Kamis, 08 Desember 2016

Belum Rejeki Saya Untuk Bekerja di Sana

Ruang tunggu BPJS Ketenagakerjaan Klaten

Kalau jodoh pasti bertemu. Kalau bukan jodoh, ya setidaknya masih bisa bertamu. Hal itulah yang kira-kira saya rasakan. Namun, yang saya maksud "bertemu" dan "bertamu" di sini bukan soal seseorang yang saya cintai kemudian luput. Bukan! Namun soal rejeki.

Kemarin siang, bersama rekan kerja saya. Untuk kesekian kalinya saya harus mengunjungi BPJS Ketenagakerjaan Klaten. Agenda saya ke kantor BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka melengkapi kekurangan berkas klaim kecelakaan kerja.

Perlu kalian ketahui, bahwa saya dulu pernah melamar, bahkan sempat mengikuti tahap seleksi atau rekruitmen karyawan untuk bagian SDM di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Dan sepertinya memang bukan rejeki saya di sana. Karena dua kali mengikuti tahap seleksi dan dua kali pula saya harus menerima kenyataan, bahwa saya gagal dalam seleksi tahap 2, yaitu tes online.

Ada sesuatu yang lucu ketika saya mengikuti tahap seleksi, tes online. Tes pertama bisa saya kerjakan tanpa gangguan apapun, meski pada akhirnya saya gagal. Di tes online kali kedua. Ketika saya akan meksanakan tes online. Saya kesulitan untuk login. Dan di saat saya sudah sedikit frustrasi, saya baru menyadari bahwa saya melakukan kesalahan dalam memasukan nomer tes. 

Setelah saya sudah mempersiapkan diri untuk mengerjakan. Ada orang gila, yaitu orang yang benar-benar gila dalam arti yang sesungguhnya. Atau bahasa psikologinya, orang dengan gangguan kejiwaan. 

Orang gila tersebut langsung nyelonong masuk rumah. Dan saya kesulitan untuk mengusirnya. Saya pun segera mengusir dengan mengatakan bahwa saya akan pergi. Entah kenapa ia langsung keluar rumah. Dan dengan sigap pintu rumah langsung saya kunci, kemudian sedikit kemrungsung saya mengerjakan tes online tersebut.

Meski pada akhirnya saya tetap gagal untuk kedua kalinya. Saya hanya bisa berpikir positif saja, bahwa itu bukan rejeki saya. Mungkin saya masih diminta untuk terus belajar dan bekerja di tempat kerja saya saat ini.

Meskipun saya gagal dalam seleksi karyawan BPJS Ketenagakerjaan, bukan berarti juga saya harus menolak, jika harus berurusan dengan BPJS Ketenagakerjan. Karena BPJS Ketenagakerjaan itu penjamin sosial, bukan mantan atau seseorang yang telah melukai hati kita karena telah menolak kita. Bukan!

Semenjak saya dilimpahi tugas untuk mengurusi klaim jika terjadi kecelakaan kerja. Saya jadi sering berurusan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Terkadang saya juga diminta oleh atasan saya untuk mengikuti segala kegiatan yang diadakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Klaten. Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya, ketika saya ikut nimbrung dalam acara talk show sinergi antar instansi dalam rangka peningkatan pelayanan BPJS Ketegakerjaan. Meski saya di sana cuma ikut nimbrung dan nunut ngopi.

Terakhir, saya juga diminta untuk mewakili perusahaan dalam acara gathering yang diadakan di Kaliurang, dan juga diprakarsai oleh BPJS Ketenagakerjaan Klaten. Dan pernah juga saya tulis dalam blog pribadi saya; blogriki.com, dengan judul "Acara "hore" Bareng BPJS TK Klaten"
***

Sesampai di Kantor BPJS Klaten, saya langsung disambut seorang secuirity, kemudian saya menyampaikan maksud kedatangan saya, bahwa saya ingin bertemu dengan pegawai BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya telah janjian dengan saya untuk bertemu.

Sambil menunggu saya melihat ruangan sekitar sambil celingak-celinguk, saya mbatin, "Belum rejeki saya bekerja di tempat ini"