Kamis, 09 Oktober 2014

Gadis Berkerudung Merah

Sumber gambar dari google
Gadis berkerudung merah itu sedang duduk di sebuah taman yang penuh dengan bunga-bunga. Dengan kerudung merahnya dipadukan dengan warna baju yang senada dengan warna jilbabnya, menjadikan ia nampak  indah di mataku. Bahkan kupu-kupu pun minder dengan kehadiran gadis berkerudung merah itu. Bunga-bunga yang sedang bermekaran sangat serasi dengan warna jilbab yang ia kenakan. Ia sedang duduk bersama temannya, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang membuatnya sesekali saling tertawa lepas. Entah apa yang sedang dibicarakan. Senyumnya yang khas mampu aku tangkap meski aku jauh berada dibalik persembunyianku. Aku hanya bisa mengamatinya dari jauh, tak pernah sedikitpun aku berpikir untuk mendekatinya.

Ada kebahagian dibalik senyum manisnya, Dan aku masih enggan beranjak dibalik persembunyianku untuk mendekatinya. Pernah aku mencoba mendekatinya, namun aku tak kuasa menahan gejolak dalam diriku. Perasaan yang aneh tiba-tiba muncul dalam diriku. Aku tak tahu kenapa aku menjadi seperti itu, perasaan yang tak menentu, antara malu, senang, dan ragu bercampur menjadi satu dalam waktu yang bersamaan. Jantung ini juga turut berdebar lebih kencang, mulut ini seakan terkunci meski hanya sekedar mengeja kata demi kata.

Apakah ini yang dinamakan cinta? Apakah ini hanya sebatas kekagumanku atas paras cantik yang terbalut dalam kerudung merahnya? Aku sendiri ragu akan hal ini. Aku merasa bahwa senyumnya lah yang mampu membuatku merasakan betapa aku merasakan seolah waktu berhenti sepersekian detik. Dada ini terus berdebar-debar ketika ia sesekali melihatku. Aku takut ia mengetahui bahwa ada orang yang diam-diam memperhatikannya.

Aku sadar bahwa tak selamanya aku akan seperti ini, hanya melihatnya dari jauh, jauh dibalik persembunyianku. Bahkan perasaan ini semakin lama semakin tak terbendung. Ternyata cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipendam, semakin cinta dipendam malah semakin membuat dada ini terasa sesak.

Iya, aku sedang dilanda asmara dengan gadis berkerudung merah itu, aku merasakan betapa perasaan cinta ini mampu membuat diriku salah tingkah. Bertemu dengannya adalah hal yang membuatku merasa serba salah, mulut ini seolah terkunci dan tak tau harus berkata apa. Inikah yang namanya cinta? Ternyata cinta mampu membuat akal ini sedikit mengalah, akal sehat pun seakan tak kuasa merasionalkan tentang apa yang sedang aku rasakan saat ini.

Apa kabarnya kini gadis berkerudung merah itu, sudah lama aku tak melihatnya lagi. Aku masih enggan untuk mendekati dan mengenalnya lebih jauh. Aku hanya bisa mengamati dari jauh, meski hanya dibalik laptopku dan melihat aktifitasnya di dunia maya, yaitu melalui akun jejaring sosialnya. Tapi sayang, dunia maya, sepertinya bukanlah hal yang menarik baginya, mungkin dunia nyata yang penuh ketidakpastian ini sudah banyak menguras waktunya.

Aku sebenarnya juga ragu, dia yang sangat sholehah, terlihat dari sikap, tutur kata dan caranya berpakaian. Meski ia berpenampilan sederhana, namun mampu memancarkan aura dalam dirinya. Entahlah apakah diriku yang hina ini pantas untuk bersanding dengannya.  Yang ada dalam pikirku selama hal ini akan terus membawaku menuju kebaikan aku akan terus tetap berjalan.

Gadis berkerudung merah, meski kini aku telah mengenalmu, namun apa daya diriku ini. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan terhadapmu, kecuali hanya sebatas doa yang selalu aku ucapkan agar Allah senantiasa memberikan perlindungan terhadapmu. Hanya dengan berdoa lah segala rindu ini aku coba obati.


Kini aku rasa, ia sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi, Selanjutnya terserah padanya, aku hanya berjalan sesuai dengan apa kata hatiku. Pertemuan dengannya juga seperti membawa kebaikan padaku, maka aku akan terus berjalan sesuai dengan kata hati ini, meski aku tak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Semua sudah ada yang mengatur, dengan atau tanpa dirimu, bukan lah penentu bahagia dan deritanya hidupku. Aku lebih memilih menjalani apa kata hati ini, karena aku yakin, bahwa hati ini akan selalu membawaku menuju kepada kebaikan.