Selasa, 27 Oktober 2015

Rossi Vs Marc



Race Moto Gp minggu ini adalah  race ke 17, digelar di sirkuit Sepang Malaysia. Sirkuit Sepang yang mengingatkan kepada kita semua bahwa itu adalah sirkui terakhir bagi Simoncelli. Saya pun dari sehabis dhuhur sudah khusyuk di depan teleivisi. Maklum lah, ini hari minggu. Bermalas-malasan seakan hal wajib dalam hidup saya. 

Sebenarnya saya tidak mempunyai pembalap favorit, saya hanya suka dengan manuver-monuver pembalap Moto Gp yang aduhai itu. Saling salip-menyalip, tikung-menikung untuk bisa finish di posisi terdepan dan menyabet gelar juara Moto Gp. Seperti halnya dalam kehidupan asmara seseorang, yang terkadang harus diwarnai drama saling tikung untuk bisa merebut hatinya. Cie yang hobi nikung, hahaha J

Tak lengkap rasanya jika menonton Moto Gp tanpa ada kopi beserta cemilannya. Saya pun segera membuat kopi hitam serta menyiapkan beberapa cemilan sebagai teman menonton Race Moto Gp sepang.

Race sepang menjadi race penting bagi setiap pembalap, terlebih bagi Rossi yang sementara menjadi pemuncak klasemen, dan hanya selisih beberapa point dari Lorenzo di posisi dua. Namun suasana panas sudah terlihat sejak sebelum balapan dimulai. Rossi mengeluarkan statemen yang menimbulkan beberapa tafsir oleh beberapa media. Ada yang yang menyebutka bahwa satatemen Rossi adalah salah satu strategi Rossi agar membuat lawan sedikit down, ada juga yang menganggap bahwa Rossi sedang dikeroyok dua pembalap spanyol. Rossi yang merupakan salah satu kandidat juara dunia Moto Gp 2015, menyebut adanya KGB. KGB yang saya maksud tentu bukan Komunis Gaya Baru, melainkan Koalisi Gaya Baru. Kata koalisi yang lebih merujuk pada bahasa politis, kini hadir dalam gelaran Moto Gp. Karena adanya koalisi antara rider spanyol antara Marc dan Lorenzo. Tentu itu adalah hal yang masuk akal, karena lorenzo yang juga merupakan kandidat juara, karena penentu juara akan ditentukan di race terakhir di Gp Valencia, Spanyol. Sedangkan Marc yang sudah dipastikan tidak berpeluang juara selalu memberikan perlawanan terhadap Rossi, seperti yang di lakukan ketika race sebelumnya, di sirkuit Philip Island Australia. Marc yang selalu memberikan perlawanan terhadap Rossi, dianggap Rossi sebagai penghalang untuk mengejar Lorenzo. Dan point antara Lorenzo dengan Rossi tidak akan terpaut jauh.

***
Nampaknya race segera akan dimulai, saya pun sudah mulai khusuk kembali, remote pun saya lempar jauh dari saya, agar saya tidak kemecer untuk mengganti acara lain. Dari awal Lorenzo sudah tacap gas memimpin race, di susul pedrosa, Marc serta pembalap Ducati serta Rossi. Dan Pelan tapi pasti Rossi bisa menyalip pembalap Ducati, kemudian tepat di depan Rossi ada Marc. Saya pun sampai tidak mengedipkan mata, karena pertarungan sengit pun sebentar lagi akan dimulai. Arah kamera pun sudah focus antara Marc dan Rossi.

Saling salip di tikungan, baik Rossi maupun Marc melihatkan gaya salip-menyalip serta tikung-menikung yang aduhai itu. Dalam hati saya, pertarungan itu belum kelar jika belum ada yang jatuh. Dan benar ketika lap ke 7, Rossi menyalip dari dalam, Marc yang sedikit di dorong melebar, kemudian seperti mendapat senggolan dari Rossi, kemudian jatuh. Pikir saya Marc akan melanjutkan balapan, namun ternyata tidak. Marc langsung menuju ke tim-nya. Dan saat para pemburu berita menggeruduknya nampaknya ia tidak mau berkomentar dan langsung masuk ndekem. Mungkin di dalam Marc rodo gelo,

Kemudian adegan jatuhnya Marc diputar berulang-ulang untuk lebih meyakinkan apa yang sebenarnya terjadi. Dalam rekaman ulang itu nampak, kaki Rossi sengaja dupak Marc. Saya pun menganggap bahwa hal itu murni disengaja oleh Rossi. Karena sebelum kaki Rosi ­ndupak Marc, Rossi sengaja melebar agar membuat Marc keluar lintasan, kemudian mungkin Rossi juga berpikiran jika Marc dipaksa keluar, Rossi sangat sadar bahwa “Marc ki cah bayi, iso luweh nekat”. Dan yang terjadi malah semua njungkel, Rossi juga akan rugi jika kehilangan point. Dan terlihat Rossi sempat melihat Marc ketika ditikungan sesaat adegan Ndupak terjadi, Mungkin Rosi Mbatin juga “Kie cah bayi jur gawe emosi wae” kemudian “kaki Rossi sedikit nylentik ­ke arah Marc. Dan gabrus, Marc njungkel. Sempat Marc mulai menyalakan motor lagi. Pikir saya mau meneruskan balapan, namun malah menuju ke kandang lagi.

Adegan ndupak, dan jungkel pun mulai rame di linimasa. Saya pun heran dengan mereka-mereka yang memiliki waktu selo itu. Baru beberapa saat setelah adegan Ndupak Njungkel tiba-tiba sudah ada meme antara Rossi dan Marc. Bener-bener selo tenan bocah kae. Mungkin pembuat meme sudah memprediksi tanpa Marc dan Rossi race Moto Gp sudah tak akan kemripik dan gurih lagi untuk dinikmati. Hingga ia memutuskan untuk membuat meme daripada melanjutkan menonton race yang sudah semakin lama sedikit membosankan itu.

Saya pun tidak habis pikir, bahwa pembelap sekelas Rossi akan melaukan hal itu. Meski saya lihat ada dua respon yang berbeda saat adegan ndupak njungkel itu. Ada yang bersorak gembira menyaksikan ketika Marc njungkel ketika didupak oleh Rossi. Tentu respon ini adalah respon penggemar Rossi. Bahkan dalam linimasa pun ada yang lebih sadis lagi “Beruntungnya Marc Cuma didupak kaya gitu, harus didupak Ndase ben ra kemlinthi, cah bayi jur gawe emosi wae” ungkapan-ungkapan yang seakan membenarkan tindakan Rossi. Lainnya halnya dengan pendukung Marc yang seakan-akan mengutuk tindakan Rossi terhadap idolanya, yaitu Marc.

Hingga race berakhir pun, ketika Pedrosa, finish di posisi pertama, di susul Lorenzo dan Rossi di posisi kedua dan ketiga. Belum ada keputusan dari Race Direction. Nampaknya penonton di suruh bersabar menunggu hasil investigasi. Rossi pun sudah nampak sedikit tak tenang, seakan sudah menunggu sanksi apa yang akan diberikan kepadanya.
***
Sesaat kemudian, saya melihat dari status BBM teman, bahwa keputusan Race Direction sudah di umumkan, dan saya pun cek di official twitter Moto GP. Ternyata Rossi harus menerima sanksi bahwa harus terkena penalty 3 point, serta harus menerima start di posisi buncit ketika race terakhir di Gp Valencia. Dari tim Yamaha pun seakan menerima hasil keputusan dari Race Direction. Race yang berat bagi Rossi untuk memperoleh gelar juara Dunia Moto Gp. Setidaknya Rossi harus menggeber Yamaha YZR M1 nya untuk menyalip semua pembalap, atau fans Rossi harus banyak berdoa, agar Lorenzo ngalamun dan njungkel.

Saya jadi teringat dalam sebuah tulisan mojok.co yang berjudul “Manunggaling Vallentino Rossi dengan YZR M1” bahwa ketika balapan Rossi seakan sudah menyatu dengan motornya, sehingga menampilkan manuver-manuver ketika menyalip di tikungan. Namun Rossi tetaplah manusia biasa. Adegan ndupak kemaren adalah sisi manusiawi dari Rossi, ketika sabar sudah mulai tipis, hal-hal semacam itu bisa saja dilakukan oleh pembalap professional sekelas Rossi sekalipun.

Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh teman saya sendiri. Ketika itu saya sedang bermain futsal dan ketika itu tim kami dalam posisi kalah. Kami kesulitan untuk menyamakan kedudukan, ditambah lagi kiper lawan yang sedikit kemlinthi dan kemampleng. Saya tidak terpancing sedikit pun oleh ucapan-ucapan kiper itu, karena saya sering bermain sebagi pemain belakang. Situasi semakin buruk ketika kami kecolongan lagi satu goal. Situasi semakin berat! Dan kejadian yang menurut saya adalah hal yang manusiawi itu muncul, ketika saya mengoper ketika posisi kiper sudah tertipu dan terjatuh, sehingga teman saya tinggal mencukil bola sedikit saja sudah pasti 100% goal, namun apa yang dilakukan teman saya? dia dengan tendangan kencangnya malah mengarahkan bola tepat kearah kiper dan bola terpental jauh. Saya sedikit kecewa kala itu, namun teman saya seakan puas dengan yang telah dilakukanya. Saya dekati dia dan dia hanya bisa mengucap “maaf”. Dia pun malah berucap “ Gone dewe kemungkinan besar kalah, daripada kalah tur do gelo, nek ngene kie kan, aku gk gelo. SIk penting kiper e ben nggak nggambleh wae” saya pun hanya bisa, senyum kecut, ketika melihat kiper yang yang kemlinthi itu, Cuma mak cep nggak ngomong apa-apa lagi” seperti Marc yang langsung menuju ruangannya, dan tidak berkomentar apa-apa.


Dan pelajaran penting bagi kita semua, agar kita semua tidak kemlinthi. Salam   


Sumber gambar :www.indoberita.com