Sabtu, 02 April 2016

Si Coopy

Si coopy sedang terparkir

Hari ini waktunya, si coopy, yaitu motor matic, Honda Scoopy yang dibeli dengan keringat ketiak saya sendiri ini, harus servis perawatan rutin. Ohiya, si coopy ini saya beli dengan sistem kredit yang insyaallah tidak ada unsur riba. Lho kok bisa? Ya bisa, lha wong “leasing” yang membiayai pembeliannya saja bisa membiayai saya sekolah hingga lulus kuliah kok, apalagi cuma membiayai motor seharga sebuah motor matic.

Awalnya saya ingin membeli dengan sistem kredit, yaitu dengan DP dari penjualan motor lama, Suzuki Smash. Namun, setelah dihitung ulang, selisihnya dengan harga asli, bisa sampai 5 juta jika dikredit dalam jangka waktu 2 tahun. Dan kata teman saya, membeli dengan sistem kredit itu ada unsur riba-nya. Jadilah si coopy dibeli dengan uang talangan orangtua saya. Duh, gimana dengan uang yang didapat teman saya yang memulai karir sebagai sales motor? Karena menurutnya akan lebih besar bonusnya jika pembeli lebih memilih kredit daripada membayar secara cash. Mbuh lah

Meski leasing yang membiayai pembelian si coopy adalah orang yang sangat mempercayai saya. Tidak ada ancaman apapun jika saya telat membayar uang cicilan setiap bulannya. Paling, jika dalam waktu tiga bulan secara berturut-turut saya tidak membayar uang cicilan, motor bukannya ditarik olehnya, namun malah di-ikhlaskannya. Namun, bagi saya ini adalah sebuah tanggung jawab. Setelah saya menerima gaji, saya segera men-transfer sejumlah uang untuk membayar “kreditan” motor saya, yaitu si coopy. Dan dalam hal ini, saya mencoba untuk menjaga kepercayaan meski tidak ada konsekuensi apa-apa jika saya mengingkarinya.

***
Nah, hari ini si coopy baru saja menjalani perawatan rutin, seperti servis regular dan pergantian oli. Ada hal baru yang saya dapatkan, ternyata matic lumayan ribet dalam perawatan. Maklum, baru kali ini saya menggunakan motor matic, sebelumna saya sudah nyaman dengan si biru, yaitu motor Suzuki Shogun yang telah menemani saya dari mulai SMP hingga lulus kuliah. Dan itu salah satu alasan, kenapa bukan si biru yang saya jual.

Kali ini, selain pergantian oli dan servis rutin, ada perawatan tambahan. Yaitu pergantian oli garden, pembersihan saluran injection serta beberapa perawatan lainnya. Dan servis kali ini membuat saya merogoh kantong sedikit lebih dalam dari biaya servis biasanya.


Setelah servis, hari ini juga, hari pergantian bahan bakar bagi si coopy, yang biasanya sering diisi bahan bakar jenis premium, untuk saat ini saya akan memanjakan si coopy dengan asupan bahan bakar jenis pertamax. Semoga saya terbiasa dengan perubahan budget untuk uang BBM.