Jumat, 21 Februari 2014

Tentang Hoby “FUTSAL”


Cuaca hari sedikit tidak bersahabat, sudah dari pagi matahari seakan malu untuk menampakan sinarnya. Sejak pagi langit sudah nampak mendung, serasa akan hujan lebat sepanjang hari. Iya, beberapa hari ini lagi sering hujan, hingga luapan air menjadi sebuah bencana, terutama daerah Jakarta yang sudah menjadi langganan banjir. Di Jakarta banjir seraya lebaran, sama-sama ditunggu kedatangannya setiap tahun, namun jika hari raya ditunggu dengan penuh suka cita, tetapi tidak untuk banjir, banjir ditunggu dengan perasaan was-was.

Hingga siang seharusnya matahari sudah nampak gagah dengan sinarnya, namun sinar itu tidak kunjung nampak juga. Jemuran yang biasa kering dalam sehari, itu nampaknya tidak untuk beberapa hari ini, pakaian berhari-hari baru kering dengan bonus bau apek karena terlalu lama keringnya.

Hari ini aktifitas menjadi tidak sesemangat hari biasanya, berjam-jam saya habiskan hanya untuk berinternet dan sesekali membaca buku untuk menghabiskan waktu. Iya, hari ini full malas-malasan di dalam kamar kos. Namun saya ingat bahwa sore harinya saya harus futsal dengan teman-teman. Futsal salah satu hoby saya, sudah dari kecil saya suka bermain bola.

Futsal adalah salah satu hoby saya yang sudah menjadi bagian dari hidup saya, bahkan dalam seminggu ada jadwal khusus untuk bermain futsal, setidaknya seminggu sekali saya harus bermain futsal. Saya sebenarnya tidak jago dalam bermain futsal, namun hanya sekedar suka bermain futsal. Pernah suatu hari badan saya lagi agak kurang sehat namun ada salah satu teman saya yang mengajak futsal, dan saya menyanggupinya. Apa yang terjadi? Badan yang awalnya agak kurang sehat pas main futsal nampak sehat bugar, dan anehnya pas selesai bermain futsal badan mulai kurang sehat lagi. Hal itu sebenarnya bukan peristiwa yang aneh atau ajaib, tapi hanya masalah minat, karena ketika minat atau suka terhadap sesuatu, kita akan cinderung mengabaikan apapun yang ada, termasuk rasa sakit.

Sedikit cerita mengenai futsal, futsal dan sepak bola adalah olah raga yang hampir sama, bisa dibilang keduanya adalah adek dan kakak. Saya mengenal futsal pas kelas tiga SMA sebelumnya saya lebih suka bermain di lapangan bola. Namun pada tahun 2009 futsal mulai booming, dengan ditandai banyaknya gedung-gedung yang bermetamorfosa menjadi arena lapangan futsal.

Ada yang lucu dalam permainan futsal saya, karena seperti masa remaja yang masih labil. Dalam futsal saya juga mengalami masa-masa labil itu, dulu pertama saya bermain futsal, saya bermain sebagai kiper. Bukan karena apa, tapi dulu semua posisi sudah diisi oleh teman-teman saya yang jago dan kebetulan posisi kipper kosong, dan saya yang mengisi untuk melengkapi kompisisi pemain. Dari kiper saya mulai bermain sebagai pemain belakang, kemudian saya mencoba bermain sebagai sayap dan tidak jarang saya juga mengisi posisi striker.

Dari semua posisi futsal tersebut, namun satu yang menjadi kelemahan saya, saya tidak bisa mencetak goal, artinya obsesi saya lebih suka memberi umpan kepada striker ketimbang obsesi mencetak goal. Itu alasan mengapa saya pada waktu turnamen yang diikuti oleh kampus saya, saya lebih di tempatkan sebagai pemain belakang. Dan dalam futsal pemain belakang sekaligus sebagai playmaker. Playmaker adalah otak dari permainan sehingga harus berpikir ekstra keras untuk menghasilkan peluang yang sebisa mungkin harus efektif untuk menghasilkan poin atau goal.

Bicara soal futsal, mengapa saya menjadi seperti maniak futsal, padahal secara permainan masih sering melakukan kesalahan. Ada alasan tersendiri mengapa saya lebih tertarik futsal dari pada olah raga lainnya, seperti badminton, basket atau tenis. Alasannya satu, saya cuma bisa bermain futsal, hehe. Futsal adalah olah raga secara team, dan disitulah semua ego dihilangkan, karena di dalam futsal hanya ada nama kami buka aku. Selain itu, futsal juga membantu saya dalam mengelola emosi saya. Dulu saya akui saya sulit mengontrol emosi saya sehingga membuat permainan menjadi rusak, lho apa hubungannya emosi dengan rusaknya permainan? Begini, dalam bermian futsal kerja sama dengan sesama anggota team sangat diperlukan terutama dalam mencetak goal. Sehingga mengontrol emosi sangat diperlukan karena ketika terlalu emosi dan berambisi, tidak jarang kita tidak bisa mengambil keputusan secara tepat. Seperti ada peluang untuk shoot, namun ada lawan siap menghadang,  dan dalam waktu yang bersamaan  di salah satu sisi ada teman yang kosong siap menerima umpan matang. Jika kita emosi kita akan langsung shoot, padahal ada lawan yang siap menghadang tembakan kita. Apa yang terjadi? Gagal! Itu mengapa mengontrol emosi sangat diperlukan dalam sebuah pertandingan, lain ceritanya jika ia memutuskan untuk memberi umpan kepada teman yang kosong tadi, kemungkinan besar goal karena pada saat itu kiper sudah terkecoh. Dan saya banyak belajar dari itu, dan sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna tidak jarang saya masih terbawa emosi, dan hasilnya? Permainan menjadi kacau dan tak berbentuk.

Futsal bagi saya juga sarana untuk sekedar ngumpul dengan teman-teman, baik itu mudah maupun tua. Karena dalam futsal tidak mengenal kasta, apalagi tata karma. Tidak jarang ada anak yang lebih muda memarahi temannya karena berbuat kesalahan padahal yang di marahi adalah orang yang lebih tua. Seperti yang saya lakukan dengan kakak saya yang sering melakukan kesalahan.

Setelah selesai futsal biasanya saya dan teman-teman juga  tidak langsung pulang, saya dan beberapa teman saya mampir dulu di sebuah angkringan tempat nongkrong sekaligus sebagai pelampiasan atas energy yang telah terkuras karena berlari-lari mengejar bola. Sambil menikmati makanan serta bercerita sana-sini dengan teman-teman menjadi suasana semakin nyaman. Setelah lelah sudah terbayarkan dengan beberapa nasi kucing dengan beberapa gorengan serta minuman panas. Kami pun terus bergegas pulang menuju kerumah masing-masing.

Tidak ada raut masalah yang terpancar dari mereka-meraka yang hoby berolahraga, karena olah raga bukan saja olah raga secara fisik, namun juga secara mental. Olah raga selain menyehatkan badan juga mampu menghilangkan stres atas permaslahan yang sedang di alami. Olah raga juga sebagai terapi untuk mengurangi tingkat stres atau tekanan sehari-hari, hal itu bisa dimungkinkan karena olah raga juga bisa digunakan sebagai media katarsis. Apa itu katarsis? Katarsis adalah semacam pelampiasan atas apa yang sedang dialaminya atau curahan energy yang tersimpan, sehingga tidak menjadi beban dalam pikiran, untuk lebih jelasnya mengenai katarsis bisa disearching di via internet melalui google, hehehe.

Sebagai penutup, berolahraga selagi sehat, berikhtiar selagi sempat, dan bersykurlah selama masih diberi nikmat.
Semoga bermanfaat.

Gambar pada saat mengikuti turnamen, saya berdiri dari kanan nomor empat




# Sebenarnya tulisan ini sudah lama nangkring di folder, namun baru sempat saya posting mengingat baru sadar kalo pernah nulis ini, hahahaha