Kamis, 01 Januari 2015

Lingkungan baru

Berada di lingkungan baru membuat kita harus pandai-pandai untuk menyesuaikan diri. Karena disaat seperti itulah kita harus benar-benar menggunakan kemampuan social kita untuk beradaptasi di lingkungan baru. Lingkungan yang sebelumnya belum pernah kita temui, lingkungan yang berisi oleh orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Baik itu perbedaan agama, suku, social ekonomi, serta perbedaan kepentingan. Karena perbedaan-perbedaan itulah yang membuat kita memiliki perbedaan dalam hal sudut pandang.  Setiap orang juga memiliki kaca mata yang berbeda-beda dalam melihat sesuatu. Hal itu dikarenakan setiap orang memawa pengalaman hidupnya masing-masing.

Berada di lingkungan baru juga membuat kita harus berkenalan dengan satu sama lain agar keakraban segera terjalin. Dan disaat berkenalan dengan teman-teman baru itulah kita akan mendapatkan informasi yang berbeda-beda tentang seseorang. Tentu ini terjadi karena setiap orang membawa kaca mata yang berbeda-beda. Perbedaan informasi tentang seseorang, yang terkadang informasi antara orang yang satu dengan yang lain sangat bertentangan tak lantas membuat kita harus bersikap was-was atau tidak mudah percaya dengan omongan orang. Biarkan waktu yang akan menjawab tentang keraguan kita. Tugas kita adalah bersatu dan menjadi bagian dari mereka. Tentang informasi mana yang benar mengenai seseorang, itu hanya masalah waktu. Di saat orang-orang mengatakan keburukan tentang seseorang, di lain pihak ada yang mengatakan kebaikan orang tersebut, tak perlu bingung mana yang harus kamu percaya. Karena bukan informasi tentang kebenaran yang kamu butuhan. Berada di lingkungan baru, pertama yang harus kamu lakukan adalah masuk dan menjadi bagian dari orang-orang di lingkungan baru tersebut.

Semua hanya masalah waktu, ketika kamu sudah menjadi bagian dari mereka, lambat laun kamu sendiri yang bisa menilai tentang kebenaran informasi mengenai seseorang tersebut. Namun usahakan untuk tetap obyketif dalam menilai sseorang. Dengan sendirinya kamu akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dan mengapa bisa terjadi penilaian terhadap seseorang tersebut.

Tidak perlu takut untuk masuk ke dalam lingkungan yang sebelumnya belum pernah kamu ketahui atau belum kmu kenal sebelumnya, asalkan masih tetap bisa beromunikasi dengan bahasa yang bisa dimengerti satu dengan yang lainnya, maka kamu akan dengan mudah masuk dan menjadi bagian dari mereka.

Aku juga tidak bisa memungkiri ada orang yang enggan untuk masuk ke dalam lingkungan yang baru. Kebanyakan mereka beralasan sudah terlanjur nyaman dengan lingkungan saat ini, entah itu dengan orang-orangnya, budaya, maupun kondisi geografisnya. Namun hidup pilihan, kita yang yang milih dan kita juga yang akan menjalani, bukan orang lain!

Padahal jika kita mau memberanikan diri ke luar dari lingkungan kita saat ini dan mencoba untuk masuk dengan lingkungan yang baru, itu artinya kita mencoba untuk menciptakan tempat baru yang bisa membuat kita nyaman seperti lingkungan saat ini yang telah membuat kita nyaman. Kita juga akan beradaptasi dengan orang-orang baru, itu artinya kita akan memiliki relasi yang banyak pula.

Sekalilagi hidup adalah pilihan, ingin tetap berada di lingkungan saat ini yang telah menawarkan segala kenyamanannya, atau memberanikan diri untuk keluar dan menciptakan kenyaman-kenyaman baru di tempat yang berbeda, dengan begitu kita akan banyak memiliki relasi dan berkomunikasi dengan banyak orang, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, karena dunia ini tidaklah konstan, kita harus siap dengan segala ketidakpastian, dan siap menerima hal-hal yan tak terduga.


Silakan memilih!
Read more ...

Kado Tahun Baru:

First salary Semoga menjadi kado awal tahun yang baik

Ketika orang-orang sedang sibuk untuk merencanakan kemana ia akan menghabiskan tahun 2014 dan menyambut tahun baru 2015, lain halnya dengan diriku. Aku masih disibukan dengan pekerjaan. Sebenarnya aku dan sepupuku beserta keluarganya sudah merencanakan ingin pergi ke solo jalan-jalan malam menikmat macetnya jalanan menjelang tahun baru. Namun rencana itu sirna begitu saja ketika hari Selasa pada tanggal 30 Desember 2014, kurang lebih setelah sholat isya aku mendapati ada panggilan tak terjawab dari nomor yang tak di kenal. Aku lihat nomornya ternyata nomor telepon rumah. Pikirku itu dari salah satu temanku, namun selang beberapa saat kemudian ada sms dari atasanku di kantor, beliau menghendaki agar aku masuk siang dan pulang malam untuk menggantikan shiftnya, dalam hatiku berkata mungkin panggilan tak terjawab itu dari nomor telepon kantor. Dan saat itu aku hanya meng-iya-kan saja, toh sebelum-sebelumnya aku juga tidak pernah meraayakan tahun baru, kecuali hanya menonton tv atau film-film dari layar komputerku lengkap dengan cemilan dan kopi.

Desember adalah bulan pertamaku memasuki dunia baru, yaitu dunia pekerjaan. Sebelumnya aku sangat nyaman dengan dunia yang tak pernah terikat waktu, dunia yang tak pernah menuntut kehadiranku hingga kurang lebih 8 jam harus stay di suatu tempat. Dunia dimana diriku sendiri yang berkuasa atas diriku. Jadi bagiku tahun baru kali ini bukan hanya sekedar pergantian tahun dari tahun 2014 menuju 2015. Lebih dari itu, tahun baru kali ini aku memasuki status baruku yang awalnya sebagai mahasiswa yang masih mengandalkan uang jajan dari orang tua, kini aku sudah harus belajar mandiri terutama dalam segi financial.

Ketika orang-orang sedang berpikir merencananakan untuk menghabiskan tahun baru, aku berpikir mau aku apakan gaji pertamaku, hehehe *nggaya banget. Sebenarnya bukan hanya kali ini saja aku menikmati uang dari hasil keringatku sendiri, namun ada hal yang beda kali ini, karena yang dulu ketika masih kuliah sifatnya masih kerjaan sampingan namun kali ini adalah pekerjaan utamaku setelah lulus kuliah.

Gaji pertama di tahun baru. Semoga menjadi kado yang baik di awal tahun. Mengingat ini adalah gaji pertamaku. Gaji pertama ini juga sebagai tanda, bahwa kini aku harus belajar mandiri terutama dalam mengelola keuanganku sendiri, bagaiaman pun caranya aku harus bisa mengendalikan pengeluaranku agar aku bisa menabung sedikit demi sedikit, dan suatu saat aku bisa jalan-jalan untuk menikmati hasil jerih payahku sendiri.

Tidak lupa aku juga akan menyisihkan sebagaian kecil dari penghasilan untuk aku berikan kepada orang yang telah berjasa dalam hidupku hingga aku menjadi dewasa seperi ini. Aku tidak boleh lupa terhadap mereka yang telah bersabar membesarkanku dan mencintaiku dengan tulus.

Selamat tahun baru kepada teman dan sahabatku, tahun baru tidak harus dirayakan dengan ribuan kembang api, cukuplah kita merenungkan sejenak tentang apa yang yang telah kita capai selama satu tahun yang ini, agar kita senantiasa bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita semua. Serta merencanakan tentang apa saja yang ingin kita capai selama satu tahun mendatang. Dan jangan lupa untuk melibat Allah dalam pencapaiannya, karena kita hanya bisa berencana dan berusaha sedangkan Allah lah yang menentukan karena Ia Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita

Salam


Boyolali, 1 Januari 2015   
Read more ...