Sabtu, 12 Desember 2015

Dibalik layar “Hujan, Kedai “Lambemoo” dan Kenangan”

Meski langit sudah mulai bergemuruh dan kilat-kilat saling menyambar di langit Kartasura, hal itu tidak mengurungkan niatku untuk main ke Solo. Sebenarnya satu hari sebelumnya aku sudah berencana ke solo, namun batal, karena aku ada urusan lain yang harus aku selesaikan.

Aku pergi ke solo dengan mengendarai motor matic-ku, motor matic yang aku beli dengan hasil keringat ketekku sendiri. Aku tidak peduli bahwa di solo sedang hujan dan pastinya akan mengotori motorku yang baru saja aku cuci. Karena ada beberapa alasan kenapa aku harus pergi ke solo. Salah satu alasannya adalah untuk keperluan penulisan di blog bersama yang masih berusaha eksis dengan tulisan-tulisan baru, minimal setiap minggunya. (Apalagi kalau bukan lobimesen.com) Selain itu aku juga berencana membuat tulisan semacam catatan pendek mengenai Hujan, kenangan di kotas, dan sedikit cerita yang aku tulis untuk mempromosikan kedai temanku (lebih tepatnya kakak tingkatku) yang baru saja buka dua hari yang lalu. Kemudian aku memposting tulisan tersebut dan membagikan tautannya ke akun facebook pribadiku. Aku hanya ingin berbagi dan kalau bisa bermanfaat untuk orang lain meski hanya sedikit sekali. Itu saja!

Pertama, aku akan ke kedai roti bakar dan juice, kedai yang baru dibuka dua hari yang lalu. Kedai itu bernama “Lambemoo”. Kedai yang mengusung tema modern vintage dengan menyajikan menu-menu sehat seperti roti bakar gandum dan terigu, serta beberapa minuman yang kaya akan serat seperti jus buah dan sup buah.

Aku memesan satu roti bakar coklat dan sup buah alpukat untuk minumnya. Sambil menunggu pesanan aku mengobrol langsung dengan owner kedai tersebut. Aku biasa memanggilnya Mas Paul, kebetulan menurut kabar angin gebetannya doi adalah temanku kuliah, yaitu Diandra, teman satu angkatanku. Kami mengobrol santai hingga pesananku datang, dan tetap melanjutkan obrolan sembari sang owner menanyakan apa yang kurang dari makanan dan minuman yang aku pesan, tentu hal ini sebagai masukan yang bisa membangun juga. Namun makanan dan minuman yang kupesan nyaris tanpa cacat, karena sudah sesuai dengan pesanan saya, terutama untuk sup buah alpukat yang sengaja aku meminta untuk menambahkan sedikit gula saja. Dan rasanya sudah pas di lidah saya.

Kedai mulai ramai, pegawai yang kebetulan adalah teman-temanku semasa kuliah terlihat sedang sibuk melayani pelanggan-pelanggan yang baru saja datang. Aku kemudian pamit, karena ada satu tempat lagi yang harus aku kunjungi.

Kemudian aku mampir di sebuah warung susu segar. Aku memesan susu segar panas yang ditambah sedikit coklat dan madu untuk sekedar menghangatkan tubuhku. Sembari menyeruput susu segar panasku, aku mulai teringat ketika kami berdua duduk bersama, kala itu kamu hanya memesan satu gelas susu segar, aku yang sudah lapar, mengambil nasi kucing dengan beberapa gorengan. Aku masih ingat dengan waktu yang kurang dari 15 menit itu, ketika kita berdua duduk berdua di warung susu segar, dan hanya sedkit yang kita obrolkan. 15 menit yang membuatku bahagia, sebelum akhirnya aku mengantarmu pulang. Mungkin kamu sudah lupa dengan kejadian ini.

Kemudian aku melanjutkan perjalanan pulang dengan berhujan-hujan, dan sesekali teringat dengan 15 menit di warung susu segar. Semoga kamu lupa dengan hal itu.

Dan barulah sampai di rumah aku berganti baju, membuat minuman hangat, kemudian menyalakan laptokku untuk menuliskan ini semua. Dan seperti biasa, setelah selesai menuliskan semua, baru paginya aku merapikan tulisanku dari dosa-dosa typo, serta dosa-dosa bid’ah karena tidak sesuai dengan ajaran Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI).

Barulah ketika tulisan itu sudah rapi aku publikasikan di lobimesen.com, dengan judul tulisan “Hujan, Kedai “Lambemoo” dan Kenangan” Bahagia bisa hidup seperti ini. Selain bekerja untuk mencari uang, aku juga punya waktu untuk melakukan hobiku agar tetap bahagia seperti ini.


Selamat berakhir pekan, salam J