Kamis, 13 Februari 2014

Puisi

Lupa kepadaNya

Hamba ini selalu lupa denganMu
Tapi kau curahkan nikmatMu kepadaku
Kau kabulkan segala doaku
Dan kau cukupkan kehidupanku

Aku tidak pernah hadirkan DiriMu dalam usahaku
Tapi Engkau berikan hasilnya padaku
Tak pernah aku bersyukur atas nikmatMu
Tapi EngKau tetap berikan NikmatMu kepadaku

Tuhan, hamba ini sering lalai PadaMu.
Aku dekat denganMu hanya ketika musibah sedang menghampiriku,
Ketika musibah itu hilang
NamaMu turut menghilang

Tuhan, hamba sungguh malu denganMu
Hamba ini malu memohon pertolonganMu
Hamba malu meminta dariMu
Pantaskah diri ini yang selalu lalai, memohon kepadaMu?

                (Sebuah puisi serta renungan dari hamba Allah yang sering lalai.)

Sebuah puisi dari hamba Allah yang selalu lalai dengan Sang Pencipta, puisi yang menggambarkan betapa manusia sering lalai, padahal segala sesuatunya telah dicukupkan oleh Allah SWT. Puisi tersebut tidak menggambarkan siapapun, akan tetapi lebih kepada pengalaman saya sendiri yang selama ini sering lalai.

Saya akui, diri ini sering lalai, namun apa yang terjadi kerika diri ini mendapat musibah? Diri ini seakan mencari pertolongan Allah. Allah yang seharuskan senantiasa ada di dalam kalbu seseorang seakan hanya sebagai senjata terakhir ketika masalah sudah teramat besar.

Manusia adalah makhluk yang “lalai” bahkan ada yang bilang bahwa “lalai” adalah kodrat dari manusia, namun apa benar lalai kepada sang Pencipta yang selalu memberi rahmat kepada kita semua? bukankah sudah menjadi kewajiban untuk selalu mengingat Allah? Lantas mengapa kita jadikan “lalai adalah kodrat manusia" sebagai alasan atas pembenaran kelalaian kita kepada Tuhan?

Renungan bagi diri ini yang selalu lalai, Hamba ini lalai, namun Allah selalu cukupkan kehidupan ini. Hamba malu memohon kepada Engkau, dalam doa hamba setelah menunaikan sholat, hanya satu doa yang selalu saya ucap, “Ya Allah Kuatkanlah Iman hamba, agar hamba selalu mengingat Engkau”. Karena seperti yang kita ketahui bahwa Allah lah yang mampu membolak-balikan hati manusia.  


Semoga kita semua bukanlah manusia yang lalai dan akan merugi di kemudian hari.

Semoga Bermanfaat