Kamis, 26 Juni 2014

PUISI

“Memendam Rasa”

Melihat dalam bayang-bayang
Menyapa dalam diam
Menyentuh dalam angan
Bercerita dalam kesunyian

Tak berani berkata
Tak punya nyali untuk menyapa
Tak tahu harus berbuat apa
Hanya bisa memendam rasa

Dalam kesunyian aku bercerita
Dalam senyum aku bahagia
Dalam diam aku menunggu
Dalam doa aku berupaya

Memendam rasa adalah caraku mengolah rasa
Bukan nafsu atas nama cinta
Biarlah rasa ini terus mengalir hingga ke hulu
Meski ku tak tahu, engkaukah yang akan menyambutku