Rabu, 23 April 2014

“MASUMO”

Masumo, begitulah kata orang memanggilnya. Nama yang cukup aneh untuk orang Indoneisa, apalagi jawa. Masumo lebih sesuai dengan nama orang japan. Mungkin pemberian nama masumo agar kepintarannya mampu menyamai bahkan melebihi orang jepang. Mungkin! Masumo adalah seorang laki-laki yang berusia sekitar 24 tahun, dengan perawakan kekar serta badan tegap dengan tinggi badan yang proporsional tentu membuat dirinya bak seorang pahlawan era majapahit.

Masumo laki-laki yang tidak begitu tampan serta memiliki kemaluan yang sangat besar, (eh, baca: orang yang sangat pemalu). Membuat dirinya sangat kurang percaya diri. Kesehariannya lebih sering dihabiskan dengan menyendiri dibandingkan berkumpul dengan teman-temannya. Sejak lulus SMA dirinya melanjutkan studi ke bangku kuliah dengan harapan mampu membuat dirinya lebih terbuka serta tampil dengan penuh percaya diri.

Masumo adalah lelaki yang mandiri. Di kos misalnya, dia tidak pernah dimandiin oleh Ibu kos, hehe (mandiri itu bukannya mandi sendiri ya, hehehe) serta rajin membersihkan kamar kosnya. Meski uang jajan perbulannya sudah lebih dari cukup, namun ia tidak pernah membawa baju kotornya ke laundry, inilah kenapa saya bilang Masumo adalah laki-laki yang mandiri. Tidak apa-apa, mencuci, membersihkan kamar kos baginya adalah bagian dari kebersihan dirinya, setiap cucian kering bahkan enggan untuk dipakai sebelum di setrika. Emang manusia yang paling bersih yang pernah saya temui, setiap ketemu dengannya pun membuat diri saya ini seakan menjadi manusia yang sangat kotor jika dibandingkan kerapaian serta kerajinannya.

Ngomong-ngomong, sudah saya cukupkan saja membicarakan kebaikan Masumo, entah bener atau salah apa yang saya bicarakan mengenai sisi baiknya Masumo, jika salah anggap saja saya telah memfitnah Masumo. Masumo menurut saya orang yang paling setia, bisa dikatakan dialah cowok idaman para wanita. Kenapa bisa demikian? Tentu bisa, karena sudah hampir beberapa tahun ia sangat setia dengan kamar kosnya, disaat banyak mahasiswa yang kos ditempatnya sudah hilir mudik karena tidak betah, namun dia adalah satu-satunya yang paling betah. Saya sendiri juga tidak tahu kenapa banyak yang keluar masuk kos disitu hanya dia yang betah untuk beberapa tahun, hal inilah yang membuat sya sedikit curiga, bahwa si Masumo lah biangnya kenapa anak-anak kos tidak betah berlama-lama kos disitu. Namun saya tidak sekejam itu untuk memfitnahnya, karena saya tahu betul bahwa si Masumo adalah orang yang baik.

Terlepas dari kenapa Masumo sangat betah kos di sana (kos-kosannya), saya juga heran, betapa setianya ia terhadap warung makan tempat biasanya makan. Hampir setiap hari makan disitu, meski menu yang ia makan berbeda-beda setiap harinya, tapi tetap saja ada suatu pola makan yang sama, maksudnya seperti pagi ini ia makan dengan lauk sayur pecel, bisa dipastikan dua hari lagi, paginya juga akan makan yang sama dengan hari ini. Ketika saya ajak untuk makan di tempat lain, dalam dirinya seakan ada rasa kecewa yang dalam. Saya malah curiga jangan-jangan habis makan dengan saya di tempat yang berbeda ia akan makan lagi ditempat biasa ia makan. Entahlah semoga saja tidak J

Mungkin ini termasuk orang yang mainstream bahkan sudah akut, hingga pada merk tertentu, misalnya untuk sabun harus merk A, dan begitu juga barang-barang yang lainnya (Btw kenapa dari sekian merk saya mengambil contohnya sabun? Entahlah mungkin naluri laki-laki saya keluar pas nulis ini :-p) Saya malah jadi berpikir bahwa ia juga akan sangat fanatik dengan apa yang sudah membekas dengan hatinya.

Masumo memang dulu juga pernah memiliki pacar, namun hingga saat ini tak pernah terlihat ia menggandengan seorang wanita pun. Dan tentu sebagai teman saya tidak akan dengan sadis menuduhnya homo, hehehe. Karena berdasarkan riwayatnya sudah pernah punya pacar, dan itu membuat saya sedikit lebih tenang bahwa ia bukan homo, hahaha J. Atau Masumo adalah seorang yang sangat alim hingga tak mau pacaran, serta lebih memilih menunda pacaran serta lebih memilih berpacaran setelah menikah, bisa jadi begitu. Namun pernah iseng-iseng saya kepo akun twitternya namun dia bukan followers-nya Ust Felix jadi sangat sedikit kemungkinannya ia adalah penganut semacam pacaran setelah menikah. Seperti seorang detektif saya berusaha menggali informasi, ada apa dengan Masumo. Berdasarkan ilmu yang saya dapatkan setelah menonton film serial detektif conan, setidaknya saya sedikit paham apa yang harus saya lakukan untuk penyelidikan lebih lanjut. Hasilnya? Nihil tidak ada bukti yang kuat untuk menyatakan bahwa ia trauma jatuh hati. Tak ada satu postingan dalam sosmed yang menunjukan bahwa Masumo lagi galau.

Dan analisa pun menjalar lebih jauh mengenai kehidupan Masumo, sebagai teman tentu bukan hal yang sulit untuk mengetahui kehidupan sehari-hari Masumo. Penemuan satu, bahwa Masumo adalah bukan orang yang mudah bosan. Meski sudah tahu kamar bakal kotor terus buktinya tidak ada kata bosan untuk membersihkan kamar setiap hari (kalo yang ini bukannya, orang yang rajin ya? Embohlah pokoke ngunu wae J). Dia juga sangat betah dengan kosnya padahal banyak penghuni yang tidak betah. Kemudian tidak suka hal-hal yang baru, meski hanya tempat makan, setelah menemunkan tempat makan yang nyaman menurutnya, ia bakal tidak mau pindah tempat makan. Bukti selanjutnya adalah termasuk yang mainstream dengan merk tertentu, jadi susah berganti-ganti merk.

Berkat bukti-bukti yang saya kumpulkan saya menjadi lebih tahu tentang Masumo, baik kehidupan maupun tentang percintaannya. Jika dilihat dari sikapnya dia adalah orang yang bisa dikatakan gagal move on atau susah move on. Tentu dari mantannya yang terdahulu, kebiasaan dengan sang mantan membuat Masumo merasa nyaman dan belum menemukan kenyamanan yang baru dengan orang lain. Jangankan dengan mantan, dengan tempat makan aja jika sudah nyaman sulit pindah tempat makan.

Begitulah Masumo, kehidupan yang dijalaninya membuat dirinya tidak mau berpindah mencari tempat yang nyaman, sehingga yang dia tahu hanya satu tempat nyaman. Kisahnya percintaannya dengan mantan membuatnya tidak mampu menemukan orang yang nyaman menurutnya. Saya sebagai teman tentu akan membantunya agar dia lebih bisa mengeksplorasi diri, melalui kegiatan-kegiatan yang dianggap positif. Move on tentu ibarat sebuah tempat makan, Masumo sudah mempunyai tempat makan yang favorit dan ia sudah merasa nyaman baik dengan tempat maupun menunya. Itulah kenapa Masumo menjadi orang yang susah move on. Masumo sudah terlanjur nyaman pada sebuah tempat dan tidak berani mencoba tempat baru sehingga menemukan tempat baru yang nyaman sebagai alternative. Jadi jika tempat makannya sudah tutup kan ia masih punya tempat yang lain tadi, hahahaha sungguh lagika yang tak masuk akal namun setidaknya patut untuk dicoba. Karena satu yang perlu diketahui bahwa  Masumo itu adalah Manusia Susah Move on.

Sekian cerita fiktif dari saya, jika ada persamaan baik tokoh maupun tempat, saya yakin bahwa ini bukanlah suatu kesengajaan, karena kita sama-sama tahu, bahwa kita tidak kenal sama sekali bukan? Jadi dengarkan sugesti saya, saya hitung dari satu sampai tiga, dan pada hitungan ketiga Anda akan tertidur, saya ulangi sekali lagi, saya hitung satu sampai tiga, pada hitungan ketiga Anda akan tertidur, satu….. dua…… tiga dan Bye….


Semoga hari Anda menyenangkanJ