Rabu, 12 November 2014

Karena Setiap Perjalanan Punya Banyak Cerita

Sekali-kali aku akan melakukan suatu perjalanan seorang diri. Iya, sendirian! Ketempat yang dulunya tak pernah aku kunjungi sekalipun. Tanpa ada koneksi internet yang hanya akan mengganggu perjalananku karena aku harus sesekali mengintip sejenak apa yang sedang terjadi di media sosial melalui smartphoneku.

Pergi seorang diri bukan berarti aku merayakan kesendirianku. Bukan berarti pula aku adalah orang yang egois, yang merasa bisa hidup seorang diri tanpa orang lain. Aku masih sadar, bahkan sangat sadar bahwa sebagai manusia aku tak bisa hidup seorang diri, karena manusia adalah makhluk sosial. Aku rasa semua orang sependapat mengenai hal itu.

Perjalanan seorang diri juga bukan berarti untuk menunjukan ambisiku tentang kemandirianku yang menurut orang lain tidak masuk akal. Bukan! Tapi dengan pergi seorang diri, aku percaya, bahwa aku akan menemukan orang-orang baru yang sebelumnya aku tak mengenalinya. Aku bisa belajar banyak hal melalui orang-orang baru itu. Belajar dari orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda, baik itu budaya, agama, bahasa dan sudut pandang yang berbeda pula tentunya.

Perjalanan seorang diri yang akan membawaku kepada kesadaran bahwa tak selamanya aku bisa melakukan perjalanan seorang diri. Karena bagaimana pun juga, aku akan butuh teman untuk mengisi kebosananku selama perjalanan. Seorang teman yang akan terus menjaga kesabaranku di kala aku sudah lelah menunggu. Seorang teman yang tidak hanya menemaniku selama perjalananku tapi lebih dari itu, sebagai teman dalam perjalanan hidupku.

Sepanjang perjalanan di atas kereta, 12 November 2014