Jumat, 01 Januari 2016

(Merayakan) Malam Tahun Baru Dalam Kesunyian

Menjelang tahun baru 2016, teman-teman di kantor sudah ramai membicarakan tentang hendak kemana menghabiskan tahun 2015, dan menyambut tahun baru 2016. Tahun baru 2016 yang jatuh pada hari jumat, membuat wajah teman-teman kerjaku nampak sumringah untuk menyambut tahun baru, apalagi sudah ada kabar dari bagian finance bahwa gaji sudah ditransfer ke rekening masing-masing karyawan. Benar-benar long weekend menjadi tampak jauh lebih menyenangkan daripada long weekend minggu kemaren yang diisi dengan kegiatan lembur.

Ketika ada salah satu teman kerjaku yang bertanya kepadaku “Hendak kemana malam tahun baru nanti, Mas?” Aku yang sudah dari awal tidak ada rencana untuk merayakan tahun baru pun secara spontan menjawab dengan sekenanya. “Mungkin ke Jogja, atau ke Solo, apes-apesnya mungkin malah cuma di rumah. Tidur!" Padahal dalam hati aku sudah memutuskan untuk lebih baik aku di rumah saja istirahat.

Beberapa teman kerjaku, ada yang ingin menyambut tahun baru di alun-alun Boyolali, sebagian lagi ada yang ingin menikmati pesta kembang api di simpang lima Boyolali yang akan diresmikan bersamaan dengan perayaan malam tahun baru. Ada juga yang lebih memilih menyambut tahun baru di Solo, entah itu di area Manahan, atau car free night di jalan slamet riyadi. Dan aku, sekali lagi tetap pada pendirianku, di rumah saja. Tidur!

Sepulang kerja, seperti biasa aku mampir dulu dan mengobrol ngalur-ngidul dengan rekan-rekan kerjaku. kemudian setelah itu aku pulang, dan mampir dulu ke ATM untuk mentransfer sejumlah uang. Maklumlah aku baru saja gajian, sebaiknya aku selamatkan dulu sebagian gajiku, agar tidak khilaf dengan diskon akhir tahun.

kali ini aku pulang ke kos-an, karena aku sedang ingin menikmati kesunyian disaat kebanyakan orang keluar rumah untuk ikut serta dalam menyumbang kemacetan malam tahun baru, dengan bersesak-sesak diantara jutaan orang yang hanya untuk melihat letupan-letupan kembang api.

Sampai di kos-an aku merebahkan tubuhku di atas kasur, kemudian menyalakan pemanas dispenser, sambil menunggu air panas, kutinggal mandi terlebih dahulu untuk membersihkan tubuhku yang masih lengket oleh keringat. Setelah mandi, dan air di pemanas disepenser sepertinya sudah panas, aku pun membuat kopi hitam untuk kunikmati sambil menunggu adzan magrib.

Sedang khusyuk menikmati kopi, ada pesan masuk dari keluargaku yang di Boyolali, yang menanyakan posisiku karena hendak mengajakku malam tahun baruan bersama keluarga ke Solo, Sekali lagi aku jelaskan bahwa aku ingin istirahat saja, Atau dengan kata lain, tidur!

Terdengar suara adzan magrib, kemudian aku bergegas untuk berwudhu dan pergi ke masjid. Ternyata pengajian malam jumat yang biasanya di adakan setiap awal bulan, diajukan sehingga pangajian kali ini bertepatan dengan malam pergantian tahun. Setelah sholat magrib berjamaah aku tidak langsung pulang, sambil menunggu sholat isya aku masih tetap di dalam masjid untuk mendengarkan kajian. Aku suka dengan kajian-kajian rutin yang diadakan di masjid itu. Masjid yang lokasinya hanya di seberang jalan depan kos-an itu, biasanya membahas tentang ilmu fikih dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah di cerna oleh jamaah yang sebagian besar adalah orang tua.

Setelah kajian selesai, langsung dikemundangkan adzan sholat isya. Ketika adzan dikumandangkan, ada sebagian jamaah yang sudah batal wudhunya, mulai pergi ke tempat wudhu. Sebagian lagi masih duduk dan mendengarkan adzan. Setelah adzan isya, hanya selang beberapa detik saja, langsung dikumandangkan iqomat, aku pun segera berdiri untuk segera merapat pada barisan depan untuk sholat isya berjamaah.

Selesai sholat isya, aku langsung kembali lagi ke kos, dan masuk ke kamarku. Tiba-tiba ada ibu kos yang mengetuk pintu kamarku dan mengantarkan snack dan makan malam. Ternyata setelah pengajian dan sholat isya itu, ada orang dermawan yang memberi snack dan makan malam. Waktu aku buka, syukur Alhamdulillah, ada nasi dengan lauk gudek dengan suwiran ayam serta telur yang di masak coklat, jadi aku tak repot-repot untuk keluar mencari makan malam.
***
Di saat orang-orang berboyong-boyong menuju keramaian, aku justru hanya di dalam kamar saja. Aku sedang muak dengan keramaian, muak dengan macetnya jalanan dengan kendaraan-kendaraan yang knalpotnya sudah diganti dengan knalpot plong, sehingga suara motornya menjadi sangat bising. Aku sedang ingin sendiri menikmati kesunyian ini.

Aku jadi teringat dengan perayaan tahun baru kemaren. Aku yang kala itu masuk shift siang, jadi ketika pulang kerja, iseng-iseng aku ingin lewat kota Boyolali dengan lewat di Kabupaten baru Boyolali. Namun aku justru terjebak macet, motorku benar-benar hanya berjalan merayap, karena jalan menuju kabupaten baru Boyolali begitu penuh sesak dengan lautan manusia. Pihak polisi pun sampai kewalahan dalam merekayasa lalulintas. Dan di tengah-tengah kemacetan, untuk kali pertama aku ikut serta dalam perayaan pergantian tahun. Dan bisa dibilang itu hanya kebetulan saja, karena aku sebenarnya hanya ingin numpang lewat saja.

Di dalam kamar aku memainkan lagu-lagu sendu dalam play list Mp3-ku. Ditemani sisa kopi soreku yang sudah dingin, dengan cemilan seadanya. Aku membuka kembali ms word dan menyelesaikan tulisan-tulisan yang belum sempat aku selesaikan, agar aku bisa segera memposting ke blog pribadiku ini.

Kemudian aku istirahat karena mataku sudah mulai perih ketika terlalu lama menatap layar laptop, dengan merebahkan tubuhku yang juga  sudah mulai lelah ini di atas kasur. Ketika aku merebahkan tubuhku diatas kasur, aku menjadi teringat dengan resolusi-resolusi yang pernah aku tulis setahun yang lalu ketika menyambut tahun baru 2015. Aku memang sudah menjadi bagian dari orang-orang mainstream yang membuat semacam resolusi atau menulis hal-hal yang ingin dicapai satu tahun mendatang. Dan mungkin kalian lupa belum menuliskan salah satu hal yang ingin dicapai satu tahun mendatang, yaitu mencapai apa yang belum dicapai di tahun sebelumnya.
***
Ketika mataku sudah mulai terpejam, dan aku sudah merasa hampir lepas dari realitas, terdengar suara telpon dari handphone-ku yang membuatku sedikit terkaget. Waktu kulihat ternyata nomor telpon kantor, dan aku enggan untuk mengangkatnya, kemudian tidak lama setelah telepon itu, ada sms masuk di handphone-ku, ternyata dari Supervisor-ku, yang intinya menyuruhku agar hari sabtu aku masuk lembur. Dan lagi-lagi ketika libur long weekend hanya sekedar mitos, tetap dijalani saja lah sebagai wujud dari tanggung jawab.


Dan akhirnya aku memutuskan untuk tidur, persetan dengan adanya pesta kembang api dimana-mana untuk menyambut tahun baru 2016. Selamat tahun baru 2016 gaes, jangan lupa hari sabtu lembur, eh maksud saya jangan lupa bahagia J