Rabu, 16 Desember 2015

Aneh

“Kamu sadar tidak, kalau dirimu itu aneh?”
“Maksudnya?” aku bertanya balik kepadanya, meski aku sadar bahwa ia sedang menyerangku dengan kalimat itu.
“Kamu sadar tidak, kalau kamu itu aneh?” ia lebih menekankan pada kata aneh
“Oh, iya aku sadar, sadar banget malahan, dan aku jauh lebih aneh dari yang kamu pikirkan tentang aku” jawabku yang mecoba untuk bertahan dengan serangannya.
“oh, ya?” sepertinya ia malah menjadi penasaran denganku
“Ya, dan aku sadar kalau diriku aneh”
“kamu itu, ya?”
“Itu apa”
“Aneh”
“Aku kan sudah mengatakan kepadamu, bahwa aku memang aneh, aku sadar bahwa diriku aneh” Dengan sedikit senyum aku melihat betapa ia malah merasa jengkel dengan jawabanku, kemudian malah pergi meninggalkanku.

Harus aku akui memang, bahwa aku adalah orang yang aneh, meski terkadang aku sering berpura-pura menjadi manusia normal. Sebagai lelaki normal memang seharusnya aku sudah mulai tertarik dengan wanita untuk segera aku halalkan untuk menjadi teman hidupku. Apalagi di mata reka-rekan kerjaku, aku adalah lelaki yang nampak dewasa, padahal aku sedang berpura-pura agar terlihat dewasa. Aku pernah pacaran, dengan seseorang yang berbeda agama denganku. Kala itu aku tidak peduli dengan perbedaan keyakinan itu. Dan dengan dia pula aku merasakan pahitnya cinta.

Lantas kenapa aku sekarang tidak mau berpacaran (lagi)? Karena aku takut. Aku tidak takut dengan pahitnya cinta, karena aku pernah merasakan itu. Justru aku takut dengan manisnya cinta. Kenapa bisa begitu? Karena aku aneh!
Aku suka melamun, bahkan ketika sedang mengendarai motor sekalipun. Aku pernah dipinggirkan oleh polisi lalu lintas karena “diduga” aku menerobos lampu merah. Mungkin itu benar adanya karena aku suka melamun ketika sedang berkendara motor. Dan disitulah aku mulai sadar akan kemampuanku, aku seperti mempunyai kemampuan multy tasking, di samping mengendarai motor yang mengharuskan untuk berkonsentrasi, namun disisi lain aku malah sering melamun, yang terkadang aku tergaget, kala ada bunyi klakson dari belakang. Dan banyak postingan di blog pribadiku ini lahir dari lamunanku ketika sedang berkendara motor. Kok bisa gitu? Karena aku aneh!

Dan karena keanehan itu (melamun ketika berkendara) aku jadi merasa gagap ketika berboncengan dengan temanku, apalagi dengan lawan jenis. Aku tidak grogi, namun ada ketakutan karena di saat yang bersamaan aku membawa dua nyawa sekaligus, yaitu nyawaku sendiri dan nyawa orang yang memboncengiku. Dan sekali lagi itu karena aku sadar bahwa diriku aneh, terutama sering melamun ketika berkendara motor.

Dan kamu, iya kamu! Aku berharap kamu adalah bagian dari keanehan-keanehan dalam hidupku. Kenapa bisa begitu? Karena jodoh adalah hal aneh, ketika ada dua orang manusia yang dalam diam saling mencintai, dalam sujud saling mendoakan, kemudian dipertemukan dalam pelaminan. Apa tidak aneh hal semacam itu? Semoga kamu masuk daftar keanehan dalam hidupku.