Selasa, 16 September 2014

Fatwa Hati

Masihkah kita terus berbohong dengan diri sendiri? Sampai kapan kita akan terus memakai topeng dalam kehidupan ini? Ketika pagi datang bukan memikirkan tentang apa yang akan kita lakukan, tetapi malah sibuk memilih topeng mana yang akan kita pakai hari ini.

Apakah kita sudah mendengarkan suara hati kecil ini tentang yang kita lakukan? berperilaku yang penuh kemunafikan dengan terus membohongi diri sendiri.

Kita bisa berperilaku sesuai dengan topeng yang kita pakai, namun dalam hati ini sebenarnya menjerit menuntut kejujuran dalam diri kita.

Semakin hari, hidup dalam penuh kemnuafikan hanya akan membuat hati semakin resah dan gelisah. Dada ini semakin sesak dengan diliputi perasaan was-was tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita.

Mencoba jujur dengan diri sendiri, tentang apa yang sebenarnya terjadi pada diri ini. Tidak terus membohongi diri  dengan topeng-topeng kita. Mencoba untuk mengarkan suara hati ini. Jika hati kalian merasa tenang, berarti itu baik untuk kalian, sebaliknya jika hati ini terus merasa gelisah, ada yang salah dengan apa yang kita lakukan.

Aku sangat pecaya dengan hatiku, karena hati ini juga yang menuntunku kemana yang harus aku tuju ketika aku dalam kondisi terpuruk dan mengalami cobaan yang menurutku termat berat.

Mendengarkan fatwa hati, sesuai dengan hadist Nabi Saw
Dari Wabishah bin ma’bad radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Aku datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau berkata: “Kamu datang untuk bertanya tentang kebaikan?” Aku menjawab: benar. Kemudian beliau bersabda (artinya):  “Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan adalah apa saja yang menenangkan hati dan jiwamu. Sedangkan dosa adalah apa yang menyebabkan hati bimbang dan cemas meski banyak orang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebaikan.” (HR. Ahmad (4/227-228), Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (22/147), dan Al Baihaqi dalam Dalaailun-nubuwwah (6/292))

Mari coba kita renungkan, mengapa setiap hari ada saja rasa gelisah dalam diri kita, mencoba jujur terhadap diri sendiri, bukan hidup dalam kemunafikan dengan topeng-topeng yang kita pakai.



Solo, 16 September 2014