Jumat, 04 November 2016

Acara “Hore” Bareng BPJS TK

Berfoto selfie di Batu alien

Sore itu, saya sudah siap akan pulang dari kantor. Baru saja keluar dari gerbang, karena kebetulan motor saya parkirkan di luar. Secuirity yang sedang bertugas di pos jaga memanggil saya kembali. Katanya, saya dipanggl oleh manager saya. Pikir saya kala itu, akan ada meeting dadakan. Dan saya cuma bisa mbatin “Nasib!, baru mau pulang, malah diajak meeting”

Namun, ketika saya menghadap ke Pak Manager, beliau langsung bertanya kepada saya, “Jumat – sabtu kamu ada acara nggak, Kik?” Saya yang kala itu belum mempunyai agenda apapun, menjawabnya dengan jawaban yang agak diplomatis, “Sementara ini belum sih, Pak”
“Okey, ini hadiah buat kamu, karena saya Jumat – sabtu ada acara, jadi kamu yang mewakili”

Beliau memberikan sebuah undangan kepada saya. Waktu saya baca, ternyata undangan gathering dari BPJS Ketenagakerjaan Klaten. Saya membayangkan bahwa acara tersebut akan berjalan formal, serius, dan pasti membosankan. Namun, setelah manager saya menjelaskan sedikit hal tentang acara tersebut. Bahwa acara tersebut akan diadakan di Hotel Griya Persada Resort, Kaliurang, serta akan di akhiri dengan kegiatan outbond. Saya pun menerima undangan tersebut. Itung-itung dapat liburan gratisan, pikir saya.

Karena harus check in jumat sore. Saya yang sudah order mobil fasilitas dari perusahaan sehari sebelumnya. Kemudian, jumat pagi saya berangkat kerja langsung membawa baju ganti yang akan saya pakai dalam acara gathering BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Kebetulan acara intinya adalah Gathering Night and Gala Dinner dengan tema coboy. Karena acara ulang tahun kantor tempat saya bekerja tahun lalu juga ber-tema-kan coboy, saya tidak kesulitan dalam memperoleh baju coboy. Cukup baju motif kotak-kotak, celana jeans biru, serta topi coboy.
selfie dengan costum coboy
Sekitar pukul 15.00 saya berangkat dari kantor menuju Kaliurang. Dan saya beruntung, karena driver yang membawa saya kala itu, adalah seorang driver yang sukses membuat saya tidak bisa tidur di mobil, karena saya selalu merafalkan doa-doa keselamatan. Mengingat gaya mengemudinya sedikit slengekan. Namun demikian, saya harus berterima kasih kepada driver saya kala itu, karena dia tidak mau ngalang lewat prambanan, dia memutuskan untuk melewati jalur alternatif yaitu lewat cangkringan (kalo tidak salah). Dan hanya sekitar dua jam perjalanan, dengan diiringi drama harus bertanya di setiap pertigaan ataupun perempatan yang membuat kami semua ragu. Mengingat saya tidak bisa memastikan melalui GPS di handphone saya, mengingat ketiadaan sinyal.

Kurang lebih pukul 5 sore, saya check in di hotel. Kemudian mandi, membuat kopi serta menonton tv sambil menunggu acara.

Tidak lama kemudian, teman satu kamar saya datang. Seorang senior HR di perusahaan tetangga. Satu kamar, harusnya diisi bertiga, namun untuk kamar kami, nampaknya hanya diisi dua orang saja. Karena yang satu berhalangan untuk hadir.

Meski bisa dibilang sudah tidak muda, kawan satu kamar saya, adalah orang yang memiliki selera humor yang tinggi. Betapa tidak, saya pun dibuat malu olehnya. Ketika makan malam, kami yang datang hanya memakai kaos dan sandal jepit, namun mencoba untuk tetap percaya diri, meski yang lainnya sudah berpakaian lengkap sesuai tema malam itu; yaitu coboy.

Sehabis makan, saya kemudian buru-buru untuk berganti dengan pakaian coboy. Kemudian, tak lengkap rasanya mendaku diri sebagai orang yang kekinian namun tidak menyempatkan untuk berfoto bersama, maupun selfie di foto board yang telah disediakan oleh panitia acara. Kami semua seakan lupa akan usia. Berfoto layaknya abege masa kini dengan segala kekonyolannya.

Sebelum duduk di meja yang telah disediakan, saya mlipir sebentar untuk mengambil secangkir kopi, untuk menjaga mata ini agar senantiasa terus terjaga. Ketika acara dimulai. Bayangan acara yang bakal berjalan, secara formal, dan membosankan sirna begitu saja. Karena malam itu adalah sekumpulan acara “hore” yang sifatnya sekedar untuk menjalin keakraban.

Acara gathering night and gala dinner malam itu juga diisi dengan bagi-bagi doorprize. Saya pun kecipratan doorprize karena telah dipermalukan dengan dikerjain mc acara untuk joget-joget yang nggak jelas. Meski saya sadar sedang dikerjai, saya menikmati malam itu. Hiburan musik acoustic, kemudian ada sesi motivasi dari dr Andre, serta dagelan dari duo apalah, yang kebetulan saya lupa namanya. Membuat kita semua seakan lupa dengan pekerjaan kita masing-maing.

Saya sangat menikmati acara malam itu, meski saya baru pertama kali mengikuti acara yang diadakan oleh BPJS Ketengakerjaan tersebut. Kebanyakan dari peserta sudah saling kenal, mengingat acara tersebut, bukan kali pertama diadakan.

Puas dengan acara hore malam itu, kami semua kembali ke kamar kita masing-masing. Mengingat sehabis shubuh kami semua akan mengikuti kegiatan 2. Dan target kami pagi itu adalah menikmati sunrise.

Apes memang, saya dan teman kamar saya tidak bisa langsung tidur. Kami terlibat dalam sebuah obrolan, dan mungkin baru sekitar pukul 01.00 kami tertidur. Beruntung saya sudah menyetel alarm handphone saya. Jadi sekitar pukul 04.00 saya sudah bangun dan sholat shubuh. Tanpa mandi terlebih dahulu, saya berganti dengan kaos yang disediakan oleh panitia, kemudian berkumpul di depan hotel.

Di depan hotel sudah terparkir deretan mobil-mobil jeep yang akan mengantar kami napak tilas menyusuri desa-desa yang terkena dampak langsung awan panas, atau sering disebut dengan wedus gembel.

Saya satu jeep dengan tiga karyawan dari BPJS Ketenagakerjaan. Satu laki-laki yang merupakan staff IT, dengan dua perempuan yang lagi-lagi saya lupa berkenalan dengan mereka. Beitulah saya, ketika sudah saling nyaman buat ngobrol, apalah arti sebuah nama.

Meski sudah berusia tidak lagi muda, namun driver kami cukup trengginas ketika mengendarai jeep di medan-medan yang terjal. Driver kami seakan sedang pamer ketangkasan, serta melakukan pembuktian bahwa ia lebih jago daripada Vin Diesel dalam film Fast and Furious.

Selain menjadi driver yang mengantar kami ke setiap titik tujuan kami, beliau juga menjadi tour guide dan menjelaskan tentang daerah-daerah yang kami lewati. Setidaknya ada tiga titik yang kami jadikan tujuan dalam acara lava tour pagi itu. Pertama, sesuai tujuan kami, yaitu melihat sunrise, yaitu di bekas banker, yang bernama Kali Adem. Tiba di sana, kami langsung mengambil spot-spot paling keren untuk berfoto dengan background gunung merapi.

Sehabis dari kali adem, kami semua menuju ke batu alien. Ada juga yang menyebutnya dengan batu alihan. Saya tidak tahu pasti. Baru sampai di batu tersebut, sang driver yang tadinya menjadi driver sekaligus tour guide, kini ia menjelma menjadi fotografer kami.

foto hasil jepretan driver kami

Dan titik terakhir, dalam perjalanan lava tour adalah di mini musium. Mini musiun tersebut, dulu adalah rumah milik seorang lurah. Museum tersebut berisi sisa-sisa peninggalan atau barang-barang yang tersisa pasca erupsi merapi. Banyak sekali barang-barang yang berada di musium tersebut, seperti sepeda motor yang seperti habis terbakar, sapi yang hanya tinggal tulang saja, serta perabotan rumah tangga yang sudah meleleh karena terkena wedus gembel.

Untuk mengakhiri perjalanan lava tour, kami semua diberi bonus dengan offroad di sungai, serta bermain basah-basahan. Saya ketagihan dengan manuver-manuver driver kami, dan meminta satu putaran lagi, meski kawan saya yang berada di belakang sudah ingin menyudahi saja offroad di sungai tersebut. Namun sang driver justru langsung tancap gas dan menuruti keinginan saya.

Ada kejadian yang sempat membuat perjalanan lava tour menjadi sedikit menegangkan. Salah satu jeep di rombongan kami tiba-tiba macet ketika offroad di sungai. Kemudian mobio jeep yang saya tumpangi berhasil mengevakuasi dengan menariknya. Namun, ketika mobil yang macet tersebut mulai menyala, mobil tersebut justru menabrak kami dari belakang. Kami belum memiliki firasat apa-apa kala itu.

Tepat di depan hotel, ketika jeep-jeep sudah mulai terparkir dan menurunkan kami semua. Terdengar suara “duerrrrrr!” ternyata mobil jeep yang sempat macet di sungat tersebut menghantam tembok, dan salah satu penumpang terpental. Setidaknya ada 3 penumpang dalam jeep tersebut, dan mereka bertiga segera kami tenangkan dengan diberi air minum, agar tidak shock. Dan ternyata jeep yang mereka tumpangi remnya blong. Bersyukur kejadian tersebut terjadi ketika kami sudah berada di depan hotel. Saya tidak tahu apa yang terjadi jika kejadian rem blong tersebut terjadi ketika sedang offroad di medan yang terjal penuh bebatuan.

Tanpa mandi terlebih dahulu, kami semua langsung menuju restoran di hotel tersebut untuk sarapan pagi. Saya dan kawan baru saya mengambil nasi goreng serta jus jambu untuk sarapan pagi itu. Baru sehabis sarapan masih ada satu acara hore lagi, yaitu; outbond.

Fasilitator outbond saat itu tidak asing bagi saya. Dan ternyata ia juga merupakan HRD di salah satu peruahaan yang pernah saya lamar. Namun, nampaknya saya gagal seleksi di perusahaan tersebut.

Kegiatan outbond ternyata tidak kalah hore-nya dari acara-acara sebelumnya. Kami semua menikmati setiap sesi outbond yang menekankan pentingnya kerja sama dalam sebuah tim. Setidaknya ada 3 jenis outbond yang kami lakukan siang itu. Dua game bertanding secara tim. Dan satu game yang harus kami pecahkan secara bersama-sama.

Selesai outbond, dilanjutkan dengan penutupan acara, oleh kepada BPJS Ketenagakerjaan Klaten. Kemudian biar lebih afdol tentu dilanjutkan dengan sesi foto-foto. Baru kemudian kami menikmati coffe break. Serta kemudian kembali ke kamar-kamar untuk mandi dan bersiap check out.

Acara gathering tersebut, di akhiri dengan makan siang bersama. Karena saya tidak dijemput, saya pun memutuskan untuk nebeng dengan kawan baru saya yang ternyata juga bertempat tinggal di Boyolali juga.

Sebelum pulang, saya pun menepi sebentar untuk membeli oleh-oleh, apalagi kalau bukan bak pia. Dan sebagai ucapan terima kasih, tak lupa saya menitipkan oleh-oleh untuk keluarga kawan baru saya yang mobilnya bersedia saya tumpangi.
***
Sebenarnya saya juga menuliskan kegiatan tentang ini untuk keperluan postingan di lobimesen.com. Namun sengaja saya menulis lagi, semata-mata ingin mengabadikan kegiatan “hore” yang pernah saya ikuti.

Tidak lupa saya berterima kasih dengan Pak Bos atas liburan gratisannya. Sering-sering aja ngajak saya untuk acara-acara hore selanjutnya ya, Pak. hehehe



Berikut oleh-oleh dari kaliurang
Di bekas banjer Kali adem

foto di atas jeep

foto dengan dreecode coboy