Kamis, 27 Februari 2014

Satu Twit Berjuta Persepsi


Beberapa tahun terakhir ini fenomena mengenai facebook mulai agak surut dengan adanya pesaing barunya untuk bidang social media. Twitter, iya itu namanya saya juga tidak tahu mengapa pendirinya menamakan social media tersebut dengan nama tersebut, tapi yang jelas keberadaan twitter sudah semakin menjadi kebutuhan bagi kalangan dari kebanyakan kita. Mengapa bisa demikian? Dunia twitter luar biasa hebatnya apa yang menjadi isu di dunia nyata dalam waktu yang cepat dapat menjadi trending topic di twitter. Jadi itu yang menjadi alasan para pengguna twitter untuk selalu membuka akun twitter mereka setiap saat ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.

Selain karena cepatnya informasi juga dilatarbelakangi dengan adanya keinginan hiburan yang lain dari pada yang lain, mengapa lain dari pada yang lain? Karena hiburan-hiburan yang ada seperti televisi tidak lagi menjadi semenarik yang mereka harapkan. mungkin aneh juga twitter yang pada dasarnya hanya sebuah kumpulan tulisan atau ocehan dari beberapa pengguna twitter kemudian menjadi sesuatu yang menarik dan menjadi suatu hiburan bagi sebagian orang, kemudian ada pertanyaan apa sebenarnya letak kemenarikannya? Ternyata yang menjadikan twitter itu menarik adalah konten atau isi dari ocehan yang berupa twit-twit mereka, kemudian respon dari twit tersebut sehingga semaikn banyak yang merespon itu menandakan bahwa twit tersebut menarik dan menjadi trending topic.

Dalam menggunakan social media seperti twitter kita harus bijak dan berusaha mungkin untuk menghilangkan sisi GR (bukan gejala Rabies lho), karena banyak twit-twit atau kicauan di twitter yang “nomention”. Jika tingkat GR kita tinggi bisa jadi menganggap twit itu menyindirnya bahkan dari orang yang tidak dikenalnya.

Selain menurunkan tingkat GR pengguna twitter juga harus kritis terhadap twit-twit orang lain dan tidak cepat terbawa dengan twit-twit yang di posting di akun twitternya. Twit yang sejatinya hanya 140 karakter dan semua orang bebas dalam menafsirkan setiap twit, dan hal itu pulalah bahwa satu twit bisa bermacam-macam tafsir, bisa dikatakan juga multi tafsir.

Dan yang terpenting dalam menggunakan social media adalah selain mengurangi tingkat GR dan tentunya sebelum ngetwit diawali dengan niat dan diakhiri dengan pilih option tweet.  


Sekian, dan mari bijak dalam menggunakan social media #halah