Sabtu, 12 Desember 2015

Bingkisan Dari Komunitas Anak Bawang

Beberapa hari kemaren, aku dapat info dari salah satu temanku, bahwa tulisanku yang berjudul “Saya dan Dolanan Masa Kecil” menjadi salah satu dari tiga cerita terpilih dalam sebuah sayembara menulis tentang “Cerita Dolananku” yang diadakan oleh salah satu komunitas di solo, yaitu Komunitas Anak Bawang. Komunitas Anak Bawang adalah sebuah komunitas yang berusaha untuk membangkitkan kembali kenangan-kenangan masa kecil, dengan memperkenalkan (kembali) permainan-permainan tradisional, seperti delikan (atau petak umpet), betengan, gobag sodor, lompat tali,egrang, dan permainan-permainan tradisional lainnya yang kini sudah mulai dilupakan.

Tulisan yang berjudul “Saya dan Dolanan Masa Kecil Saya” adalah tulisan yang lahir atas kegelisahanku yang tak kunjung mendapatkan inspirasi ketika, sepinya tulisan di lobimesen.com serta tidak ada tulisan untuk sekedar mengisi di blog pribadiku blogriki.com
Tulisan itu aku tulis sekitar pukul 01.00 pagi, ditemani dengan secangkir minuman hitam pekat yang sengaja hanya aku beri sedikit gula, biar tetap melek. Dan tulisan tersebut adalah tulisan spontanku, ketika aku mencoba kembali ke masa kecilku, yaitu masa dimana aku belum penuh dosa, dan masih belajar ngelap ingus sendiri.

Dan secara tidak sadar, tulisan yang terus mengalir hingga kurang lebih 4 halaman itu jadi, langsung aku mematikan laptopku dan segera membaca salah satu buku novel fiksi hingga aku tertidur. Dan barulah paginya, aku mulai merapikan tulisanku, dari dosa-dosa typo, serta dosa-dosa bid’ah karena jauh dari ajaran kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Tentu tetap ditemani dengan minuman hitam pekat yang kali ini sengaja aku buat manis, dengan alasan sangat mendasar, yaitu ngirit! Maklum karena cukup dengan secangkir kopi itu, aku bisa membuat tubuhku mampu beraktifitas hingga siang hari, jadilah prosesi makan siang adalah ritual sakral karena merupakan rapelan sarapan pagi dan dan makan siang. Maklum kala itu tanggal tua. HeheheJ

Dan siang ini, sebelum sholat jumat, terdengar suara HT memanggil-mangil “Pak Riki office monitor” segera aku mengambil HT untuk segera membalas panggilan tersebut “Masuk, Pak”.
“Mohon maaf Pak, ada titipan , sekarang posisi masih di pos depan”        
“Siap, Pak, 86”           
segera aku keluar dan menuju pos depan. Ternyata ada paketan untukku dan waktu aku lihat pengirimnya ternyata dari komunitas Anak Bawang, aku menitipkan paketan tersebut di pos, karena aku sadar itu adalah kiriman yang sifatnya pribadi jadi aku memutuskan untuk menitipkan paketan tersebut di pos, dan baru aku ambil ketika pulang kerja.

Ketika pulang kerja, secuirity pos langsung mengingatkanku agar aku tidak lupa membawa pulang paketanku dari anak bawang tersebut. Dan sesampai di rumah, aku yang mulai penasaran itu, mulai membukanya, dan ternyata isinya adalah sebuah papan yang digunakan untuk bermain “Dam”, gasing yang ketika dimainkan bisa berbunyi, kemudian dua buah pin, serta satu buah gelas mug dengan logo anak bawang serta tag line-nya “aku bermain, maka aku senang”


Terima kasih kepada Komunitas anak bawang atas bingkisannya, semoga tetap semangat dalam melestarikan permainan tradisional J