Jumat, 22 Januari 2016

Khutbah Jumat

Aku memasuki masjid ketika khotib hendak berdiri menuju ke atas mimbar. Waktu kulihat, ternyata yang mendapat giliran khutbah jumat adalah dari khotib tamu, atau khotib dari luar. Aku masih ingat dengan pesan Bapak Syakirun, Iman masjid Baitul Muslimin jumat lalu. Aku segera sholat tahiyatul masjid agar aku bisa mendengarkan khutbah jumat, mengingat hal itu adalah hal wajib. Dan pesan dari Pak Syakirun jumat lalu adalah, “Jangan sampai hal yang sunah menghalangi hal yang wajib”

Setidaknya dalam sebulan, dua kali aku sholat jumat di masjid ini, yaitu masjid Baitul Muslimin. Selebihnya aku sholat jumat di dekat tempat kerjaku. Hal itu karena aku bekerja secara shift, dua minggu masuk pagi, dan dua minggu masuk siang.

Ada yang membuat masjid ini terasa berbeda. Bukan karena di dalam masjid lebih adem. Bukan! Dalam setiap kajian rutinnya, setiap malam selasa, atau malam jumat, tema kajiannya tidak jauh dari kehidupan sehari-hari, berisi tentang fikih sederhana dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dicerna olehku dan jamaah lainnya yang kebanyakan sudah berusia lanjut.

Khutbah jumat kali ini, menyampaikan tentang pentingnya bersyukur terhadap apa yang kita peroleh. Kemudian membahas hal-hal yang nampak remeh, seperti nyamuk. Khotib bercerita, betapa besarnya manfaat nyamuk bagi kita semua, meski ada beberapa dari kita sangat terusik dengan keberadaan nyamuk. Adanya nyamuk juga memberikan manfaat yang besar. Karena dengan adanya nyamuk, membuat manusia membuat semacam obat nyamuk, atau obat untuk mengusir nyamuk, seperti yang bisa kita temukan di warung-warung kelontong. Sebut saja obat nyamuk bakar, bukan hanya nyamuk saja yang terusik, namun manusia pun bisa sesenggukan ketika menghirup asapnya. Seiring berjalannya waktu, manusia terus berinovasi dengan membuat obat nyamuk elektrik yang tidak begitu banyak mengeluarkan asap, yang justru membuat pengap, ditambah wangi yang dihasilkan obat nyamuk saat ini seperti halnya pengharum ruangan.

“Allah menciptakan nyamuk, itupun memberikan manfaat bagi manusia. Karena dengan adanya nyamuk, manusia membuat sebuah industri obat nyamuk, berapa kepala keluarga yang tercukupi kehidupan keluargannya, karena bekerja di sebuah industri obat nyamuk” Begitulah kira-kira kata khotib dalam khutbah jumat kali ini.

Diantara kita, mungkin tidak jeli dalam melihat manfaat dari nyamuk. Karena tidak dipungkiri pula, nyamuk adalah semacam makhluk yang bisa dikatakan merugikan. Keberadaan nyamuk adalah sebuah ancaman. Adanya penyakit malaria, demam berdarah, kemudian cikukunya disebabkan oleh nyamuk. Namun bisa dibayangkan jika nyamuk tiba-tiba dihilangkan di muka bumi ini oleh Sang Pencipta, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib ribuan buruh yang bekerja di industri obat nyamuk.

***
Khotib kali ini juga turut prihatin dengan isu-isu kekinian tentang keadaan umat islam saat ini. Bagaimana pun, islam adalah agama yang rahmatan lil alamim, namun pada kenyataannya, sesama muslim yang seharusnya saudara, namun justru ada perpecahan di dalam umat islam itu sendiri. Tidak ada toleransi diantara umat islam itu sendiri.  

Aku jadi teringat dengan status facebook dosen muda kita, Abdul Hakim, ia menuliskan keresahannya sebagai respon ketika melihat kejadian pembakaran rumah warga eks Gafatar. Pembakaran rumah warga eks gafatar yang disebabkan karena dianggap meresahkan, dan takut mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan keyakinan kita sebagai orang yang (mengaku) beriman. Dalam status tersebut beliau juga menuliskan, bahwa di sebuah bangsa yang memegang teguh nilai ke-Esa-an Tuhan sebagai salah satu prinsip bernegara. Banyak orang yang dihukum bukan karena mencuri, korupsi, atau memukuli orang, melainkan karena berkeyakinan. Iman yang seharusnya membuat kita jauh lebih tenang daripada yang tidak berkeyakinan, namun iman yang seperti apa yang membuat mereka merasa resah ketika melihat keyakinan yang berbeda.

Khutbah jumat berlangsung kurang lebih 15 menit itu pun diakhiri dengan khutbah kedua yang berisi kesimpulan dari khutbah jumat kali ini. Tentang pentingnya bersyukur, serta pentingnya menjaga kesatuan antar umat muslim itu sendiri, maupun antar umat beragama.

Dan saya pun menyimak khutbah jumat kali penuh dengan kesadaran. Maklum biasanya saya sering ongap-angop.

Salam.