Rabu, 04 Februari 2015

Belanja via OLSHOP

Belanja via OLSHOP : Husnudzon, kemudian transfer
 Sekedar sharing aja pengalaman pertama membeli barang via online.  Sudah lama saya ingin membeli sepatu “Demi Indonesia” sepatu yang sering dipakai oleh Dahlan Iskan. Saya yakin bahwa sudah banyak orang yang mengenal beliau. Dan jujur saya kagum dengan beliau, saya juga sudah banyak membaca tentang sepak terjang beliau pada saat menjadi menteri BUMN pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meski sudah lama ingin membeli namun baru kesampean bisa membelinya pakai uang hasil keringat ketek saya sendiri :) 

Ceritanya begini, ketika itu saya sudah browsing di internet, namun nomor handphone dan pin BBM situs resmi dahlanstore.com tidak bisa dihubungi. Pikir saya, mungkin barang yang ada sudah kehabisan stok. Kemudian saya meminta bantuan sahabat saya untuk mencarikan informasi, namun juga tidak ada kabar. Iseng-iseng saya mengirim email kepada mantan wartawan jawapos, beliau adalah orang yang bisa dibilang dekat dengan DahlanIskan dan hal-hal tentang dahlanis. Awalnya ragu, apakah email saya akan dibalas, namun selang beberapa jam setelah saya mengirim email, ternyata ada balasan email dari beliau. Dalam balasan emailnya stok yang ada di beliau habis dan saya disuruh untuk memberi nomor handphone saya agar bisa segera dihubungi ketika ia sudah mendapatkan stok.

Saya tidak sabar, dan mencoba mencarinya di situs jual-beli online, “pikirku kali aja ada yang gelar lapak” dan ternyata ada yang menjualnya. Saya mencoba mengirim pesan singkat via SMS, menanyakan apakah stoknya masih ada atau tidak. Awalnya agak ragu, karena biasanya situs jual-beli online sangat fast respon, namun SMS saya baru dibalas keesokan harinya. Saya kemudian menelponnya untuk lebih jelasnya, apakah stoknya masih ada, serta ukuran yang sesuai kaki saya ada atau tidak. Ternyata ukuran untuk sepatu ini berbeda dengan sepatu pada umumnya, yaitu dengan menaikan satu ukuran diatasnya dari ukuran biasa yang saya pakai, karena biasanya ukuran yang saya pakai adalah 40 satu, jadinya saya memesan ukuran 41.

Ada sedikit keraguan ketika si penjual sangat lama dalam membalas pesan SMS maupun BBM, dalam hati saya bergumam, “Apakah, stok barangnya benar-benar ada? Apakah ia benar-benar penjual serius atau sindikat penipuan berkedok jual-beli online?” segera saya konfirmasi lagi, bahwa saya adalah pembeli serius, serta menanyakan jumlah yang harus saya transfer. Ia juga tahu bahwa ada keraguan dari diri saya, agar kami sama-sama enak ia mengirim gambar via BBM, KTP-nya. Meski ada sedikit keraguan, saya hanya bisa husnudzon saja lah. Kemudian saya mentransfer sesuai permintaannya. Setelah transfer segera saya mengirim foto struk bukti transfer via BBM kepadanya, agar bisa segera dikirim.

Sempat saya merasa aneh, kenapa saya tidak merasa curiga dan langsung transfer begitu saja, tanpa ada beban. “Jangan-jangan saya kemaren dihipnotis  hingga tanpa pikir panjang saya langsung transfer tanpa coba tracking lebih jauh tentang akun jual-beli online tersebut” dalam hati saya berguman. Keluarga saya pun juga menanyakan hal yang sama, “kenopo langsung mbok transfer? Nek ketipu terus kepiye? Eman-eman duite”. Tapi sudahlah, sekarang saya sudah transfer dan berharap bahwa itu bukan penipuan.

Hari jumat saya transfer, dan hari sabtunya baru dikirim. Saya dikirimi gambar paketan yang siap dikirim dengan alamat sesuai yang saya kirimkan kepadanya. Sedikit lega, meski saya juga tidak tahu apakah isi paketan itu benar-benar sepatu atau malah “zonk” hanya kotak kosong. Lagi-lagi hanya bisa huznudzon bahwa barang yang dikirim benar-benar susuai yang saya harapkan.

Paketan diprediksi kemungkinan senen baru sampai. Saya berpesan pada orang rumah sebelum berangkat kerja, jika nanti akan ada kiriman paketan, diterima saja. Hingga siang hari tak ada kabar dari rumah, kemudian setelah jam makan siang ada telepon dari nomor tak dikenal, ternyata telepon dari pihak jasa pengirim barang, bahwa barang akan segera dikirim, namun biasanya rumah masih sepi, dan baru pada pulang kerja sekitar pukul 15.00 jadi saya suruh antar sekitar jam 15.30.

Pulang kerja segera saya menanyakan pada orang rumah apakah barang paketan sudah sampai atau belum.   Ternyata sudah sampai. Segera aku buka dan memastikan barang sesuai dengan harapan saya atau tidak. Ternyata barang sesuai dengan harapan saya, ukurannya juga sesuai dengan kaki saya, lega sudah hati ini. Ternyata membeli barang via online modalnya cuma satu, husnudzon, kemudian transfer J

Semoga tidak ketagihan berbelanja via online, dan terhindar dari sifat hedonism J

NB: catatan ini tidak bermaksud untuk mempromosikan barang tertentu, ataupun mempromosikan situs jual-beli online lho