Jumat, 27 Juni 2014

Nasehat Menyambut Ramadhan


Riki,
Tinggal menghitung hari dengan jari Ramadhan sudah akan tiba, entah apakah akan terjadi perbedaan dalam awal bulan Ramadhan seperti halnya yang sudah-sudah. Namun kamu tidak perlu risau, berpuasalah karena Allah dan serahkanlah semua kepada Allah. Berpuasalah pada hari sesuai dengan keyakinanmu. Dan yang pasti jangan pernah berdebat kusir hanya untuk mempertahankan bahwa kamu yang paling benar dalam mengawali puasa, karena kebenaran hanyalah milik Allah. Dan saya cuma mau bertanya pada dirimu, apa kamu sudah mempersiapkan untuk menyambutnya? Ataukah malah menganggap bahwa ramdhan tidak lebih dari bulan-bulan biasa?

Ingat Rik,
Bahwa bulan Ramadhan adalah kesempatan yang diberikan Allah kepadamu dan kita semua yang kebetulan sudah sekian tahun selalu dipertemukan dengan bulan Ramadhan, apakah kamu yakin bahwa Ramadhan tahun depan kamu masih akan menjumpai bulan Ramadhan lagi? Jika tidak, mengapa kamu malah bersikap biasa saja dan menganggap bulan Ramadhan tidak lebih dari bulan-bulan lainnya? Begitu sombongnya kah dirimu hingga kamu tak merasa banyak dosa?

Ketahuilah Rik,
Bulan Ramdhan adalah sebuah pelajaran sekaligu proses yang diberikan bagi kita semua. Jangan pernah menganggap bahwa puasa di bulan Ramadhan hanya semata-mata menahan lapar dan dahaga selama satu bulan. Jika puasa hanya sekedar menahan lapar dan haus, hewan pun bisa kita paksa untuk berpuasa. Berpuasa menahan lapar dan haus bagi kamu yang sudah beranjak semakin dewasa bukanlah perkara sulit. Tapi lebih dari itu, berpuasa adalah bagaimana kamu mengendalikan semua titik nafsumu, bukan hanya pada nafsu perut. Melainkan semua indera yang ada pada tubuhmu. Baik itu lesanmu, penglihatanmu, pendengaranmu, kelaminmu, dan lebih tinggi lagi adalah apa yang ada dalam pikiranmu agar senantiasa berpuasa dari pemikiran-pemikiran kotor.
Lesanmu yang sering berkata kotor, menghujat, bergeming dan menyebarkan fitnah, harus kamu jaga. Dan lebih banyak diam jika tidak bisa berkata yang bermanfaat. Dan akan lebih baik jika lesanmu kamu gunakan untuk menyampaikan kebenaran.

Matamu yang sering kamu gunakan untuk melihat hal-hal yang menumbuhkan nafsu, harus turut engkau jaga dan akan lebih baik jika kamu lebih sering menundukan kepala untuk mengurangi zina mata.

Pendengaranmu yang sering kamu gunakan untuk mendengarkan hal-hal yang tidak bermanfaat jagalah baik-bak, dan hanya akan digunakan untuk mendengarkan kata-atau ucapan yang bermanfaat saja.

Pikiranmu, harus selalu kamu jaga agar senantiasa selalu berdzikir atau mengingat Allah, bukan hanya berkhayal untuk sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau yang lebih kotor dari pemikiran atas nama nafsu.

Riki,
Jangan pernah kamu sekali-kali gunakan puasa sebagai alasan untuk bermalasan dengan mengatakan “Tidur itu ibadah bagi orang yang berpuasa” karena sebenarnya aku tahu bahwa kamu hanyalah ingin bermalasan-malasan.

Ingat baik-baik Rik,
Berpuasa itu tujuannya adalah menjadikan kamu menjadi orang yang bertaqwa. Puasa adalah proses yang menjadikan taqwa sebagai tujuan akhir. Selama satu bulan kedepan, saya harap kamu menjadi pribadi yang senantiasa bertaqwa. Dan jadikanlah masa satu bulan selama bulan Ramadhan adalah masa yang kau jadikan sebagai proses untuk mencapai ketaqwaan yang akan menuntunmu menjalani kehidupan selama 11 bulan selanjutnya sebelum kamu bertemu dengan bulan Ramadhan lagi.

Bulan Ramadhan alangkah baiknya jika digunakan sebagai lading beramal, dan lebih dari itu, sikap-sikap yang kamu juga di bulan ramadhan akan menjadikan kebiasaan baru dalam menjalani 11 bulan yang akan datang sebelum bertemu lagi dengan bulan Ramadhan.

Dan pesan saya untukmu Rik,
Selama bulan Ramdhan saya harap kamu jadikan hari-harimu untuk segala sesuatu yang bernilai ibadah, perkecang lagi ngajimu karena sudah saya harap kamu jiga harus punya program tersendiri di luar kegiatan Ibadah. Buatlah catatan atau puisi setiap harinya untuk mengisi blog pribadimu dan usahakan untuk mempostingnya setiap harinya selama bulan ramadhan.

Dan yang selanjutnya Rik,
Sudah seharusnya kamu mempertanggungjawabkan apa yang sudah kamu mulai, yaitu untuk segera menyelesaikan studimu, jangan kau jadikan alasan karena sibuk ini itu. Sekarang kewajibanmu hanya satu, yaitu menyelesaikan studimu, hal itu juga akan bisa bernilai ibadah jika kamu niatkan untuk beribadah. Jangan berkata bahwa ini adalah bulan Ramdhan dan lebih memilih berkonsentrasi Ibadah. Bukannya menomer duakan Ibadah, namun ketahuilah masih banyak dianatara mereka yang senantiasa berkerja keras meski dia sendiri juga sedang berpuasa.

Dan yang terakhir Rik,
Sebelum kita semua menjalankan Ibadah puasa di Bulan ramadhan alangkah baiknya kita saling memaafkan satu sama lain. Dan aku atas nama pribadi meminta maaf jika lesanku secara tidak sengaja menyakiti hatimu, pendengaranku yang terkadang enggan mendengarkan segala nasehatmu, dan segala perbuatan yang secara sengaja maupun tidak sengaja telah menyakitimu.

Marhaban Ya Ramadhan

26062014