Senin, 03 Maret 2014

Anak Kecil Yang Belum Penuh Dosa

Beberapa hari yang lalu ketika saya lagi makan di sebuah warung tiba-tiba ada rombongan keluarga, ayah, ibu dan dua anaknya masih kecil. Terlihat keluarga tersebut baru saja menjemput anaknya dari sekolah karena kedua anaknya masih menggunakan seragam sekolah. Yang paling kecil perempuan kira-kira usia 4 tahun dan masih sekolah TK, terlihat dari seragam yang dipakai. 

Ketika dia datang langsung menuju pas di meja saya lagi minum es kopi. Anak tersebut, yaitu anak yang paling kecil, berkata dengan mamahnya, "Mah, saya duduknya pengen deket mas nya saja" sambil malu-malu. Dan Ibunya mengijinkan putrinya duduk pas di depan saya, kemudian Ibunya berada di sebelah kanannya. 

Anak kecil yang belum banyak dosa itu sangat lucu dan mudah akrab dengan orang baru, hal itu terlihat meski malu-malu malah mengajak kenalan saya. Nama gadis kecil yang belum banyak dosa itu adalah Jesica. Ibunya yang berada di sebelahnya juga menyapa saya dan memberitahu mengenai tingkah anaknya, yang menurut Ibu tersebut adalah anak yang cerewet. 

Singkat cerita, jesica si gadis kecil yang imut itu mulai menunjukan kecerewatannya, dengan malu-malu bertanya kepada saya "Mas Riki, sudah punya pacar belum?" Mendengar pertanyaan tersebut sontak membuat saya kaget, ini bocah tau istilah pacar dari mana coba? Dan Ibu dengan segera juga ikut perbincangan dengan sedikit senyum karena melihat tingkah anaknya. Sang Ibu juga menanyakan hal-hal tentang saya, mengenai kuliah ambil jurusan apa, tinggal di mana serta menanyakan saya asli orang mana. Meski sekedar basa-basi kami menjadi semakin akrab padahal baru ketemu. 

Kembali ke jesica, gadis kecil yang belum penuh dosa yang menanyakan soal pacar kepada saya. Saya tidak GR dengan pertanyaan gadis itu, gila aja dia masih ABG (anak belum gede) bisa-bisa saya dikira pedofil. Namun saya lebih tertarik bagaimana gadis sekecil itu kenal dengan istilah pacaran mengingat usianya masih sekitar 4 tahun. Saya kira itu pengaruh lingkungan dan juga tontonan televisi saat ini. Dan seharusnya orangtua harus turut andil dalam memperhatikan serta mengawasi mana tontonan televisi yang layak untuk anaknya dan mana yang harus dihindarkan karena bisa saja berpengaruh terhadap tumbuh kembang si anak. Karena perlu diketahui bahwa anak-anak memiliki memori yang sangat kuat, dan apa yang ia tonton dan dengarkan akan berpengaruh terhadap perilaku si anak, meminjam istilah psikologi di kenal dengan modelling atau observational learning. 

Sudah jadi kewajiban orangrtua untuk memperhatikan tontonan si anak agar anak kecil yang belum penuh dosa tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Dari pada hanya menonton televisi alangkah baiknya si anak bermain dengan teman sebayanya agar dapat belajar bersosialisasi dan berempati dengan sesama. 

Dan kesimpulan dari cerita di atas adalah masa anak adalah masa yang ikut menentukan sikap dan perilaku anak ketika tumbuh menjadi dewasa, jadi optimalkan tumbuh kembang pada masa anak-anak agar ketika dewasa kelak menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab serta tidak mengalami masalah-masalah dalam tumbuh kembangnya 

Dan yang terpenting dari tulisan ini adalah, tampang preman saya ternyata masih disukai anak kecil, dan perlu diketahui selain anak kecil belum penuh dosa, ia juga selalu jujur lho
J
Sekian karena sudah waktunya siap-siap buat futsal. 


Terima kasih