Kamis, 07 Januari 2016

Paketan dari Pojok Cerpen

Sore tadi, aku dapat info dari secuirity Pos depan, bahwa ada paketan untukku. Waktu aku lihat, ternyata paket kiriman dari Bung Eka Pojok Cerpen, baru saja sampai.

Sabtu kemaren, yaitu tepatnya ketika orang-orang sibuk cekrak-cekrik berfoto selfi untuk mengganti profile BBM mereka, dengan foto-foto liburan. Aku malah sibuk dengan masuk kantor karena ada overtime. Iya, malam tahun baru disaat suara kembang api begitu jedug cetar, aku justru dikagetkan dengan bunyi ringtone sms dari handphoneku. Sms dari atasan memintaku agar hari sabtu aku harus masuk karena ada overtime.

***
Di kantor aku hampir mati karena bosan. Kala itu di kantor hanya ada tiga orang, aku, seorang admin, dan seorang staff bagian pay roll yang sepertinya sedang sibuk bekerja demi kemaslahatan orang banyak. Iya, itu semua demi semua karyawan bisa gajian on time.

Di tengah kebosanan itulah, aku mulai menggunakan fasilitas internet kantor dengan kecepatan dewa itu, untuk browsing serta melihat video-video di youtube atau sekedar mendengarkan lagu.

Kemudian aku melihat website puthutea.com untuk mencari buku-buku karya Puthut EA sebagai bahan bacaan di sela-sela waktu. Aku ingin membeli novel “Berani beli cinta dalam karung?” karena disana tertulis, “cinta tak pernah tepat waktu I”. Aku yang sudah melibas habis novel “Cinta tak pernah tepat waktu” karya Puthut EA itu, malah penasaran dengan Novel “berani beli cinta dalam karung?”, karena pikirku kedua novel itu semacam dua bagian yang tidak terpisahkan. Pikirku ”Cinta tak pernah tepat waktu” adalah lanjutan dari “Berani beli cinta dalam karung?” dan aku merasa harus memiliki dan membaca semuanya agar aku lebih lengkap membaca serta tenggelam bersama badai kenangan bersama tokoh si Aku dalam novel.

Dan ternyata ketika aku hendak memesan novel “Berani beli cinta dalam karung?” Bung Eka Pojok Cerpen melalui chat facebook memberitahuku bahwa Novel itu adalah cetakan pertama, dan cetakan kedua diberi judul “Cinta tak pernah tepat waktu” jadilah aku ingin membeli kumpulan cerpen saja.

Sudah lama aku ingin memiliki buku “Sarapan pagi penuh dusta” dan waktu aku menanyakan di Pojok Cerpen, ternyata masih tersedia. Aku mencari buku lain agar sekalian ongkos kirimnya. Dan “Sebuah usaha menulis surat cinta” sepertinya menarik. Namun sayangnya buku itu ternyata sudah ludes terjual. Kemudian aku memesan “Sarapan pagi penuh dusta” terlebih dahulu, sambil browsing mencari novel sebagai bahan bacaan disela-sela waktuku.

Aku teringat dengan novel “Kambing dan Hujan” karya Mahfud Ikhwan, yang merupakan pemenang sayembara menulis novel dewan kesenian Jakarta 2014. Buku itu juga direkomendasikan sahabatku agar buku itu menjadi buku wajib yang harus kubaca. “Membaca buku kambing dan hujan, aku jadi ingat seliramu bro” katanya yang membuatku merasa harus membaca buku itu. Ketika aku menanyakan buku itu di Pojok Cerpen, ternyata masih tersedia. Jadilah aku memesan dua buku; kumpulan cerpen “Sarapan pagi penuh dusta” dan Novel “kambing dan hujan”

Melalui pesan wassap, aku menyuruh Bung Eka Pojok Cerpen untuk menghitung total yang harus aku transfer serta ongkos kirim ke Boyolali. Dan aku berjanji akan mentransfernya setelah makan siang.
***
Sepulang kerja, aku langsung membuka buku itu, dan memastikan bahwa buku itu sesuai dengan yang aku pesan. Buku “Sarapan pagi penuh dusta” dengan tanda tangan penulisnya, Puthut EA dan Buku “Kambing dan Hujan” sesuai pesananku. Jadilah malam minggu besok tak merana dalam kesendirian. Entah buku “Sarapan pagi penuh dusta” itu akan menjadi hiburan bagi malam mingguku atau malah seakan merayakan kesendirianku.


Ohiya Bung Eka Pojok Cerpen, kirimannya sudah sampai, terima kasih bonus pembatas bukunya.