Kamis, 03 April 2014

Cermin


Mengapa kita merasa iri? 

Mengapa kita merasa iri? Baik iri dengan pencapaian orang lain, Iri dengan keberhasilan orang lain, Serta iri dengan apa yang diperoleh orang lain. 

Kita merasa iri, boleh jadi karena banyak hal yang belum kita ketahui tentang mengapa mereka bisa mendapatkan hasil yang lebih daripada kita. 

Kita tidak tahu, saat kita masih tertidur nyenyak, mereka sudah berwudhu membasuh muka mereka untuk sholat tahajud. 

Kita tidak tahu, saat kita sehabis sholat shubuh masih ingin melanjutkan mimpi yang bersambung, mereka sudah menyonsong hari dengan penuh semangat. 

Kita tidak tahu, ketika kita bangun kesiangan, mereka sudah mulai bergulat dengan realitas. 

Kita tidak tahu, disaat malam hari kita masih disibukan dengan kegiatan yang kita anggap menyenangkan serta hanya sekedar hura-hura, mereka sedang sibuk membuat agenda tentang apa yang harus dilakukan keesok harinya. 

Kita tidak tahu, disaat mereka terus mencoba namun gagal hingga menuai hasil, namun kita tak pernah tahu betapa hasil yang mereka dapatkan adalah sesuai dengan kerja kerasnya. 

Kita hanya fokus pada apa yang mereka dapatkan, tanpa ingin tahu apa yang telah dilakukan.


Tak sepantasnya kita merasa iri dengan apa yang didapatkan oleh orang lain, karena rejeki tidak akan tertukar, sebab Tuhan tidak pernah salah alamat dalam memberikan rejeki.