Selasa, 18 Oktober 2016

Di Jobfair Klaten

Dua tahun lalu, tepatnya setelah saya menyelesaikan revisi hasil sidang skripsi. Saya mulai aktif mencari pekerjaan ke jobfair-jobfair.

Jobfair di Jogja, lebih tepatnya di gedung JEC, adalah jobfair yang pertama kali saya kunjungi setelah menyelesaikan revisi sidang skripsi. Dan saya masih ingat betul, ketika saya akan berangkat ke JEC, hanya bermodalkan CV ala kadarnya, surat keterangan lulus, dan transkip nilai sementara. Saya memberanikan diri untuk bertarung di medan jobfair.

Kala itu bisa dibilang saya ketiban sial. Untuk pertama kalinya saya kena tilang. Saya diduga menerobos lampu merah. Dan karena hal itu saya baru menyadari bahwa polisi itu "baik" dan "cinta damai". Pak polisi itu tahu bahwa saya sedang terburu-buru, jadi ia dengan suka rela "membantu" saya. Tak sampai 15 menit urusan saya di pos polisi bisa selesai. Dan perlu digaris bawahi, melalui proses "damai".

Meski saya diundang untuk tes di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ritel, yang sektor usahanya bisa kita temukan di setiap kecamatan. Namun saya gagal ketika baru sampai tahap awal, yaitu: psikotes. Betapa ra mbejaji-nya diri saya sebagai lulusan psikologi, terbiasa melakukan psikotes, namun justru gagal ketika tahap psikotes.

Tidak lama setelah jobfair di JEC. Ada kabar bahwa di Klaten juga akan ada jobfair yang diadakan oleh disnaker. Saya pun ambil bagian dalam jobfair tersebut. Berbekal pengalaman mengikuti jobfair di JEC, saya datang ke jobfair klaten dengan sedikit lebih percaya diri. Dan apalagi ketika saya mulai memasuki gedung RSPD, di mana jobfair itu dilaksanakan. Kepercayaan diri saya semakin tinggi mengingat kebanyakan yang hadir adalah abege-abege yang rata-rata lulusan SMA, meski ada juga yang dari lulusan D3 maupun S1. Ini murni sebatas kondisi psikologis saya saja, tidak bermaksud untuk memandang rendah orang lain. Karena bagaimana pun juga, pekerjaan adalah soal rejeki, dan itu sudah menjadi hak preogatif Tuhan.

Di jobfair Klaten itulah saya menemukan pekerjaan pertama saya. Hingga saya menulis catatan ini, saya masih bekerja di perusahaan tersebut.

Dua tahun lalu, saya menjadi bagian dari mereka yang yang rela berdesak-desakan dalam berikhtiar mencari jalan rejeki yang belum kita temukan. Namun kini, kondisi sediki berbeda. Masih dalam suasana jobfair, tempat yang sama, penyelenggara yang sama. Kalau dulu saya menjadi jobseeker, kali ini saya menjadi penunggu stand, untuk mewakili perusahaan tempat saya bekerja. Tujuannya mengikuti jobfair masih tetap sama dengan dua tahun lalu, yaitu: mencari. Akan tetapi, kalau dua tahun lalu saya mencari pekerjaan, untuk saat ini saya mencari karyawan untuk memenuhi kebutuhan SDM di tempat kerja saya.

Jadi, bagi kalian yang memiliki waktu selo, monggo datang saja ke Jobfair Klaten, tempatnya di gedung RSPD. Dan besok adalah hari terakhir. Jangan lupa mampir ke stand nomor 27, yang stand-nya bernuansa feminis, dengan mayoritas warna pink. Jika beruntung,  Anda akan bertemu dengan saya. Boleh nanya apa aja, tanya-tanya soal pekerjaan? boleh, mau curhat? Silakan, yang penting jangan nanya "kapan nikah?"

Udah gitu aja