Rabu, 24 Desember 2014

Welcome The Jungle

Welcome The Jungle!

Sebenarnya aku sudah lama ingin menulis catatan ini, namun rutinitas yang semakin hari justru semakin banyak menyita waktuku, jadi baru kali ini aku sempat menuliskannya. Semoga saja tulisan ini mampu mengisi blog pribadiku yang sudah lama tidak aku jamah.

Kini sudah hampir satu bulan aku di wisuda. Meski aku sidang bulan agustus, namun aku baru diwisuda dan resmi menyandang gelar ke-sarjanaanku pada tanggal 6 Desember 2014 yang lalu. Bisa dibilang selama bulan agustus hingga desember aku bisa disebut dengan pengangguran, namun aku tidak pernah merasakan diriku sebagai pengangguran, karena banyak hal yang bisa aku lakukan untuk menikmati masa luangku, jalan-jalan misalnya J  

Wisuda hanya sebagai sebuah ceremonial, bukanlah akhir dari proses belajar, namun justru setelah wisuda lah aku merasakan, bahwa aku tak lebih hanya seorang manusia yang di lepas begitu saja ke dalam hutan rimba, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hutan rimba tersebut, apa yang akan aku hadapi, bagaimana aku harus bersikap dengan kondisi yang sebelumnya tak pernah aku duga.

Diwisuda dan resmi menyandang gelar kesarjanaan bukan berarti itu adalah hal yang mudah bagi kita untuk mendapatkan pekerjaan, karena persaingan di dunia pekerjaan kini malah menjadi semakin lebar, bukan hanya yang dari satu universitas lagi, namun kita harus bersaing dengan lulusan universitas lain. Mungkin aku menjadi salah satu orang yang beruntung, aku sudah diterima pekerjaan meski saat itu aku belum resmi di wisuda. Dan tahukah kalian apa yang terjadi dan apa yang harus aku lakukan di pekerjaan baruku? Sebagai freshgraduate dan baru pertama kali masuk di dunia kerja, seperti yang aku katakan di atas, bahwa aku seperti manusia yang yang di masukan ke dalam hutan rimba, aku tidak tahu apa yang akan terjadi, dan apa yang akan aku lakukan dan bagaimana aku harus bersikap dengan keadaa-keadaan yang sebelumnya tak pernah aku temui, bahkan tak pernah aku pelajari di bangku kuliah. Hanya berbekal pengalaman magang di dunia kerja yang hanya sebulan, namun hal itu setidaknya sedikit membuka celah untuk mengetahui sedikit hal tentang dunia kerja yang sekarang aku tekuni.

Jujur aku tidak tahu apa-apa, maka dari awal saat proses interview aku begitu polosnya mengatakan, bahwa dunia kerja adalah hal yang baru bagiku, jadi aku ingin belajar sedikit demi sedikit, namun tak munafik jika aku juga menginginkan bayaran atas apa yang aku kerjakan. bisa dibilang di samping aku belajar namun aku juga di bayar atau istilah kerennya On the Job Training.

Sebagai orang yang baru belajar, aku harus sabar tentang apa pekerjaan yang aku jalani. Aku harus belajar secara mandiri dengan banyak sharing dengan senior-senior di perusahaan, dan belajar tentang apa tugas dan tanggung jawab saya baik melalui internet maupun berdiskusi dengan rekan kerja. Selain itu aku juga harus pandai-pandai juga menyesuaikan dengan lingkungan baruku.

Satu minggu pertama aku hanya sekedar orientasi dengan lapangan, menyesuaian dengan kondisi lapangan, dan baru satu minggu kemudian aku mulai berkenalan dan masuk ke dalam lokasi produksi, karena pekerjaanku sangat berberhubungan dengan karyawan (personalia) sehinga ketika ada masalah para karyawan produksi tahu kepada siapa ia kan bertemu. Dan baru setelah 2 minggu tersebut, aku memberanikan diri untuk dilepas berkerja mandiri. Dan selama berkerja itu juga aku terus belajar tentang pekerjaan yang aku jalani ini.  

Semoga hal ini menjadi hal yang baik bagiku, menjadikan diriku terus belajar banyak hal. Kalo ada pepatah yang mengatakan “sambil menyelam minum air”, mungkin bagiku adalah “sambil belajar cari uang jajan”,


Boyolali, 24 Desember 2014