Kamis, 18 Juni 2015

Marhaban Ya Ramadhan


Di saat aku tertidur pulas, tidak seperti biasanya. Kali ini aku tak di bangunkan lagi oleh suara alarm dalam handphone ku. Tapi suara gemuruh dari sekumpulan barang-barang bekas, kentongan dan beberapa alat lainnya yang saling bersautan membentuk  irama yang yang sedikit tak beraturan namun cukup harmonis.

Sahur. . . .sahur. . . sahur. . .sahur!  iya ada barisan pemuda yang sedang berkeliling kampung untuk membangukan penduduk untuk santap sahur. Aku mulai membuka mata dan melihat jam yang ada di layar handphone-ku. Ternyata masih jam 03.00 pagi, aku tak bergegas langsung bangun dari tempat tidur. Badan ini sepertinya masih ingin bergulat dengan selimut. tadi malam aku baru pulang sekitar Jam 12 malam. Mungkin karena itu tubuhku seakan masih menuntut untuk tidur sejenak.

Hingga aku mulai di bangunkan sekitar pukul 03.30, aku langsung bergegas bangun dan mencuci muka, minum air putih dan baru kemudian mulai santap sahur bersama keluarga kedua ku. Santap sahur dengan menu yang sederhana, namun pebuh kebersamaan, saling berbagi canda dan tawa.

Ini adalah puasa pertamaku di tempat kerja yang baru-baru ini aku jalani. Tentu akan menjadi hal yang berbeda dengan puasa-puasa seperti tahun-tahun kemaren ketika aku masih berstatus sebagai mahasiswa. Masih jelas dalam ingatan dulu ketika masih menjadi mahasiswa sekaligus anak kos, harus bengun lebih awal untuk membeli makanan buat sahur, karena kalo membeli makan mendekati imsya warung malah semakin ramai. Sedangkan pas buka puasa terkadang cukup dengan air putih terlebih dahulu untuk membatalkan puasa, kemudian setelah sholat magrib baru ke warung nasi.

Bersyukur dapat bertemu lagi dengan bulan ramadhan, semoga bisa menjalani ibadah puasa di tengah rutinitas menjalankan kewajiban dalam bekerja.


Marhaban ya ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi kalian semua, semoga kita semua bisa mendapatkan apa yang menjadi tujuan berpuasa, yaitu menjadi manusia yang bertaqwa.