Jumat, 02 Oktober 2015

Alhamdulillah, Dipertemukan dengan Orang Baik

Yuk mulai nulis lagi. Setelah aktivitas yang sedikit membosankan serta menyibukan. Sedikit melepas penat dengan melempar kata, melalui ketikan jemari di atas keyboard, meski mata ini terus melirik ke arah kasur. Beberapa hari yang lalu, adalah hari dimana saya merasa dipertemukan dengan orang-orang yang baik. Entahlah kebaikan apa yang telah kuperbuat hingga Tuhan mengirimkan orang-orang yang baik, ditengah dolar yang terus merangkak naik hingga diatas 14 ribu, serta ditengah himpitan ekonomi tanggal tua yang melanda bagi kaum karyawan swasta seperti saya.

Ceritanya hari minggu kemaren saya mendapat undangan kondangan dari salah satu teman semasa kuliah. Saya berencana datang untuk menghadiri acara resepsi teman saya tersebut. Paginya saya sengaja bangun pagi untuk beres-beres kamar, serta nyuci baju yang semakin hari semakin menggunung, belum lagi harus menyetrika pakaian bersih yang telah dicuci. Tanggal tua membuat saya harus ekstra mengkontrol pengeluaran saya. Maklum lah Banyak pengeluaran tak terduga di bulan ini.

Setelah semua beres, saya nyalakan kipas angin dan laptop untuk mendengarkan music sebagai hiburan untuk melepas lelah. Namun terlalu asyik dengan lantunan music, di tambah angin semilir yang terhembus dari kipas angin membuatku tak berdaya untuk terus terjaga. Saya malah tertidur, dan bangun-bangun sudah adzan dhuhur, mungkin saya terlalu lelah, karena semalam baru pulang dari kantor sekitar jam 11 malam. Ketika masih dalam keadaan setengah sadar saya segera menuju kamar mandi, kemudian ganti baju serta sholat dhuhur sebelum berangkat kondangan.

Saya janjian dengan teman-teman saya untuk berangkat bareng karena saya tidak tahu dimana lokasi resepsinya. Dengan sedikit terburu-buru saya mampir ke ATM dulu untuk mengambil uang. Dan disaat itulah, ditengah ketergesa-gesaan saya,muncul lah kecerobohan saya, dengan tanpa beban saya keluar dari ATM padahal uang di mesin ATM belum saya ambil. Disitulah Tuhan mengirimkan orang baik kepada saya, ada orang yang baik hatinya, meski doyan duit ia sepertinya tak mau megambil uang yang bukan haknya. Ia menegur serta mengingatkan saya bahwa uang saya belum di ambil. Saya kemudian teringat, ohiya. Dalam hati saya masih bingung kenapa saya sampai bisa lupa. Saya langsung megambil uang dari mesin ATM dan tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang mengingatkan saya tersebut. Dalam perjalanan menuju ke tempat teman saya untuk berkumpul dan berangkat bareng ke tempat kondangan saya sejenak bepikir, ternyata masih ada orang baik di sekitar kita, padahal orang yang mengingatkan saya tersebut, juga memiliki kesempatan untuk mengambil uang saya yang masih di mesin ATM, toh saya juga tidak menyadari sebelum ia mengingatkan. Saya bersyukur dan ternyata itu masih rejeki saya.

Kemudian saya sampai di kos teman saya untuk istirahat sebentar, kemudian berangka bersama untuk ke tempat kondangan. Perjalanan yang tidak asing, karena tempat kondangan pernikahan teman saya ternyata pernah saya lewati ketika saya belajar nyari uang dengan membantu penelitian dosen, untuk survey ke daerah-daerah. Sambil bernostalgia dengan suasana pedesaan yang jauh dari kegaduhan, pemandangan alam yang dikelilingi hutan dan pegunungan serta keramahan penduduknya. Saya menghadiri resepsi teman saya hingga acara selesai serta bercengkerama dengan teman-teman untuk saling berbagi pengalaman.
***
Dan entah kebaikan apalagi yang telah saya perbuat, hingga Tuhan kembali mengirim orang baik untuk menolong saya. ceritanya ketika saya sedang mau berangkat dari sukoharjo, saya iseng-iseng lewat klaten, yait jalanan jogja-solo. Cuaca terik serta kepulan asap knalpot membuat saya tidak sabar untuk segera sampai tujuan. Saya berkendara agak kencang dari biasanya, hingga setelah beberapa kilo perjalanan saya diklakson dari belakang padahal saya sudah menepi, namun terus mengklakso, saya pelankan laju kendaraan saya, serta menengok kebelakang. Ternyata orang terseut mengingatkan saya bahwa plat nomor saya hampir copot karena satu pengait sudah terlepas bautnya. Saya mengacungkan jempol kepada orang yang mengingatkan saya tersebut sebagai tanda terima kasih.

Kemudian saya berhenti tepat di depan bengkel sepeda motor, yang nampaknya tidak begitu ramai. Saya menghampiri Mas-mas yang sedang memperbaiki motor untuk segera memasang plat nomor motor saya yang sudah hampir terlepas. Dengan santai Masnya langsung memasang plat nomor saya, ketika hampir selesai saya Tanya “berapa Mas?” “sek mas” jawabnya. Baru ketika sudah selesai dan sudah terpasang rapi plat nomor saya. saya tanya lagi “berapa Mas?. Kemudian Mas-mas penjaga bengkel menjawab dengan bahasa jawa “Pun, mas di astho mawon” dalam bahasa Indonesia, sudah mas, dibawa saja. Alias gratis, hehehe. Sambil mengucapkan terima kasih serta dibumbui senyuman saya meninggalkan bengkel serta mengklakson sebelum saya mulai melanjutkan perjalanan lagi.

Lagi-lagi saya merasa ada orang lain yang berbuat baik kepada saya. Entah apa yang sudah saya lakukan terhadap orang lain. Kejadian di ATM, serta kebaikan yang dilakukan mas-mas pemilik bengkel adalah bukti bahwa masih ada orang baik di sekitar kita. Hari ini saya belajar dengan mereka. Bisa saja Orang yang mengingatkan ketika uang saya tertinggal di ATM, mengambil uang saya, namun ia tidak melakukan hal itu. Atau si penjaga bengkel tersebut memberikan tarif jauh diatas yang sebenarnya, misalnya harga baut, cuma seribu rupiah, namun ia menghajar saya dengan tarif sepuluh ribu rupiah, bisa saja kan? Namun mereka tidak melakukan hal itu. Mereka malah berbuat baik kepada saya. seakan member cambukan kepada saya agar saya terus berbuat baik meski tidak mengenalnya.


Terima kasih Mas-mas yang mengingatkan saya ketika uang saya teringgal di mesin ATM, terima kasih MAS-mas penjaga bengkel atas kebaikannya. Mereka tidak mengenal saya, saya pun tidak mengenalnya,namun mereka berbuat baik kepada saya. Terima kasih atas kebaikan kalian, terima kasih atas pelajaran hidup yang kalian berikan kepada saya. Semoga mereka dan keluarganya selalu diberikan kesehatan, serta dilapangkan rizkinya. Amin