Kamis, 10 Desember 2015

Andai Aku Jadi Ayah

Bisa dibilang aku tidak mempunyai begitu banyak dokumentasi atau foto-foto ketika masa kecilku. Dari aku masih bayi hingga saat ini, ketika aku mulai beranjak dewasa. Aku tidak tahu harus menjawab apa ketika anakku kelak mempertanyaan bagaimana dengan masa kecil sang ayah. Aku tidak tau apa yang harus aku jawab.

Yang aku tahu, aku hanya memiliki beberapa foto masa kecil saja. Yaitu ketika aku masih usia balita dengan kepala botakku, dan foto keluarga yang kami lakukan ketika hari raya lebaran. Foto bersama di rumah simbahku, yang aku masih ingat betul, kala itu rumah simbahku masih berdinding kayu serta masih beralasankan tanah. Aku menjadi sangat bersyukur ketika memandangi foto-foto itu.

Dan dari kurangnya dokumentasi atau foto-foto masa kecil itulah, aku mulai berandai-andai tentang apa saja yang akan aku lakukan kelak dengan anakku, untuk mendokumentasikan di setiap proses tumbuh kembangnya. Apalagi di jaman sekarang ini, kamera handphone saja sudah memiliki kualitas yang tidak kalah bagusnya dengan kamera digital.

Aku benar-benar ingin ikut andil dalam memberikan sentuhan kasih sayang terhadap anakku. Maka, aku tidak pernah bercita-cita untuk bekerja di luar kota, serta jauh dari keluargaku kelak. Aku ingin melihat secara langsung, serta terlibat dalam mengasuh, serta mendidik anakku kelak. Aku juga akan bergantian menjaga anakku ketika ia terbangun ditengah malam, karena saya tidak akan membiarkan Ia terjaga seorang diri. Dan membiarkan istriku terlelap dalam tidurnya karena aku tahu ia sudah sangat lelah.

Aku juga tidak akan membiarkan anakku tidak memiliki foto-foto masa kecilnya, karena aku akan mengabadikan setiap momen tumbuh kembang anakku, ketika ia mulai tengkurap, kemudian mulai belajar berdiri, belajar berbicara dengan menyebut kata “mama” atau “ayah”. Kemdian ia mulai berjalan, mulai pertama kali masuk sekolah, dan momen-momen lainnya yang tentu akan aku abadikan dengan kamare handphone-ku.

Bukan hanya sekedar gambar atau foto-foto di setiap momen perkembangan anakku, namun aku mencoba untuk menghidupkan gambar-gambar foto anakku dengan catatan-catatan ringan seperti halnya ketika aku menuliskan segala sesuatu di blog pribadiku.

Dari kumpulan foto-foto itu aku  akan kumpulkan menjadi semacam album foto. Dan album foto tersebut akan menjadi nampak berbeda dengan album-album foto pada umumnya karena akan menjadi lebih hidup dengan catatan-catatan yang aku buat untuk menjelaskan setiap momen pada gambar yang aku foto. Jadi semacam buku documenter gitu lah.

Tentu buku documenter tersebut akan menjadi suatu kisah tersendiri, bagiku, tentu serta bagi anakku kelak. Dan adanya buku tersebut mampu menunjukan bahwa anakku tumbuh dengan kasih sayang orangtuanya, terutama ayahnya. Karena aku tidak akan membiarkan anakku hidup tanpa kasih sayang seorang ayah.


Dan ngomong-ngomong, ini sudah berandai-andai kelak kalo punya anak, padahal sekarang jodoh aja belum terpantau Mblo, hehehe J