Selasa, 25 November 2014

Anxiety disorder

Anxiety disorder. Awalnya aku tak tahu dengan kata itu, kata yang nampak asing bagiku kala itu. Namun semenjak aku kuliah di psikologi, kata itu menjadi semakin familiar di telingaku. Tak perlulah aku mengutip pendapat dari beberapa ahli untuk menjelaskan apa yang disebut dengan anxiety disorder. Jika kalian merasa butuh tahu, silakan memanfaatkan kepintaran google. Anxiety disorder dalam bahasa Indonesia berarti gangguan kecemasan, atau orang-orang sering menyebutnya panic atau perasaan was-was bahwa sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi pada dirinya, sesuatu yang dimaksud adalah hal-hal yang buruk akan menimpa dirinya.

Saya juga tidak akan berpendapat banyak hal mengenai anxiety disorder atau gangguan kecemasan ini, saya bukanlah seorang ahli, awalnya aku hanya sekedar mengenal sebatas teori hafalan yang aku hafalkan ketika akan ujian. Namun semenjak aku mulai mengerjakan skripsi, dan kecemasan sebagai salah satu tema yang ingin aku angkat, membuatku semakin rajin mencari referensi mengenai kecemasan dan seluk beluknya.

Awalnya aku hanya sekedar baca-baca, kutip sana kutip sini untuk menambah kajian teori dalam skripsiku, namun aku justru menyadari bahwa diriku adalah salah satu penderita gangguan kecemasan. Entah aku masih tergolong mengalami kecemasan rendah, sedang, tinggi, atau bahkan sudah masuk dalam level panic. Namun dari beberapa gejala yang aku alami mungkin aku masih tergolong kecemasan sedang. Mungkin!

Aku kini sadar bahwa diriku adalah seorang yang mengalami kecemasan, terkadang ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiranku mmbuatku tak mampu lagi bekerja secara optimal, jadi tidak heran jika aku akan mengalami stress jika dalam satu waktu harus menyelesaikan beberapa beberapa pekerjaan dalam waktu yang mendesak. Sebagai mahasiswa psikologi seharusnya aku mampu mengatasi permasalahan ini. aku menyadari bahwa diriku mengalami kecemasan, namun aku tak tahu harus bagaimana dan harus berbuat apa agar aku bisa lepas dari kecemasan ini. Ibarat sebuah penyakit aku tahu bahwa aku menderita flu, namun aku tak tahu harus berbuat apa dan bagaimaan aku harus menjaga agar aku bisa sembuh.Terkadang aku merasakan keringat dingin ketika harus bertemu dengan banyak orang, dada ini terasa sesak, dan seringkali pikiranku juga tak menentu, sering diliputi rasa gelisah.

Mungki di luar sana ada juga yang mengalami hal yang sama dengan apa yag aku alami. Merasakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada diri kita, namun pada akhirnya apa yang kita takutkan tak benar-benar terjadi. Bukan apa yang ada di luar sana yang membuat kita takut tapi pikiran-pikran kita terhadap dunia luar lah yang terlalu berlebihan. Aku masih tahap belajar untuk tidak memikirkan hal-hal yang sebenarnya tak perlu di pikirkan,meski terkadang harus menjadi orang yang sangat cuek dengan dunia luar.

Sebenanrnya kecemasan bisa juga menjadi hal yang positif jika tidak terlalu berlebihan, karena dengan begitu kita akan menjadi semakin berhati-hati dalam segala hal, meneyelesaikan pekerjaan dengan teliti, dan segera menyelesaikan pekerjaan mana yang harus segera di selesaikan agar tidak semakin menumpuk dan hanya akan membuat situasi menjadi kacau.

Aku juga merasa geli dengan diriku sendiri, aku mengangkat tema tentang kecemasan dalam skripsiku, namun sebelum sidang aku ternyata juga mengalami kecemasan, bukan pas sidang aku merasa cemas, namun justru hari-hari sebelum sidang aku merasakan cemas, berpikiran bahwa hal-hal buruk akan terjadi pada proses sidang skripsi saya. Meski pada akhirnya ketakutan-ketakutan pada diriku juga tidak benar-benar terjadi dan proses sidang bisa dibilang lancer.

Mungkin dengan menghadapi situasi-situasi yang membuat kita cemas, akan bisa membantu mengatasi kecemasan yang kita alami, karena dengan begitu kita akan banyak belajar merespon hal-hal yang awalnya membuat kita merasa cemas. Dan selanjutnya kita tidak akan cemas lagi jika menghadapi situasi yang sama, yang awalnya membuat kita merasa cemas.

Kecemasan itu terkadang juga dibutuhkan namun jika terlalu cemas juga tidak baik bagi kita, pahami diri kita, apa yang membuat kita cemas, dan cobalah untuk berani menghadapi situasi yang membuat kita cemas.


Sekian