Kamis, 01 Desember 2016

Setelah Dua Tahun Bekerja

Sebuah catatan pendek setelah dua tahun bekerja

Tepatnya dua tahun yang lalu, yaitu tanggal 1 Desember 2014. Pagi-pagi saya sudah berdandan rapi, dengan memakai pakaian batik yang dipadukan dengan celana jeans warna biru, dan sepatu hitam mengkilat. Saya kala itu cuek saja memakai batik meski hari itu adalah masih hari senin. Jujur, selama masa skripsi hingga lulus kuliah, saya lebih banyak mengkoleksi kaos tanpa kerah daripada kemeja atau pakaian formal lainnya.

Hari itu adalah hari pertama kali saya mulai bekerja. Berangkat pagi-pagi dengan motor yang telah setia menemani perjalanan saya dari SMA, sambil menerka-nerka tentang apa saja yang akan saya kerjakan di hari pertama bekerja. Jujur, saya belum memiliki gambaran tentang dunia kerja, khususnya sebagai staff HR. Pengalaman magang satu bulan ketika masih kuliah, masih jauh dari kata cukup dalam menyambut dunia kerja. Karena kami anak magang hanya dijadikan hiasan meja tanpa dilibatkan dalam kegiatan atau project apapun. 

Ketika pertama kali masuk kerja. Saya sengaja datang agak pagi. Bahkan saya datang ketika karyawan non shift belum pada datang. Saya disambut oleh seorang perempuan yang usianya tak jauh berbeda dengan usia saya. Di sela-sela kesibukannya di meja resepsionis. Ia mempersilakan saya dan meminta saya untuk mengisi data karyawan baru. Dan orang itu adalah salah satu staff administrasi yang sudah sangat tahu betul mengenai seluk-beluk data di HR File. 

Saya menjadi seperti harus belajar lagi. Karena ada banyak hal yang saya dapatkan, dan hal tersebut tidak pernah saya dapatkan selama di bangku kuliah.

Perlahan tapi pasti saya mulai belajar banyak hal. Didampingi dan di-mentori oleh orang-orang yang dengan penuh kesabaran membimbing saya. Membuat saya dengan mudah menyesuaikan diri dengan dunia baru saya, yaitu dunia kerja. Orang-orang tersebut sudah saya anggap sebagai guru saya. Saya banyak belajar darinya, seperti Manager saya, Supervisor sekaligus partner kerja saya, serta rekan kerja yang lain. Sengaja  saya tidak menyebutkan namanya satu persatu. Namun demikian, percayalah, bahwa nama-nama kalian sudah menyita sebagian memori dalam otak saya. 

Dan buat rekan kerja saya yang hari ini ulang tahun, saya tidak akan bertanya hari ini ulang tahun yang ke berapa kok. Saya hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun, semoga menjadi pribadi yang lebih baik, dan selalu diberi kesehatan untuknya dan keluarganya. Dan menjadi ibu yang baik bagi kedua putrinya. Amin~

***
Dulu, saya pernah membayangkan, bahwa orang yang bekerja kantoran dan hanya berada di depan komputer itu keren. Namun, ketika awal-awal saya menjalani hari-hari sebagai orang kantoran. Saya sempat berpikir, betapa membosankannya menjadi orang kantoran. Duduk selama 40 jam dalam seminggu dengan hanya melototi layar komputer untuk mengerjakan pekerjaan yang sifatnya rutinitas.

Beruntung pekerjaan saya bisa dikatakan tidak melulu di depan layar komputer. Dan kebanyakan melakukan aktifitas di luar kantor.  Seperti melakukan interview awal. Dan melaksanakan psikotes. Serta terkadang saya harus akting marah-marah ketika ada karyawan yang ndablek dan sering melakukan tindakan indisipliner. Meski terkadang, karena terlalu menjiwai, saya jadi marah-marah beneran. Hehehe

Ketika sedang melakukan interview, saya justru bisa bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang berbagai latar belakang. Dan bukan tidak mungkin saya justru belajar dari pengalaman-pengalaman mereka yang saya interview. Meski pertemuan dalam sesi wawancara yang hanya sekitar 5 - 10 menit saja.

Selain itu, saya juga terlibat dalam sebuah pekerjaan yang begitu menguras emosi. Ketika harus mengakhiri hubungan kerja misalnya. Awal-awal ada semacam perasaan bersalah dalam diri saya. Namun, semakin ke sini saya menjadi semakin paham. Bahwa apa yang saya lakukan adalah bagian dari pekerjaan. Dan di situlah saya menjadi paham apa itu "profesional".

Sebenarnya ada banyak hal yang sudah saya lalui selama 2 tahun bekerja ini. Namun, nanti saya malah dikira mau bikin novel. Tapi kalau mau bikin novel, saya sudah menemukan judul yang sangat bagus; "Catatan Hati Seorang HRD". Saya yakin bakal ada yang meliriknya, kemudian dibikin filmnya, habis itu ada sinetronnya. Hahahaha, semakin ngawur. . .

Daripada ini nanti semakin ngawur, saya sudahi saja tulisan ini. Dan bukan novel yang telah saya buat, namun sebuah blog. Blog atau situsweb sederhana itu bernama hrfile.net "Catatan seorang HRD" blog tersebut bukanlah sebuah portal yang akan dijadikan rujukan banyak orang.

Saya membuatnya tanpa ekspektasi tinggi. Sebuah blog yang hanya berisi catatan ringan saya selama berkarir sebagai HR. Blog tersebut berisi sisi lain kehidupan seorang HRD. Tidak mewakili siapa-siapa, atau institusi apapun. Semua konten yang ada di blog tersebut, tak lebih hanya endapan-endapan tentang apa saja yang penting bagi saya, kemudian saya tuangkan dalam tulisan. Jika hal tersebut belum bisa bermanfaat bagi orang lain, setidaknya hal itu bermanfaat bagi diri saya sendiri.

Sepertinya saya akan sangat berdosa jika tidak mengucapkan terima kasih kepada kawan sekaligus sahabat saya Johan Hariyanto. Dia lah yang mentraktir saya domain hrfile.net, kala itu sedang ada promo dari salah satu penyedia domain. Dan atas tangan dingin Johan pula lah tampilan hrfile.net menjadi lebih kece.

Monggo kalau mau mampir ke blog saya, kalau mau menghujat silakan di kolom komentar saja, hehehe