Senin, 13 Oktober 2014

Tentang Persahabatan

Namanya juga hidup, ada pertemuan pasti ada juga perpisahan, kata yang sering kudengar ketika orang-orang terdekat kita satu persatu pergi meninggalkan kita. Bukan meninggalkan untuk selamanya, hanya berpindah saja, namun kebetulan pindahnya jauh. Bukan menjadi masalah mengapa harus ada perpisahan. Seperti halnya dalam kehidupanku, entah sudah berapa banyak teman atau sahabat dari semenjak masih kecil hingga beranjak dewasa, mereka satu persatu datang dan pergi tanpa kusadari. Seperti sebuah siklus, ketika ada teman atau sahabat yang tiba-tiba menjauh dan menghilang, di saat itulah Tuhan mengirimkan teman atau sahabat baru untuk kita. Mungkin tidak menghilang, hanya saja terbatas oleh jarak dan kepentingan. Aku sangat menghargai hal itu, mereka semua punya cita-cita, yang kebetulan berbeda satu dengan yang lainnya. Mungkin itu adalah salah satu alasan kenapa perpisahan itu harus terjadi. Berpisah untuk mengejar cita-cita untuk meraih masa depan yang mereka impikan sejak kecil.

Namun ada juga yang mampu menjalin persahabatan dari kecil dan saling bersama-sama hingga dewasa, selalu satu sekolah, satu kampus dan satu pekerjaan. Saya kira hal seperti sangat jarang terjadi, meski aku juga tidak bisa memungkiri jika persahabatan seperti itu juga ada.

Adakalanya sahabat adalah orang yang paling pengertian terhadap permasalahan yang sedang kita alami, namun adakalanya juga ia berubah menjadi makhluk yang paling menyebalkan.  Meski demikian, yang namanya sahabat pasti akan mampu memaklumi hal-hal semacam itu.

Hubungan persahabatan yang begitu akrab bukan berarti tidak ada lagi celah bagi konflik-konflik, baik itu kecil maupun besar yang menyelinap dalam hubungan persahabatan. Aku sangat yakin dalam hubungan persahabatan pasti akan ada yang namanya konflik. Jika ada yang mengatakan bahwa selama membina hubungan persahabatan bertahun-tahun tidak pernah mengalami konflik sekecil apapun, aku malah ragu dengan hubungan persahabatan mereka, apakah ia benar-benar bersahabat atau hanya sekedar berteman biasa. Karena setiap manusia itu berbeda-beda, mereka membawa kaca mata yang berbeda-beda yang ia peroleh dari perjalanan hidupnya dari kecil hingga sekarang. Belum lagi dengan masing-masing orang juga memiliki egonya masing-masing.

Di saat berkonflik itulah sebenarnya sebuah perahabatan sedang diuji. Tentang bagaimana mereka mengatasi konflik inilah yang menentukan apakah hubungan persahabatan akan bertahan lama atau tidak. Terkadang karena ego kita, kita jadi saling berselisih paham, dan menganggap pendapat kita lah yang paling benar. Belum lagi masalah-masalah kecil yang menjadikan masing-masing dari kita saling lempar kesalahan. Dan sadar atau tidak, pada saat itulah kita sebenarnya sedang belajar untuk saling terbuka terhadap permasalahan yang sedang di hadapi untuk menemukan solusi yang paling tepat.

Tidak semua masalah bisa dibagi dengan sahabat kita. Meski dengan sahabat ada hal yang tidak semua bisa di bagi dengan sahabat kita, karena masing-masing dari kita memiliki ruang privasinya masing-masing. Ada kalanya aku juga enggan untuk berbagi masalah dengan sahabat-sahabatku, bukannya aku tidak percaya dengan mereka, tapi aku hanya membatasi tentang permasalahan mana yang bisa dibagi dan permasalahan mana yang cukup aku saja yang mengetahuinya. Aku rasa sahabatku tahu akan hal itu, sehingga tak pernah menjadi soal jika adakala aku menjadi orang yang sangat tertutup.

Bersahabat dengan seseorang juga tidak harus memiliki karakter yang sama, namun bisa saja dalam hubungan persahabatan satu sama lain memeiliki karakter yang berbeda-beda. Dan karena perbedaan itulah yang akan melengkapi satu sama lain.



Bahagia rasanya selama ini aku mempunyai sahabat-sahabat seperti kalian, banyak hal yang bisa aku pelajari dari kalian. Terima kasih untuk kalian, sahabatku yang selama ini membersamaiku dalam perjalanan hidup ini. Maafkan aku jika selamanya ini aku selalu mengecewakan kalian dengan segala sikapku. Semoga persahabatan yang selama ini kita bangun, tidak hanya sebatas cerita untuk anak-anak kita, namun lebih dari itu, persahabatan yang terus berlanjut meski usia ini sudah tak lagi muda.