Kamis, 01 Oktober 2015

Selamat Ulang Tahun Saya

Hari ini tepat tanggal 30 September. Hari dimana rakyat Indonesia beramai-ramai memasang bendera setengah tiang, sebagai wujud duka atas tragedi yang lebih dikenal dengan G 30S. Masih samar teringat dalam pelajaran sejarah ketika saya masih duduk di bangku sekolah mengenai tragedi G 30S, yiatu suatu gerakan pemberontakan yang dilakukan oleh partai yang berlambang palu dan celurit, yang berusaha mengambil alih pemerintahan. Atau bisa dikatakan suatu pemberontakan terhadap NKRI. Namun demikian kebenaran sejarah yang saya yakini pada saat itu, ternyata masih simpang siur. Ada beberapa kalangan yang menilai tentang adanya kebohongan sejarah yang dilakukan pemerintahan orde baru. Hingga saat ini siapa dibalik tragedi G 30S masih terus menjadi bahan perdebatan.

Kondisi Presiden Soekarno yang pada saat itu sedang tidak dalam keadaan sehat, bahkan kondisi kesehatan yang semakin menurun, membuat lawan politik mulai mengincar kursi Presiden Indonesia. Dan puncaknya adalah penculikan serta pembunuhan terhadap 7 jenderal yang dibunuh secara mengenaskan serta dibuang di sumur lubang buaya, serta adanya ancaman terhadap kudeta pemerintahan pada saat itu, semua itu “diduga” didalangi oleh partai yang berlambang palu dan celurit tersebut. Begitulah kira-kira secuil sejarah yang saya yakini kebenarannya ketika saya menganggap apa yang saya pelajari ketika masih duduk di bangku sekolah adalah sebuah pengetahuan. Ditambah dengan adanya film tentang pengkhiantan G30S yang sering diputar ketika masa pemerintahan order baru seakan menggambarkan betapa sadisnya peristiwa itu. Seakan menjadi sebuah pembenaran tentang aksi penumpasan simpatisan partai yang berlambang palu dan celurit tersebut, ditangkap sebagai tahanan politik tanpa melalui proses peradilan, serta bahkan hingga ada yang dibunuh.

Baru setelah era reformasi ini, ditambah lagi dengan era media sosial seperti jaman sekarang, ketika setiap orang bebas untuk mengungkapkan pendapat. Barulah muncul tentang fakta-fakta yang terungkap tentang apa yang sebenanarya terjadi dibalik G 30S. Mulai keterlibatan badan inteligen dari Negara asing yang sudah lama mengincar Indonesia dengan segala kekayaan alamnya, bahkan saat ini orang asing tersebut benar-benar menguasai sebagian wilayah Indonesia, sebut saja Freeport. Dan perdebatan-perdebatan yang akhir-akhir ini adalah keterlibatan sang penguasa orde baru yang menjadi dalang dibalik G 30S. Tentu ini hanya asumsi saya semata serta tak perlu diyakini sebagai sebuah kebenaran sejarah.

Membaca secuil sejarah tentang G30S PKI, saya malah menjadi teringat dengan sebuah cerita dalam drama korea yang berjudul “City Hunter” (kalau tidak salah). Hehehe maklum di antara ke-selo-an saya, menonton film adalah hal yang menarik disambing mendengarkan musik atau sekedar ngeblog. Dalam drama korea tersebut bercerita tentang upaya balas dendam terhadap orang-orang yang terlibat dalam “operasi sapu bersih” dimana dalang dibalik operasi sapu bersih tersebut saat itu menjadi presiden, serta orang-orang yang terlibat menduduki posisi-posisi penting dalam pemerintahan seperti menteri. Menjadi dramatis ketika orang yang melancarkan balas dendam adalah orang yang sebenarnya anak kandung dari presiden tersebut, embuhlah begitu kira-kira ceritanya, hehehehe silakan tonton sendiri filmnya.

Dan yang terakhir, dan ini adalah inti dari tulisan saya kali ini, tepat tanggal 30 September, ketika rakyat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang sebagai peringatan adanya peristiwa G 30S, meski hingga saat ini masih menjadi perdebatan mengenai kebenaran sejarah tersebut. Dan tepat pada tanggal yang sama pula, yaitu 30 September, tepatnya 25 tahun yang lalu, seorang Ibu dengan susah payah melahirkan seorang anak laki-laki, dengan penuh pengorbanan bahkan rela mempertaruhan nyawanya untuk melahirkan anaknya tersebut. Kini anak tersebut sudah mulai tumbuh menjadi anak yang dewasa, yang terus belajar untuk mandiri, serta mencoba untuk menemukan kebahagian dalam dirinya, sebelum mengajak orang lain untuk bahagia bersama. Dan laki-laki yang dilahirkan itu adalah saya


Selamat ulang tahun, saya!

sumber gambar : google