Kamis, 08 Mei 2014

Cermin

“Sopo nandur bakal ngunduh”, Siapa yang menanam pasti akan menuai, kedua kalimat tersebut memiliki makna yang sama. Barang siapa berbuat baik kepada orang lain, maka niscaya orang lain akan berbuat baik kepada kita. Begitu juga sebaliknya, barang siapa berbuat jahat kepada orang lain, maka bisa dipastikan bahwa orang lain suatu saat juga akan berbuat jahat kepada kita.

Tak perlulah menaruh dendam kepada orang yang telah menyakiti kita, tak perlulah selalu memupuk rasa kebencian kepada orang yang selalu memusuhi kita, tak perlulah kita membuang-buang energi hanya untuk orang-orang seperti itu.

Bersabar dan membalas semua yang telah dilakukan dengan kebaikan adalah perbuatan yang jauh lebih mulia dari pada membalas hal yang sama kepada orang-orang yang terus menyakiti dan memusuhi kita.

Percaya bahwa Tuhan Maha Adil, bukan berarti kita juga percaya bahwa Tuhan akan membalaskan segala sakit hati yang dilakukan oleh orang-orang yang memusuhi kita. Jika kita berharap bahwa Tuhan akan membalaskan segala sakit hati kita kepada orang yang memusuhi kita, lantas apa bedanya kita dengan mereka yang memusuhi kita?


Nabi Saw adalah guru bagi kita semua, kita harus belajar bagimana beliau melakukan orang-orang yang secara terang-terangan membenci beliau. Ketika orang yang membenci beliau sakit, beliau malah menjenguknya. Sungguh akhlak yang mulia. Jangan lah berucap “bahwa saya bukan Nabi” tapi satu yamg perlu diingat Nabi pun juga manusia sepeti kalian, itulah alasan kenapa tuhan mengutus nabi dari golongan manusia, tentu dengan harapan bahwa perilaku Nabi dapat dijadikan suri tauladan bagi kita semua, umat manusia terlebih lagi bagi umat islam.