Selasa, 18 November 2014

Perahu

Jika dirimu sudah puas bermain-main. Aku akan mengajakmu. Bukan mengunjungi ke suatu tempat yang sebelumnya belum pernah kamu dan aku (Kita) kunjungi. Namun aku akan mengajakmu membuat sebuah perahu. Perahu yang tidak hanya dibuat dengan segala material yang digunakan untuk membuat perahu, tapi ada hal lain selain itu yang lebih skaral, yaitu cinta. Dengan perahu kita akan bersama-sama mengarungi samudera yang luas. Perahu yang akan membawa kita, bukan hanya pulau-pulau yang indah, namun pulau-pulau yang sebelumnya tak pernah kita pikirkan bahwa pulau itu akan kita kunjugi.

Perahu yang akan membawa kita bersama mengarungi samudera yang luas. Dan di perahu tersebut juga lah segala sesuatu akan kita hadapi bersama. Karena bukan hanya air yang tenang yang akan kita lalui bersama, namun terkadang kita dihadapkan pada angin yang besar atau badai yang tak menentu, gelombang tinggi serta teriknya matahari di kala panas. Dan di saat seperti itulah kita sedang diuji bersama. Dan kamu tak perlu takut dengan segala hal yang akan terjadi pada perahu kita, karena segala ritangan akan kita hadapi bersama.

Kamu dan aku bukan hanya akan belajar banyak dari setiap tahapan atau proses perjalanan ini. Aku juga akan selalu berusaha menjaga perahu ini, agar perahu ini tidak berlubang sekecil apapun, karena bisa jadi lubang kecil yang terus dibiarkan itulah yang semakin lama akan semakin membesar, dan bukan tidak mungkin jika perahu kita akan tenggelam. Aku tidak ingin hal itu terjadi, jadi mau kah kamu bersama-bersama menjaga perahu ini agar tidak tenggelam?

Dan perlu diketahui bahwa bukan hanya badai yang menggunjang perahu kita, bukan hanya gelombang air yang tinggi yang membuat perahu kita oling atau kehilangan keseimbangan, serta bukan karena menabrak karang yang membuat perahu kita bisa hancur. Namun keindahan-keindahan semu yang membuat mata tertutup hingga salah satu diantara kita lebih memilih meninggalkan perahu yang sudah lama kita bangun, hanya karena ego dan ambisi dengan harapan bisa mendapatkan kenyamanan dengan mengorbankan perahu yang sudah lama kita bangun bersama. Aku harap hal ini tidak akan terjadi pada perahu kita.


Jadi mau kah kamu bersamaku membuat sebuah perahu? Perahu yang akan membawa kita mengarungi samudera kehidupan dengan segala ketidakpastiaannya.