kepada mereka yang selalu merayakan ulang tahun Ibunya dengan perasaan suka cita, karena setiap orang punya cara sendiri-sendiri sebagai wujud kasih sayang kita kepada seseorang yang telah melahirkan kita. Dan akhir kata, bahwa Ibu tidak pernah menuntut apa-apa dari kita, karena kasih sayang Ibu adalah kasih sayang yang tulus.

            Ibu tidak pernah menuntut apa-apa dari kita, karena kasih sayang Ibu adalah kasih sayang yang tulus.
Semoga bermanfaat,